Manfaat dan Macam Jenis Sistem Pemasaran Vertikal (Vertical Marketing System)

Manfaat dan Macam Jenis Sistem Pemasaran Vertikal (Vertical Marketing System)

Pemilik bisnis yang sedang menjalankan strategi pemasaran seringkali memusatkan perhatiannya untuk mengembangkan konten iklan, kampanye pemasaran, dan branding pesan (brand messaging) untuk pelanggan. Namun, tak jarang pula mereka juga melibatkan proses bisnis dari segi manajemen rantai pasokan dan manajemen biaya. Bila perusahaan sedang berencana atau sudah melakukan kedua manajemen proses bisnis di atas, maka itu tandanya ia telah menerapkan sistem pemasaran vertikal atau vertical marketing system.

Dengan menentukan sistem pemasaran, pemilik bisnis dan marketer yang berfokus pada segmentasi pasar yang sangat spesifik dapat mengembangkan perusahaan dan brandnya. Baik itu melalui pemasaran tradisional ataupun digital (digital marketing) tanpa mengalami banyak konflik di beberapa aspek atau metrik bisnis. Terutama pada sisi proses penjualan dan penentuan target pasar sehingga perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat dapat memperoleh customer advocacy terbaik.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan sistem pemasaran vertikal pada rencana pemasaran bisnis, Anda perlu terapkan strategi berdasarkan jenis sistemnya pada artikel ini untuk menjangkau, mengakuisisi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan Anda (customer service).

Definisi Sistem Pemasaran Vertikal

Definisi Sistem Pemasaran Vertikal

Melansir dari situs Marketing91, sistem pemasaran vertikal adalah proses kerja sama antara tiga saluran distribusi (produsen, pedagang grosir, dan retailer) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (demand) melalui proses pengembangan (product development) dan distribusi produk yang optimal.

Dengan cara ini, masing-masing pihak akan mampu meminimalisir biaya pengeluaran selama menjual produk (cost of goods sold). Sementara di sisi lain memperoleh banyak keuntungan bisnis (profit) dan kesempatan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis.

Sistem pemasaran ini menjadi solusi baru atas sistem pemasaran horizontal atau konvensional yang sebelumnya umum diterapkan berbagai industri untuk bersaing di pangsa pasar.

Secara teori, sistem pemasaran konvensional juga melibatkan tiga saluran distribusi (produsen, pedagang grosir, dan retailer) dalam upaya penjualan produk bisnis. Hanya saja, ketiganya bekerja dalam proses bisnis yang terpisah.

Sehingga, sistem pemasaran tersebut memungkinkan seluruh saluran distribusi memperoleh profit secara terpisah. Hal ini sangat rawan menimbulkan konflik diantara ketiganya karena ketika salah satu anggota saluran distribusi memaksimalkan keuntungannya, maka ia akan mengorbankan performa bisnis dari anggota saluran distribusi lainnya. Oleh karenanya, akan mengurangi keuntungan dari seluruh pendapatan perusahaan (revenue) dan juga ROI.

Baca Juga:

Dengan demikian, sudah paling tepat untuk menggunakan sistem saluran pemasaran vertikal. Sebab, proses-proses di dalamnya dapat mengatasi masalah yang terkait dengan semua elemen rantai pasokan dan mengoptimalkan keuntungan bagi pemilik bisnis. Namun, untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan tersebut, perusahaan membutuhkan keterampilan komunikasi dan koordinasi yang baik (corporate communication) dengan masing-masing elemen distribusi dan pelanggan potensial (lead).

Peran dan Manfaat Sistem Pemasaran Vertikal

Berdasarkan penjelasan pengertian di atas, sistem pemasaran vertikal sangatlah berguna sebagai pengelolaan sistem dengan kontrol yang efisien. Sehingga, perusahaan memiliki sistem administrasi yang lebih baik dari semua pihak yang terlibat dalam penyaluran bisnis.

Selain itu, sistem pemasaran ini menawarkan solusi terbaik di kelasnya untuk mengoptimalkan pesan pemasaran atau branding bisnis. Pasalnya, produsen, retailer, dan pedagang grosir masing-masing memiliki tujuan pemasaran yang sama untuk mencapai efisiensi yang lebih besar (konsep sustainable marketing).

Adapun manfaat-manfaat yang akan bisnis peroleh ketika menerapkan sistem pemasaran vertikal yaitu:

Jenis Sistem Pemasaran Vertikal

Banyak situs, salah satunya SendPulse, menggolongkan sistem pemasaran vertikal ke dalam tiga jenis utama. Berikut ini penjelasannya.

1. Sistem Pada Perusahaan (Corporate)

Dalam jenis pemasaran ini, perusahaan merampingkan proses dengan membawa semua elemen saluran distribusi, dari produsen ke retailer, di bawah kepemilikan satu bisnis. Atau dengan kata lain, salah satu dari tiga elemen saluran distribusi memiliki kepemilikan bisnis secara keseluruhan. Baik itu retailer atau pengecer yang menjadi bos utama, atau grosir atau produsen itu sendiri akan mengatur rantai pasokan bisnis dari awal hingga akhir.

Meskipun hanya ada satu bisnis yang mengendalikan semua proses produksi dan distribusi, setiap organisasi di dalam saluran ini terus mengelola proses bisnisnya sendiri. Hal ini bisa dikatakan sebagai joint venture dalam konsep lingkungan bisnis dari tiga perusahaan yang berbeda.

Baca Juga:

2. Sistem yang Dikelola (Administered)

Pada sistem pemasaran vertikal yang dikelola, terdapat upaya dominan dari produsen atau distributor. Oleh sebab itu, kegiatan perusahaan yang terlibat dalam jalur produksi dan distribusi dipengaruhi oleh ukuran dan kekuatan salah satunya.

Umumnya tidak ada kontrak formal, akan tetapi perilaku ketiga saluran distribusi dipengaruhi oleh ukuran dan kekuatan dari sang pemilik. Misalnya, sebuah brand besar mungkin memiliki hubungan atau asosiasi dengan pedagang grosir atau retailer untuk mendapatkan sejumlah barang tertentu di toko mereka.

3. Sistem Kontrak (Contractual)

Terakhir, dalam sistem kontrak, pemilik independen di setiap level berada di bawah kontrak pihak yang lebih tinggi. Atau sederhananya, setiap anggota saluran distribusi tampil sebagai entitas independen. Ibaratnya, sistem pemasaran vertikal kontraktual mendukung produk tertentu di toko mereka (endorsment) di samping menjual produk lain juga.

Seluruh elemen saluran distribusi mengintegrasikan kinerja mereka untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan memperoleh nilai bagi semua perusahaan yang terlibat dalam proses tersebut (enterprise value).

Misalnya, pedagang grosir membuat kontrak dengan produsen atau brand alat tulis untuk menjual sejumlah produk alat tulisnya dengan biaya tertentu. Model sisitem ini juga akrab di gunakan oleh bisnis waralaba, seperti Pizza Hut, Domino’s Pizza, dan McDonald’s.

Langkah Memulai Sistem Pemasaran Vertikal

Nah, setelah memahami konsep dasar pemasaran vertikal di atas, kini saatnya Anda mulai sistem pemasaran perusahaan Anda dengan beberapa langkah jitu berikut ini.

1. Tentukan Target Pelanggan

Karena Anda perlu menemukan audiens yang paling tepat dan menyempurnakan pesan penjualan Anda dalam sistem pemasaran vertikal, Anda perlu pertimbangkan dan tentukan target pelanggan untuk selanjutnya menjadi buyer persona Anda. Dengan melakukannya, Anda dapat menyusun jenis kampanye pemasaran terbaik dan menghindari pengeluaran biaya perusahaan yang berlebihan.

2. Bangun Strategi Konten yang Solid

Setelah itu, Anda perlu merencanakan pengembangan strategi konten pemasaran bisnis (content plan) yang akan menghubungkan brand Anda dengan target audience (brand engagement). Ingatlah bahwa tujuan Anda di sini adalah membuat konten yang di sesuaikan dan berharga. Yang mana umumnya di tujukan untuk pasar B2B.

Khususnya pada pasar B2B, pilihlah share of voice yang akan menjaga konsistensi reputasi brand Anda di semua saluran pemasaran (brand voice). Selanjutnya, identifikasilah nilai jual unik Anda (unique selling point) untuk membedakan brand Anda dari milik kompetitor.

3. Tingkatkan Kehadiran Online dan Offline

Setelah rencana pemasaran konten berhasil dikembangkan, Anda harus mulai meningkatkan visibilitas Anda melalui upaya kolaborasi dengan distributor Anda untuk menentukan cara meningkatkan kehadiran online dan offline Anda. Pada akhirnya, Anda perlu mencari tahu di mana audiens Anda menghabiskan waktu mereka untuk terhubung dengan brand Anda (relationship marketing), dan memfokuskan upaya pemasaran Anda di sana.

Demikian penjelasan singkat seputar sistem pemasaran vertikal versi inMarketing yang merujuk berbagai sumber. Pada intinya, sistem pemasaran ini merupakan alternatif dari sistem pemasaran tradisional yang mana melibatkan kerja sama antara beberapa perusahaan dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pelanggan prospek, mendapatkan lebih banyak keuntungan, dan mengurangi biaya pengeluaran bisnis.

Baca Juga: