Memahami Apa Itu Social Advertising dan Bedanya Dengan Social Media Marketing

Memahami Apa Itu Social Advertising dan Bedanya Dengan Social Media Marketing

Dalam menyusun strategi iklan, marketer akan dihadapkan pilihan untuk menentukan jenis kampanye iklan yang akan bisnis gunakan dalam rangka menyampaikan brand image sekaligus memasarkan produk atau layanan bisnis (marketing strategy). Nah, salah satu jenis iklan yang banyak bisnis terapkan adalah iklan sosial atau social advertising.

Di tengah era transformasi digital atau digitalisasi bisnis saat ini, pamor social advertising semakin melejit. Mengingat bahwa implementasinya mengandalkan media sosial atau media online sebagai salah satu teknologi pengiklanan yang sudah melekat di kehidupan calon pelanggan (leads) atau pun segmen pasar secara luas.

Apalagi banyak marketer meyakini bahwa iklan sosial menjadi bagian dari strategi social selling yang ampuh dalam menjangkau target pasar sebanyak-banyaknya. Serta dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan pangsa pasar bisnis yang lebih positif.

Akan tetapi, sebagian marketer pemula terkadang kesulitan dalam mengembangkan iklan sosial terbaik sesuai niche bisnisnya. Untuk itu, inMarketing rangkum teori singkat social advertising serta tips pilihan untuk membuat iklan yang efektif membantu perkembangan brand yang sukses dan berprofit.

Pengertian Social Advertising (Iklan Sosial)

Melansir dari situs Marketing91, social advertising adalah salah satu jenis iklan yang disebarkan melalui platform media sosial (paid media, earned media, owned media), social messaging, atau bahkan website (landing page) dalam rangka mengoptimalkan minat sosial (social proof).

Social advertising dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran media sosial (social media marketing) yang lebih luas yang mana dirancang untuk menghubungkan bisnis dengan pelanggan. Hal tersebut membuat marketer dapat memenuhi tujuan non-komersial bisnis dengan menggunakan media mix yang relevan di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.

Baca Juga:

Iklan sosial yang berisikan pesan brand ini menjadi peluang terbaik bagi perusahaan untuk terhubung dengan prospek (relationship marketing), menyampaikan marketing communication, dan mendapatkan feedback atau tanggapan langsung dari mereka.

Dengan begitu, perusahaan dapat menjangkau (reach) target pelanggan atau customer base dengan lebih efektif. Tak jarang pula perusahaan dapat mengoptimalkan reputasi brand dan mencapai tujuan dan target bisnis melalui penerapan iklan sosial ini.

Perbedaan Social Advertising Dengan Social Media Marketing

Walaupun social advertising dikatakan sebagai bagian dari social media marketing karena sama-sama mengandalkan media sosial, keduanya memiliki poin perbedaan.

Intinya, iklan atau kampanye pemasaran media sosial dapat Anda jalankan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya atau bahkan tidak perlu biaya fixed cost sama sekali. Misalnya, Anda tidak harus membayar biaya pendaftaran untuk membuat akun media sosial bisnis.

Sedangkan pembuatan dan penyebaran iklan sosial masih membutuhkan sejumlah biaya yang besaran biayanya tergantung pada jenis konten dan saluran pemasaran yang digunakan. Misalnya, ketika Anda mengiklankan konten bisnis di platform media sosial tertentu, maka Anda harus membayar sejumlah rupiah kepada penyedia platform. Sebut saja Google Ads, Instagram Ads, Facebook Ads, Twitter Ads, YouTube Ads, atau bahkan LinkedIn Ads.

Poin tambahan!

Semua jenis advertising merupakan bagian dari strategi marketing. Tetapi, tidak semua marketing adalah advertising.

Manfaat Penerapan Social Advertising

Berdasarkan penjelasan di atas, adapun beberapa manfaat yang bisa bisnis rasakan dari penerapan social advertising adalah sebagai berikut.

1. Mengoptimalkan Brand Awareness

Iklan sosial cukup efektif untuk dimanfaatkan oleh perusahaan rintisan baru (startup) atau bisnis UKM/UMKM yang ingin mengiklankan brand identity dan produk flagshipnya sebagai bentuk meningkatkan daya saing bisnis.

Bentuk iklan ini akan membantu perusahaan menjangkau banyak calon pelanggan yang mungkin tertarik dengan aplikasi, produk, atau layanan baru. Di mana hal tersebut akan mendorong kesempatan terciptanya brand awareness dengan cepat.

Baca Juga:

2. Meningkatkan Conversion Rate

Social advertising menarik perhatian banyak calon pelanggan karena mereka dapat lebih mudah terlibat dan terhubung di media sosial (social media engagement) daripada di saluran tradisional, seperti koran, majalah, brosur, televisi, atau radio.

Sebab, marketer menargetkan pelanggan dengan memanfaatkan consumer behavior dan data segmen pasar itu sendiri. Faktor itulah yang membuat iklan sosial sangat bermanfaat dalam peningkatan conversion rate pelanggan (lead conversion).

3. Efisiensi ROI

Iklan sosial juga terkenal sebagai jenis iklan yang ramah kantong sekaligus menyediakan data pelanggan yang efisien dan spesifik.

Di samping itu, metode ini membantu pengiklan dapat menilai performa iklan dan mengoptimalkan kinerja bisnis dengan cepat.

Jadi, perusahaan juga dapat mengefisiensikan ROI sesuai dengan target bisnis tanpa harus melakukan media buying.

4. Menumbuhkan Brand Loyalty

Secara tak langsung, iklan sosial yang bermakna dapat mendorong keinginan pelanggan untuk loyal dengan brand (brand loyalty).

Begitu pelanggan menjadi loyal terhadap brand (customer loyalty), mereka cenderung bersedia menjadi pelanggan yang membeli (sales lead) daripada rata-rata pelanggan baru.

Proses social advertising mencoba untuk menjaga posisi brand di atas di benak pelanggan, sementara iklan tersebut juga terus menegaskan kembali pilihan pelanggan.

Hal ini akan mengubah pelanggan menjadi brand ambassador atau bahkan influencer yang akan menjalankan word-of-mouth atau pun user generated content di sekitar keluarga dan teman-temannya.

Praktik Terbaik Mengembangkan Social Advertising

Praktik Terbaik Mengembangkan Social Advertising

Sesuai janji di awal artikel, inMarketing juga akan memberikan sejumlah tips atau praktik terbaik dalam membuat dan menyebarkan iklan sosial. Berikut ini penjelasannya.

1. Pilih Platform Advertising Terbaik

Seperti judulnya, Anda harus memilih platform yang paling sesuai dengan tujuan periklanan sosial brad Anda.

Menyadari platform yang tepat dan sesuai dengan produk atau layanan Anda adalah langkah yang sangat penting untuk segera bisa bertemu dengan audiens yang tepat.

Setiap platform memiliki audiens yang spesifik dan brand Anda harus menyadari buyer persona mereka.

2. Tentukan Anggaran Iklan

Penting adanya untuk Anda membandingkan atau menganalisis perkiraan biaya dan manfaat yang terkait dengan keputusan proyek bisnis (cost benefit analysis).

Saat melakukan periklanan di media sosial, pastikan untuk menentukan cost-per-impression (CPM) atau iklan pay-per-click (PPC).

Pemilihan ini membantu Anda memutuskan apakah ingin mengoptimalkan brand awareness atau konversi pelanggan.

3. Tetapkan Aturan Dasar dan Materi Iklan

Batas-batas dan target bisnis perlu didefinisikan terlebih dahulu oleh orang-orang untuk pengembangan bisnis dan konsep kreatif.

Untuk itu, Anda perlu jalankan branding yang diikuti dengan pembuatan format iklan, bisa terdiri dari logo, desain, warna, gaya, salinan, font yang bagus, dan lain-lain.

Kemudian, pengiklan harus memutuskan preferensi dasar seperti template iklan dan palet warna yang elegan, dramatis, atau sederhana.

Demikian beberapa informasi yang perlu Anda ketahui seputar social advertising. Bagi Anda yang akan merencanakan perkembangan bisnis (business plan) dengan menerapkan iklan sosial dan pemasaran, Anda bisa gunakan layanan digital marketing agency untuk strategi marketing modern yang lebih optimal. Mulai dari inbound marketing, data driven marketing, 360 digital marketing, dan growth hack marketing.

Baca Juga: