Social Media Strategy, Langkah Strategis Terbaik Dalam Meningkatkan Brand Awareness

Seiring dengan perkembangan tren digital marketing dan transformasi digital bisnis, media sosial menjadi saluran pemasaran yang harus digunakan untuk memaksimalkan strategi pemasaran, marketing campaign, branding, hingga strategi penjualan tertentu. Oleh sebab itu, seorang marketer perlu memahami keseluruhan penerapan strategi bisnis menggunakan media sosial yang lebih dikenal dengan social media strategy.

Mengingat hasil laporan global dari DataReportal yang menyatakan bahwa hingga awal tahun 2022, hampir 60% populasi atau sekitar 4,6 miliar orang dari seluruh negara menjadi pengguna aktif media sosial, khususnya pada platform YouTube, Instagram, dan TikTok. Serta mampu menghabiskan rata-rata waktu penggunaan media sosial sekitar 2,27 jam di setiap harinya.

Oleh sebab itu, marketer perlu perencanaan dan strategi marketing terbaik dalam menggunakan media sosial sebagai marketing tools. Mulai dari perencanaan dan pengembangan konten pemasaran, penentuan waktu posting di media sosial, hingga strategi engagement bisnis.

Simak penjelasan artikel inMarketing berikut untuk memahami lebih dalam seputar social media strategy beserta langkah atau cara terbaik mengembangkannya untuk memaksimalkan strategi pemasaran digital.

Apa Itu Social Media Strategy?

Melansir dari situs HubSpot, social media strategy adalah gambaran besar perencanaan konten yang akan bisnis Anda posting di platform media sosial, tujuan dan target bisnis, saluran media sosial untuk mempromosikan bisnis, serta analisis metrik untuk mengukur kinerja pemasaran bisnis melalui media sosial (digital marketing metric).

Pengertian lain menyebutkan bahwa strategi media sosial merupakan bagian dari rencana utama bisnis dalam membuat, memposting, dan terlibat langsung dengan konten media sosialnya (social media engagement). Rencana-rencana tersebut mencakup guideline konten sosial, kampanye pemasaran media sosial, dan strategi engagement.

Dengan kata lain, langkah strategi media sosial ini mencakup sasaran atau tujuan media sosial dalam melengkapi strategi pemasaran digital bisnis secara keseluruhan.

Baca Juga:

digital marketing agency

Manfaat Social Media Strategy

Saat ini, sudah banyak marketer bisnis memanfaatkan media sosial secara penuh untuk terhubung dengan pelanggan (mendukung relationship marketing), mengiklankan produk atau layanan bisnis terbaru (advertising campaign), dan mempromosikan penawaran khusus.

Selain itu, dengan social media strategy yang tepat, marketer dan segenap stakeholder perusahaan yang terlibat mampu:

Baca Juga:

3 Cakupan Social Media Strategy

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa social media strategy mencakup beberapa konsep yang pastinya mendukung perkembangan brand bisnis di media sosial. Adapun konsep-konsep tersebut adalah:

  1. Social Media Marketing Strategy. Pada dasarnya, social media marketing strategy meliputi langkah-langkah yang dapat memaksimalkan aktivitas media sosial melalui upaya pemasaran bisnis, branding, hingga penjualan produk di channel media sosial.
  2. Social Media Content Strategy. Sesuai namanya, konsep ini lebih berfokus pada penyusunan format konten dan output untuk pemasaran media sosial. Sehingga, perusahaan harus melihat pembuatan konten, isi dan tone pesan brand, penjadwalan konten, dan lain-lain.
  3. Social Media Engagement Strategy. Konsep strategi ini melibatkan metrik content marketing atau ukuran seberapa besar ketertarikan dan keterlibatan target pasar untuk berinteraksi dengan akun dan konten pemasaran (engagement metric) pada media sosial milik bisnis (owned media).

Cara Mengembangkan Social Media Strategy 2022

Cara Mengembangkan Social Media Strategy 2022

Sejatinya, penerapan social media strategy akan berbeda tergantung pada brand voice dan brand position, demografi dan persona audiens target, batasan platform media sosial, dan pain point pelanggan. Saat Anda mengembangkan strategi media sosial bisnis, Anda perlu mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sehingga pesan bisnis Anda dapat menjangkau audiens yang tepat dalam basis pelanggan yang tepat.

Setelah memahami faktor-faktor di atas, Anda dapat mengembangkan strategi media sosial bisnis dengan lebih mudah melalui langkah-langkah berikut ini.

1. Tentukan Tujuan dan Target Bisnis

Langkah pertama untuk menciptakan strategi media sosial yang unggul adalah menetapkan tujuan dan target bisnis. Di mana tujuan tersebut harus sejalan dengan tujuan pemasaran menggunakan media sosial.

Tanpa menentukan tujuan, bisnis Anda tidak akan memiliki cara yang cukup efektif untuk mengukur kesuksesan dan ROI (return on investment). Mengutip dari situs Hootsuite, setiap tujuan haruslah bersifat S.M.A.R.T atau Spesific (spesifik), Measurable (terukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-bound (dibatasi waktu)

Luangkan waktu khusus untuk memikirkan apa yang ingin bisnis Anda capai dari media sosial. Misalnya, nilai brand awareness yang lebih besar di pangsa pasar tertentu, untuk mempelajari lebih lanjut tentang audiens (customer acknowledgment), memperbanyak jumlah followers media sosial, atau menghasilkan lebih banyak prospek.

Setelah itu, jabarkan tujuan-tujuan tersebut ke dalam KPI untuk memahami metrik media sosial mana yang penting bagi bisnis. Jenis KPI yang mungkin bisa Anda gunakan adalah vanity metric, actionable metric, CTR (click-though rate), dan conversion rate.

2. Riset Target Audience dan Kompetitor

Sebelum membuat pesan dan konten yang dipersonalisasi, Anda perlu memahami siapa audiens Anda dan apa yang mereka inginkan dari bisnis. Nah, adapun cara terbaik untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan melakukan riset pasar (market research) yang nantinya dilanjut dengan tahapan analisis pasar.

Anda bisa lakukan riset pasar dengan menerapkan survei online, wawancara dengan pelanggan, membentuk grup fokus, atau dengan melakukan social listening. Cara-cara tersebut dapat memudahkan Anda untuk menganalisis persona pembeli berdasarkan profil dan wawasan pembeli dalam rangka menciptakan gambaran pelanggan ideal Anda.

Selain riset audiens, Anda juga perlu lakukan riset dan analisis kompetitor (competitive analysis). Supaya Anda memahami apa yang dilakukan pesaing Anda di ruang sosial, platform apa yang mereka gunakan, dan kampanye pemasaran apa yang mereka jalankan. Dengan begitu, bisnis Anda menemukan dan membentuk poin-poin unik yang akan menjadi keunggulan kompetitif.

3. Tentukan Platform Media Sosial yang Ingin Digunakan

Seperti yang telah kami sampaikan di awal artikel ini, perkembangan media sosial sebagai platform pemasaran sangatlah pesat seiring dengan tren digitalisasi bisnis. Sehingga hal tersebut memengaruhi kemunculan banyak jenis media sosial.

Akan tetapi, utamanya Anda bisa mulai langkah social media strategy ini dengan menggunakan Facebook a.k.a Meta Business, Instagram, LinkedIn untuk niche perusahaan B2B (business-to-business), Twitter, TikTok, YouTube, dan bahkan Pinterest.

4. Rencanakan dan Susunlah Konten yang Menarik

Setelah menentukan platform media sosial yang paling sesuai dengan kebutuhan pemasaran, kini saatnya Anda untuk merencanakan dan menyusun kontennya. Tentukan share of voice brand yang ingin dicantumkan ke dalam konten yang tentunya mencerminkan brand identity bisnis Anda. Bila Anda membuat konten penjualan, perhatikan pula nilai unique selling point (USP) yang lebih unggul dari kompetitor. Setelah itu, jadwalkan konten secara teratur agar pesan brand Anda selalu audiens lihat.

5. Kelola dan Bangun Keterikatan Dengan Target Audience

Anda mungkin telah menjalankan kampanye media sosial yang sukses atau engagement terbaik pada konten yang Anda posting. Namun, bagian tersulit dari social media marketing adalah konsistensi. Untuk itu, pastikan bahwa marketer Anda mengelola atau mengawasi kinerja pemasaran di media sosial secara berkala dengan melakukan A/B testing atau dengan melacak KPI. Nantinya, Anda akan mengetahui waktu terbaik untuk posting konten atau jenis konten apa yang mendorong brand awareness dan engagement tertinggi.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.