Langkah Strategi Iklan (Advertising Strategy) yang Efektif Bagi Pemasaran Bisnis

Langkah Strategi Iklan (Advertising Strategy) yang Efektif Bagi Pemasaran Bisnis

Iklan atau advertisement menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan segala aktivitas strategi promosi atau branding dan pemasaran produk bisnis. Baik itu pemasaran tradisional maupun pemasaran digital untuk mempromosikan produk flagship yang sudah ada atau produk yang baru diluncurkan (product launch). Dan dalam pelaksanaannya, Anda sebagai pemilik bisnis atau marketer perlu merencanakan strategi iklan atau advertising strategy yang tepat.

Melalui strategi periklanan, perusahaan dapat menjangkau (reach) target pasar yang paling sesuai dengan brand (prospecting), menarik minat pelanggan (customer touchpoint), dan menciptakan brand awareness pada pelanggan. Sehingga hal tersebut akan membantu tugas marketer dalam mengonversi leads (lead conversion) menjadi pelanggan yang membeli (sales leads) serta meningkatkan penjualan dan pendapatan bisnis (revenue).

Supaya beberapa manfaat di atas bisa bisnis Anda dapatkan, maka Anda perlu simak penjelasan artikel inMarketing ini yang akan mengulas jenis dan langkah-langkah mengembangkan strategi iklan yang efektif. Dengan begitu, Anda dapat berpartisipasi dalam upaya pengembangan bisnis untuk menembus pangsa pasar terbaik.

Pengertian Strategi Iklan (Advertising Strategy)

Pengertian Strategi Iklan (Advertising Strategy)

Berdasarkan kutipan situs Marketing91, advertising strategy atau strategi iklan adalah serangkaian langkah kampanye iklan (advertising campaign) yang mana merupakan bagian dari perencanaan pemasaran brand dan salah satu bentuk kampanye pemasaran bisnis. Sehingga, apa pun strategi pengiklanannya, maka harus selaras dengan tujuan dan target perusahaan.

Melengkapi bagian awal artikel, strategi ini akan membantu marketer menjangkau segmen pasar pelanggan potensial (lead), mengomunikasikan product value yang bisnis tawarkan (marketing communication), serta meyakinkan mereka untuk membeli produk atau layanan bisnis (product knowledge).

Dalam penerapannya, advertising strategy harus mempertimbangkan pemilihan strategi branding, brand voice, dan brand identity. Sehingga, iklan Anda dapat memengaruhi pengalaman pelanggan dan brand image secara keseluruhan.

Jika Anda berhasil membuat rencana tindakan periklanan (action plan) yang efektif sesuai tujuan pemasaran, maka bisnis Anda berpeluang mendapatkan profit dan ROI (return on investment) yang maksimal.

Baca Juga:

Macam Jenis Strategi Iklan (Advertising Strategy)

Perlu Anda ingat bahwa penyusunan strategi iklan menyesuaikan situasi, identitas, dan tujuan setiap merek yang unik (unique value proposition). Oleh sebab itu, strategi ini memiliki empat jenis utama yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu:

1. Content Advertising

Jenis pertama strategi iklan ini diklaim efektif dalam mempengaruhi konsumen secara langsung melalui saluran pemasaran yang berbeda (influence marketing).

Umumnya, marketer yang menerapkan iklan berbasis konten ini akan memasarkan iklan dengan brand message yang jelas dan tertarget (direct marketing) sehingga perusahaan mampu menjangkau prospek sebanyak mungkin dengan cepat.

Meskipun content advertising memiliki karakteristik yang mirip dengan content marketing, sejatinya content advertising lebih fokus pada brand, alih-alih hanya mengiklankan produk atau layanan bisnis.

Jika Anda akan mengimplementasikan iklan berbasis konten, Anda bisa membuat tipe iklan yang membandingkan brand Anda dengan kompetitor di niche bisnis yang sama atau lebih dikenal dengan comparative advertising. Dengan begitu, Anda dapat memperkuat karakteristik unik brand Anda dan meyakinkan konsumen bahwa brand Anda menawarkan lebih banyak manfaat atau keunggulan (brand value).

Tak hanya itu, Anda juga bisa menerapkan content advertising pada momen tertentu yang dikenal dengan seasonal advertising. Dengan seasonal advertising, Anda akan mengiklankan sekaligus memasarkan produk atau layanan khusus sesuai dengan momen-momen spesial yang banyak konsumen rayakan (seasonal product marketing).

Strategi iklan konten ini akan semakin maksimal apabila Anda juga memanfaatkan prinsip native advertising. Alhasil, Anda dapat membangun pengalaman emosional pelanggan (emotional marketing) dan kepuasan pelanggan dengan brand (customer satisfaction) yang lebih positif.

2. Pull Advertising

Pull advertising adalah strategi iklan yang umumnya diterapkan saat brand sudah terkenal dan memiliki posisi baik di pasar (brand position). Alih-alih fokus mengakuisisi banyak pelanggan (customer acquisition), strategi ini bertujuan untuk mempertahankan kesan positif brand di benak konsumen selama customer journey.

Hampir sama seperti pull marketing, pull advertising berfokus pada tujuan bisnis dalam memenuhi demand pelanggan (demand management). Sehingga Anda dapat mengidentifikasi dan mengelola merek (brand management) dan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang (business continuity).

Adapun contoh penerapan strategi iklan dengan pull advertising adalah email marketing, word of mouth, dan loyalty program.

Baca Juga:

3. Push Advertising

Berbeda dengan pull advertising, push advertising lebih cocok Anda terapkan ketika akan mempromosikan produk atau layanan baru sebagai strategi mengenalkan brand dengan lebih luas, mendapatkan posisi terbaik di pasar (market positioning), dan menghasilkan banyak penjualan bisnis.

Jenis strategi iklan ini umumnya berkaitan dengan guerilla marketing, yaitu jenis pemasaran iklan di mana perusahaan menggunakan kejutan dan interaksi inovatif nonkonvensional sebagai strategi promosi yang hemat biaya.

Dalam banyak kasus, push advertising juga sejalan dengan strategi penetapan harga (pricing strategy). Misalnya, menawarkan harga yang lebih murah pada produk yang baru rilis untuk menghasilkan mass marketing yang efektif dan brand authority terbaik.

4. Ownership Advertising

Dalam strategi ownership advertising, bisnis akan membuat pelanggan Anda berpartisipasi dalam kampanye iklan Anda. Contohnya, saat brand minuman soda, Coca-Cola, meminta pelanggan mereka untuk membagikan selfie mereka dengan sebotol cola di platform media sosial pribadi pelanggan dan menandai brand Coca-Cola di postingan mereka (user-generated content).

Dengan cara ini, brand Anda secara tidak langsung membuat calon konsumen lain membeli produk Anda. Dan dengan berbagi di platform media sosial pelanggan, brand Anda akan membuat pelanggan mengadvokasi produk mereka kepada teman dan keluarga mereka (advocacy marketing).

Langkah Mengembangkan Strategi Iklan (Advertising Strategy)

Dari penjelasan-penjelasan poin di atas, pada intinya strategi iklan adalah rencana-rencana dalam menjangkau dan membujuk pelanggan untuk membeli produk atau layanan. Dan menurut situs Inc, elemen dasar dari rencana-rencana tersebut adalah:

  • Bentuk dan keunggulan produk.
  • Pelanggan dengan karakteristik (buyer persona) dan perilakunya (customer behavior).
  • Penggunaan media pemasaran dan keunggulannya dalam memasarkan produk.
  • Implementasi dan hasilnya berdasarkan budget.

Supaya bisnis Anda bisa memenuhi elemen-elemen rencana tersebut, terapkan langkah-langkah mengembangkan strategi iklan berikut ini. Dengan begitu, Anda akan memiliki tujuan dan target bisnis yang jelas dalam lingkungan bisnis apapun.

1. Tentukan Tujuan Periklanan

Pertama-tama, tentukan tujuan periklanan bisnis Anda supaya Anda bisa senantiasa menciptakan strategi iklan yang paling efektif. Misalnya, untuk meningkatkan penjualan, untuk mempromosikan produk Anda yang baru diluncurkan, untuk menarik pengunjung toko, untuk meningkatkan traffic di website bisnis, dan lain-lain.

2. Tentukan Target Audience

Langkah kedua yang cukup krusial dalam menciptakan strategi periklanan yang efektif adalah dengan menentukan audiens yang ingin Anda targetkan. Anda bisa tentukan target audience dengan membuat buyer persona. Dengan demikian, Anda akan mampu membuat konten pemasaran terbaik yang akan menarik perhatian audiens Anda.

3. Tentukan Budget Iklan

Langkah penting berikutnya adalah menentukan anggaran kampanye iklan sebelum Anda memutuskan akan menerapkan jenis strategi periklanan tertentu. Tanpa budgeting, strategi iklan Anda tidak akan efektif.

4. Pilihlah Media Iklan Beserta Penjadwalannya

Setelah Anda menentukan produk dan target audience Anda, langkah selanjutnya yang harus Anda ambil adalah memilih media iklan yang ingin Anda gunakan untuk menjangkau audiens. Misalnya, media cetak atau media tradisional seperti majalah, koran, poster, dan brosur. Atau dengan social media branding di platform media sosial (paid media, earned media, atau owned media), video marketing, email marketing, atau landing page website.

Baru setelah itu, Anda jadwalkan penayangan iklan sebagai bentuk implementasi strategi iklan di depan pelanggan. Jangan lupa untuk selalu monitoring iklan di sekitar pelanggan serta mengukur atau menganalisis efektivitas strategi iklan Anda.

Bila kesulitan menerapkan langkah strategi di atas, Anda bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang akan membantu Anda dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih berprofit melalui pengiklanan. Selain untuk menyusun strategi iklan, Anda dapat memanfaatkan layanannya untuk mengembangkan beberapa strategi marketing. Seperti growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: