Tips Perencanaan dan Strategi Marketing Paling Jitu di Bulan Ramadan 2022

strategi marketing bulan ramadan 2022

Menjelang bulan suci Ramadan, semua bisnis pastinya sudah mulai melakukan perencanaan bisnis dan menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan, revenue bisnis, hingga sales growth. Namun, tentunya Anda tidak bisa sembarangan dalam menentukan strategi marketing bulan Ramadan 2022. Sebab, Ada banyak poin yang perlu Anda pertimbangkan.

Menilik dari strategi marketing di bulan Ramadan pada tahun 2021, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Di mana 90% saluran pemasaran dikuasai oleh online marketplace. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi bisnis online perlu kembali Anda tingkatkan sebagai strategi marketing untuk bulan Ramadan tahun ini.

Selayaknya seasonal marketing yang bergantung pada musim-musim tertentu, di bulan Ramadan pun perilaku pelanggan juga mengalami perubahan. Di mana tingkat konsumtif semakin melejit dalam hal pakaian, makanan, hingga dekorasi rumah.

Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk menciptakan seasonal product, yakni produk yang Anda produksi berdasarkan permintaan (demand) target pasar dan market orientation. Sehingga strategi engineer to order menjadi pilihan jitu untuk Anda terapkan.

Dengan demikian, kesempatan Anda untuk mendapatkan laba, omzet, menjaring leads baru, meminimalkan biaya produksi (cost of goods), hingga meningkatkan conversion rate pun akan semakin terbuka lebar.

Lantas, apa saja strategi pemasaran yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di bulan Ramadan tahun 2022?

Perencanaan dan Strategi Marketing Bulan Ramadan 2022

perencanaan dan strategi marketing bulan ramadan

Marketing strategy dan marketing plan menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap perencanaan bisnis (business plan) dan strategi business development. Tak terkecuali untuk menghadapi persaingan pasar di bulan Ramadan.

Untuk menghadapi permintaan yang cenderung melambung tinggi pada bulan Ramadan, perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapinya. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:

digital marketing agency

1. Siapkan Promo, Diskon, atau Paket Bundling Khusus di Bulan Ramadan

Semua pelanggan pastinya menyukai promo, diskon, atau paket bundling. Secara tak langsung, strategi ini akan mendorong keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian dengan iming-iming harga yang lebih murah.

Anda bisa menyajikan dua produk yang berbeda dalam satu kemasan jual yang menarik dengan harga yang terjangkau. Sebarkan informasi pada pelanggan Anda melalui direct marketing dan berbagai saluran pemasaran (multichannel maupun omnichannel) yang Anda gunakan. Jangan lupa untuk membuat marketing campaign agar strategi pemasaran semakin maksimal. Entah itu melalui digital marketing maupun traditional marketing.

Selain itu, berikan keterangan bahwa produk tersebut hanya tersedia dalam jangka waktu tertentu di bulan puasa saja. Sehingga, pelanggan akan lebih semangat dalam melakukan pembelian, karena stoknya yang sangat terbatas.

Strategi seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan angka penjualan karena setiap pelanggan pastinya tidak ingin ketinggalan promo yang sedang berjalan.

Baca Juga :

2. Buat Produk Spesial

Strategi yang kedua adalah Anda bisa membuat produk spesial khusus untuk edisi Ramadan atau Lebaran. Manfaatkanlah momen ini untuk meluncurkan produk (product launch) yang memang hanya tersedia dalam stok terbatas.

Misalnya koleksi pakaian muslim edisi terbatas, atau produk makanan spesial di bulan puasa (kue, sirup, dan lain sebagainya). Bagi Anda yang berbisnis di bidang kuliner, Anda bisa meluncurkan menu spesial selama bulan puasa berlangsung. Misalnya takjil dan hidangan spesial untuk berbuka puasa.

Namun, jangan lupa untuk menggunakan product insights guna menciptakan produk berkualitas dalam proses product development. Hal ini bertujuan agar produk spesial yang Anda luncurkan tidak gagal di pasaran karena Anda telah menganalisis sentimen pelanggan dan consumer behavior melalui informasi (customer data) yang telah Anda kumpulkan.

Misalnya, bagi Anda yang bergelut di bidang fashion, maka cobalah mengamati tren model pakaian yang sedang populer di pasaran saat ini. Dengan demikian, Anda tidak akan ketinggalan tren dan menciptakan produk yang up to date.

3. Menambah Jam Layanan

strategi marketing dengan menambah jam layanan

Mungkin terdengar sederhana. Namun, menambah jam layanan akan sangat berpengaruh pada pendapatan perusahaan. Sebab di bulan puasa, biasanya pelanggan akan aktif pada jam-jam tertentu seperti saat berbuka atau sahur.

Oleh sebab itu, tambahkanlah jam layanan di waktu yang tepat untuk melakukan promosi. Misalnya seperti menjelang tengah malam, sehabis sahur, dan pada waktu menjelang berbuka puasa.

4. Siapkan Persediaan atau Stok Produk

Menjaga inventory atau persediaan produk selama bulan Ramadan adalah cara jitu agar bisnis bisa tetap eksis. Terutama pada 7 hari terakhir Ramadan dan 7 hari setelah Hari Raya Idulfitri.

Ingatlah bahwa Anda harus menyediakan produk dalam batas aman, yakni 2 hingga 4 kali lipat dari jumlah normal. Terlebih apabila produk Anda termasuk laris di pasaran. Selain itu, dengan menyeimbangkan produksi sesuai kebutuhan, perusahaan harus dapat memperkirakan (forecast) jumlah permintaan konsumen kedepannya. Keuntungan lainnya adalah perusahaan juga dapat memperkirakan CBA (Cost Benefit Analysis).

Biasanya, produk yang akan mengalami peningkatan drastis selama bulan Ramadan adalah bahan pokok atau sembako, serta kebutuhan sandang seperti baju muslim, pakaian, hingga hijab dan alas kaki.

Baca Juga :

5. Desain Ulang Produk dengan Nuansa Ramadan

Strategi yang satu ini sekaligus mencegah terjadinya ad fatigue atau kebosanan terhadap iklan atau desain produk Anda. Untuk itu, Anda bisa mendesain ulang produk dengan menambahkan suasana Ramadan agar produk Anda terkesan selalu diperbarui (brand refresh).

Bagi Anda yang memiliki bisnis offline, jangan lupa untuk mendesain toko dengan suasana Ramadan. Selain itu, cobalah untuk meminta pada setiap karyawan Anda untuk menggunakan busana muslim dan memutar berbagai musik bernuansa religi agar suasana bulan puasa semakin kental.

6. Manfaatkan Media Sosial

strategi marketing dengan memanfaatkan media sosial

Sebagaimana penjelasan di atas, pada bulan Ramadan tahun lalu 90% pasar dikuasai oleh online marketplace. Selain karena adanya pandemi yang membuat mayoritas orang lebih nyaman melakukan transaksi secara online, pengaruh penggunaan media sosial dan internet yang semakin menjamur juga menjadi alasan utama.

Menurut penelitian, saat ini ada 73% pengguna internet yang cenderung lebih suka melakukan pembelian pada marketplace setelah tergiur iklan di media sosial. Sehingga, media sosial mempunyai peranan yang sangat besar dalam mendukung kegiatan pemasaran Anda.

Oleh sebab itu, manfaatkanlah seluruh platform media sosial yang brand Anda miliki untuk melakukan kampanye pemasaran (social media marketing). Selain itu, Anda juga bisa melakukan social messaging untuk menjalin komunikasi (relationship) dengan pelanggan sekaligus menawarkan promo-promo menarik. Misalnya melalui Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, Telegram, WhatsApp, hingga email dan website perusahaan.

Gunakan platform-platform tersebut untuk memberikan informasi terbaru seputar produk dan penawaran menarik yang sedang berlangsung. Siapkan konten marketing yang berkualitas dengan CTA (Call to Action) yang menarik agar pelanggan semakin terpikat.

7. Menggunakan Jasa Influencer

Sekitar 68% marketer mengatakan bahwa partnership marketing menyumbang keuntungan besar bagi perusahaan. Salah satu bentuk partnership atau kemitraan bisnis yang bisa Anda pilih adalah menggunakan jasa influencer.

Sebab, tak jarang banyak orang yang tertarik membeli suatu produk setelah melihat influencer menggunakan produk serupa. Sehingga strategi influencer marketing cukup menjanjikan karena dapat memberikan engagement yang cenderung besar.

Namun, apabila Anda memiliki budget yang terbatas, cobalah untuk menggunakan jasa micro influencer terlebih dahulu. Meski jangkauannya lebih kecil, namun biasanya micro influencer memiliki chemistry yang lebih kuat dengan para pengikutnya.

Selain itu, menggunakan jasa micro influencer juga cocok bagi Anda yang mau memasarkan produk pada target yang lebih spesifik. Sesuai dengan tipe pengikut atau followers yang influencer tersebut miliki. Misalnya, influencer berusia remaja biasanya akan memiliki mayoritas pengikut dengan rentang usia yang sama.

Baca Juga :

8. Membuat Konten yang Membangkitkan Emosional Pelanggan

Anda juga bisa membuat konten yang membangkitkan emosional (emotional marketing) sebagai strategi pemasaran di bulan Ramadan. Cobalah membuat konten bertema story telling. Bangun kepercayaan terhadap brand (brand authority) dan relasi melalui sebuah cerita yang sekiranya dapat menarik perhatian audiens yang Anda miliki.

Contohnya adalah konten seputar kisah sukses, cerita pelanggan, atau kisah-kisah inspiratif lainnya yang dapat menarik perhatian dan emosi pelanggan. Kenapa strategi ini perlu Anda pertimbangkan? Sebab, emosi dan empati pelanggan merupakan salah satu faktor yang paling memengaruhi keputusan pembelian dalam tahapan pemasaran (marketing funnel).

9. Menciptakan Konten Edukatif dan Insighful

strategi marketing dengan menciptakan konten edukatif

Selain membangkitkan emosional pelanggan, saat ini content marketing yang dapat mengedukasi sekaligus insightful akan lebih efektif dalam pemasaran. Inilah sebabnya, 70% pelanggan cenderung tertarik untuk melakukan pembelian setelah melihat konten yang edukatif (educational) dan menginspirasi selama melalui customer journey.

Bahkan, konten-konten seperti ini juga bisa membuat customer experience menjadi lebih efektif. Dengan pengalaman pelanggan yang semakin baik, maka peluang Anda untuk meningkatkan customer loyalty dan brand loyalty pun juga kian terbuka lebar.

10. Menerapkan Teknik Marketing Flywheel

Marketing flywheel juga menjadi salah satu strategi marketing jitu di bulan Ramadan yang bisa Anda terapkan. Memang penting untuk fokus pada peningkatan penjualan, namun mempertahankan pelanggan (customer retention) yang sudah Anda dapatkan akan sangat menguntungkan bisnis di masa depan.

Inilah sebabnya, marketing flywheel perlu Anda terapkan. Teknik marketing flywheel ini menjadi cara yang tepat untuk menyusun strategi pemasaran jangka panjang dan berkelanjutan (sustainable).

Marketing flywheel memanfaatkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) untuk melakukan pembelian berulang (customer lifecycle) dan bisa menjadi referensi bagi konsumen lain (advocacy). Kuncinya adalah menjaga kepuasan pelanggan untuk tujuan re-purchasing dan retention.

Artinya, Anda tidak hanya mencari cara untuk menarik audiens melalui strategi marketing bulan Ramadan, tapi juga harus mencari cara untuk mempertahankan pelanggan yang telah Anda dapatkan. Caranya adalah terus menjalin komunikasi dengan strategi relationship marketing, meningkatkan user experience dan customer experience, serta mendengarkan customer feedback atau umpan balik yang pelanggan berikan.

Sebab pada bulan Ramadan, Anda mungkin dapat menerima lebih banyak pesanan dari lebih banyak konsumen. Ini menjadi kesempatan bagus untuk mempertahankan pelanggan tersebut. Bahkan, bisa menjadi peluang untuk meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV) bisnis Anda.

Demikian adalah 10 strategi marketing yang bisa Anda terapkan di bulan Ramadan tahun ini. Perilaku konsumtif masyarakat saat bulan Ramadan dapat menjadi kesempatan besar bagi Anda untuk mempromosikan produk dan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.