Cara Menerapkan Strategi Word of Mouth Di Era Digital

strategi word of mouth adalah

Ketika kita direkomendasikan suatu produk oleh teman, dalam dunia pemasaran hal ini disebut dengan istilah Strategi Word of Mouth. Lalu apa sebenarnya pengertian Strategi Word of Mouth? Dan bagaimana caranya kita menerapkan Strategi Word of Mouth dalam sebuah bisnis?

Pengertian Strategi Word of Mouth

Word of Mouth adalah bentuk komunikasi antara dua pihak, salah satu dari mereka merekomendasikan suatu produk dan layanan. Padahal mereka tidak berhubungan langsung dengan produk dari perusahaan tersebut.

Atau di era serba digital seperti sekarang ini, strategi WOM sering kita lihat ketika kita mengunjungi sebuah marketplace. Di marketplace tersebut ada bagian review dan testimoni dari orang yang pernah membeli produk tersebut. Mereka memberikan testimoni puas akan produk dan layanan yang telah dibelinya. Secara tidak langsung, ini juga merupakan salah satu contoh dari word of mouth di era digital. Strategi ini akan sangat baik apabila growth hack marketing juga ikut di terapkan.

Dengan strategi pemasaran ini, seorang pebisnis tidak perlu biaya besar untuk menjalankannya. Tetapi mereka harus menyajikan produk yang berkualitas dan layanan terbaik kepada konsumen.

Selain itu contoh lainnya dalam aktivitas sehari-hari yang kita lakukan, kita sering bertanya kepada teman. Apakah produk A layak untuk dibeli? Dan ketika teman kita mengatakan bahwa produk A memang layak dibeli karena memiliki kualitas bagus. Dan kita akhirnya membeli produk tersebut.

Bagaimana sudah paham dengan apa yang disebut dengan Word of Mouth dari beberapa contoh diatas?

Jenis Strategi Word of Mouth

Jenis Strategi Word of Mouth

Sebenarnya word of mouth memiliki banyak bentuk yang berbeda-beda. Namun ada 2 jenis yang umum digunakan yaitu organic word of mouth dan amplified word of mouth.

Organic Word of Mouth

Jenis strategi organic word of mouth dapat menjelaskan 50% hingga 80% suatu produk dari mulut ke mulut. Jenis ini biasanya hasil dari pengalaman langsung pelanggan menggunakan produk atau layanan tertentu. Dengan didasari apakah produk atau layanan memenuhi harapan mereka atau tidak.

Jika pelanggan puas dengan produk dan layanan tersebut. Ada kemungkinan besar mereka ingin berbagi pengalaman dengan orang lain dan merekomendasikannya dengan cara yang paling alami.

Namun, jika merek menimbulkan masalah bagi pelanggan, seperti kehilangan barang bawaan saat menggunakan jasa maskapai penerbangan, kemungkinan besar mereka akan memiliki keluhan yang berdampak negatif terhadap perusahaan.

Baca Juga :

Amplified Word of Mouth

Bentuk kedua adalah Amplified Word of Mouth. Untuk menjalankan WOM, perusahaan menggunakan orang yang dipercayai memiliki pengaruh di masyarakat untuk meluncurkan kampanye iklan dari mulut ke mulut konsumen.

Jenis strategi investasi masih jarang diinvestasikan oleh pebisnis. Karena mereka beranggapan bahwa lebih dari 90% konsumen lebih mempercayai rekomendasi teman dan kerabat daripada sebuah iklan dari seorang influencer.

Namun, saat ini seorang influencer mulai dipercaya oleh konsumen. Menurut sebuah laporan oleh Digital Marketing Institute pada tahun 2018. Ada sebanyak 49% konsumen yang disurvei bergantung pada rekomendasi influencer dalam proses pengambilan keputusan.

Oleh karena itu, jika Anda menginginkan bisnis yang dijalankan saat ini semakin cepat berkembang. Memilih untuk menggunakan seorang influencer dalam kampanye iklan bisa bermanfaat untuk menarik pelanggan potensial dan meningkatkan branding sebuah merk.

Cara Menerapkan Strategi Word of Mouth Untuk Perusahaan

Cara Menerapkan Strategi Word of Mouth

Jika Anda ingin memiliki metode pemasaran Strategi Word of Mouth, tentunya Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Buatlah Produk dan Layanan yang Terbaik

Ketika kita telah memberikan pelayanan dan produk terbaik kepada konsumen, dapat dipastikan tidak akan ditinggalkan pelanggan setia. Karena jika pelanggan sudah merasa nyaman dengan pelayanan yang telah kita berikan mereka bisa menjadi pelanggan yang loyal.

Mereka tidak hanya akan membeli produk berulang saja, tetapi dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Biasanya mereka juga akan merekomendasikan bisnis atau produk kita ke orang lain dengan sukarela.

2. Interaktif

Anda harus membuat bisnis yang dijalankan memiliki layanan atau fitur yang mempermudah pelanggan untuk menanyakan sesuatu dengan mudah. Jadi apapun Bisnis yang dijalankan saat ini harus memiliki media untuk berkomunikasi dan berinteraksi langsung antara perusahaan dan konsumen. Termasuk dengan melakukan strategi inbound marketing, agar produk anda menjadi magnet bagi konsumen.

Di media tersebut, pelanggan akan dengan mudah menanyakan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka ingin komplain. Sehingga Anda dapat menyelesaikan setiap masalah yang timbul dalam kegiatan bisnis dengan lebih cepat dan mendapatkan respon positif dari pelanggan setelah masalah tersebut terselesaikan.

3. Review Produk

Untuk bisa menjalankan strategi WOM dengan lebih efektif. Anda bisa meminta pelanggan untuk menuliskan review positif terhadap produk yang telah mereka beli. Anda juga bisa mengajak para pelanggan yang telah puas dengan layanan dan produk yang dibeli. Dengan cara memberikan ulasan tertulis atau video singkat atas kepuasan mereka alami setelah membeli produk tersebut di sosial media.

Kemudian Anda masukan testimoni dan review produk tersebut ke media sosial, website dan sosial media bisnis yang Anda kelola.

4. Aktif Di Sosial Media

Anda juga harus aktif di sosial media. Karena saat ini sosmed menjadi salah satu media promosi yang paling efektif untuk meningkatkan penjualan dan branding merek. Di sosial media tidak hanya mempromosikan produk saja, tetapi Anda dan tim bisa melakukan interaksi dengan pelanggan. Akan sangat optimal apabila anda menggunakan metode konten marketing di Instagram yang lebih softselling dan tidak membosankan.

Di sosial media, sebaiknya buatlah para pelanggan merasa menjadi bagian dari bisnismu. Jika mereka membuat sebuah postingan tentang bisnismu di akun sosial media mereka. Usahakan Anda membalasnya dengan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan kepada mereka. Selain itu pastikan Anda juga membudayakan data driven marketing untuk memastikan campaign di social media selalu dalam performa yang optimal.

Atau dengan merepost postingan tersebut ke akun sosial media dari bisnis yang Anda miliki. Dengan begitu mereka akan merasakan bangga dan senang telah menggunakan produk yang Anda jual.

5. Key Opinion Leader

Key Opinion Leader atau disingkat KOL merupakan seseorang yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi sebuah keputusan orang lain. Banyak perusahaan bisnis telah mempercayai Key Opinion Leader untuk membantu dalam strategi Word of Mouth. Key Opinion Leader saat ini lebih sering kita kenal dengan nama influencer.

Seorang KOL umumnya apa yang mereka katakan akan lebih didengar oleh khalayak umum. Karena seorang Key Opinion Leader dianggap banyak orang memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih.

Influencer sering digunakan oleh perusahaan atau suatu bisnis untuk membuat review atau testimoni dari suatu produk melalui sosial media. Jadi, bisnis yang kita jalankan harus memiliki seorang KOL agar produk yang dijual dipasaran bisa mendapatkan respon yang bagus.

Baca Juga :

Faktor Yang Mendorong Penyebaran Strategi Word of Mouth Lebih Cepat

Faktor Strategi Word of Mouth

Dalam buku Contagious: Why Things Catch On karya Jonah Berger. Penulis telah merangkum prinsip-prinsip untuk membuat pelanggan menjadi fanatik dan segera membagikan informasi tentang bisnis Anda. Berikut ini 6 faktor yang disingkat STEPPS sebagai berikut:

  • Social Currency (Pengakuan Sosial) – Jika produk Anda membuat pengguna terlihat lebih cantik, lebih mewah, lebih berpengetahuan, dll. Faktor apa pun yang membuat mereka menerima pengakuan sosial. Mereka akan membantu Anda membagikan informasi tentang produk yang Anda jual.
  • Triggers (Pemicu) – Hal-hal yang dapat membuat orang langsung teringat (memiliki kesan khusus, menonjol…) dan mudah disebutkan. Misalnya, ketika berpikir tentang air mineral yang ada manis-manisnya, orang mungkin memikirkan air mineral le minerale.
  • Emotion (Emosional) – Anda harus menarik minat dan perhatian pelanggan dan membuat mereka dengan sukarela berbagi informasi tentang produk Anda. Semakin kuat emosi yang ditimbulkan, semakin banyak orang akan membagikan tentang bisnis Anda.
  • Public (Publik) – Semakin luas dan mudah diakses suatu bisnis, semakin mudah orang menyebarkan informasi tentang bisnis tersebut. Coca Cola telah menerapkan kampanye untuk menuliskan nama di kaleng minumannya. Ketika seseorang membagikan foto kaleng tersebut ke jejaring sosial, banyak orang akan tertarik dan mengikuti trend ini.
  • Practical Value (Nilai Praktis) – Orang akan secara otomatis berbagi informasi yang bermanfaat dan dapat membantu orang lain. Jadi buatlah bisnis atau produk memang dibutuhkan dan bermanfaat di masyarakat.
  • Stories (Cerita) – Orang tidak hanya berbagi informasi, mereka juga akan membagikan sebuah cerita. Dengan membuat cerita pengalaman menggunakan sebuah produk. Ini bisa membantu suatu bisnis untuk menginformasikan produk dengan cara yang unik dan membuat penyebaran informasinya menjadi lebih luas.