Mengenal Sustainable Growth Rate (SGR) dan Cara Menghitungnya

sustainable growth rate adalah

Tujuan utama dari bisnis tentunya adalah untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan nilai perusahaan atau enterprise value. Dalam mewujudkannya maka perlu adanya strategi business development yang matang, perencanaan bisnis yang tepat, serta analisa kinerja keuangan yang akurat. Salah satu parameter untuk mengetahui tingkat pertumbuhan (growth rate) perusahaan perusahaan adalah Sustainable Growth Rate (SGR).

SGR (tingkat pertumbuhan berkelanjutan) merupakan tingkat pertumbuhan maksimum yang suatu perusahaan atau social enterprise tanpa harus membiayai pertumbuhan dengan ekuitas atau utang tambahan.

Mencapai SGR membantu perusahaan untuk mencegah leverage berlebihan dan menghindari kesulitan keuangan. Perusahaan dengan SGR yang tinggi biasanya efektif dalam memaksimalkan upaya penjualan mereka dan fokus pada produk dengan margin tinggi.

Kendati demikian, mempertahankan SGR yang tinggi dalam jangka panjang adalah hal yang sulit. Ada beberapa hal yang memengaruhinya, misalnya persaingan dengan kompetitor, perubahan ekonomi, hingga perubahan perilaku konsumen.

Apa Itu Sustainable Growth Rate?

Melansir dari Investopedia, sustainable growth rate (SGR) merupakan konsep dalam manajemen keuangan yang berguna sebagai alat analisa kinerja keuangan, perencanaan, serta pengendalian.

SGR ini menunjukkan tingkat pertumbuhan perusahaan dengan menggunakan sumber pendanaan internal (internal financing) dan tanpa mengubah kebijakan finansial. Maksud dari Kebijakan finansial adalah kebijakan utang, kebijakan dividen, kebijakan pajak, dan bahkan kebijakan penjualan.

Sebagaimana kita ketahui, suatu bisnis sering kali beroperasi dengan bergantung dari dana pihak luar. Namun, dengan mengukur SGR, maka Anda bisa mengetahui sampai mana bisnis akan bertahan tanpa perlu menggunakan sumber pendanaan dari luar.

Anda bisa mengetahui bagaimana perusahaan bisa meningkatkan penjualan dan laba tanpa mengeluarkan lebih banyak ekuitas. Dengan SGR yang tinggi, maka nilai perusahaan atau enterprise value pun akan meningkat. Begitu pula dengan return on investment (ROI) perusahaan.

digital marketing agency

ROI adalah rasio yang menunjukkan suatu ukuran tentang efisiensi manajemen dengan menghitung persentase keuntungan dari investasi. Dengan begitu, bisa tingkat profitabilitas dari suatu investasi dapat diketahui dengan jelas.

Biasanya investor ingin mengetahui potensi ROI dari suatu investasi sebelum memberikan dana apa pun ke perusahaan. Jika bisnis Anda memiliki SGR dan ROI yang tinggi, maka bukan hal yang mustahil apabila akan ada lebih banyak investor yang tertarik berinvestasi.

Baca Juga :

Manfaat Menghitung Sustainable Growth Rate

Agar perusahaan dapat beroperasi dengan SGR, maka pebisnis perlu memaksimalkan upaya penjualan dan fokus pada produk dan layanan dengan margin tinggi. Selain itu, SGR dapat membantu mengidentifikasi pengelolaan penjualan dan operasi sehari-hari dengan benar. Termasuk pembayaran tagihan yang tepat waktu agar arus kas tetap berjalan lancar.

Membantu Pengelolaan Piutang

Pengelolaan penagihan piutang adalah hal yang penting untuk menjaga arus kas dan margin keuntungan dan pendapatan (revenue) perusahaan.

Piutang merupakan uang yang dimiliki oleh pelanggan kepada perusahaan. Semakin lama waktu yang perusahaan habiskan untuk menagih utang dan piutangnya, maka kemungkinan perusahaan mengalami kekurangan arus kas pun akan menjadi lebih tinggi. Akibatnya, perusahaan perlu mengeluarkan utang atau ekuitas tambahan guna menutupi kekurangan arus kas ini.

Dengan demikian, perhitungan SGR perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal ini. Sebab, perusahaan dengan SGR rendah kemungkinan besar tidak mengelola utang dan piutangnya secara efektif.

Mempertahankan Growth Rate

Merupakan hal yang sulit bagi kebanyakan perusahaan untuk mempertahankan SGR yang tinggi dalam jangka panjang. Biasanya, ketika pendapatan meningkat, perusahaan cenderung mencapai titik jenuh penjualan dengan produknya.

Untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan, akibatnya perusahaan perlu melakukan ekspansi ke produk baru atau produk lain dengan margin keuntungan yang lebih rendah. Produk dengan margin yang lebih rendah dapat menurunkan profitabilitas.

Perhitungan SGR dapat mengasumsikan perusahaan ingin mempertahankan struktur modal target utang dan ekuitas. Begitu pula mempertahankan rasio pembayaran dividen statis serta mempercepat penjualan.

Rumus Menghitung Sustainable Growth Rate

cara menghitung sustainable growth rate

Rumus yang dapat Anda gunakan untuk menghitung SGR adalah sebagai berikut:

SGR = Return on Equity × (1− Dividend Payout Ratio)

Pertama, hitung return on equity (ROE) perusahaan. ROE mengukur profitabilitas perusahaan dengan membandingkan laba bersih dengan ekuitas pemegang saham perusahaan.

Kemudian, kurangi rasio pembayaran dividen perusahaan dari 1. Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) adalah persentase laba per saham yang dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Terakhir, kalikan selisihnya dengan ROE perusahaan.

Contoh Perhitungan Sustainable Growth Rate

Misalkan sebuah perusahaan memiliki ROE 15% dan rasio pembayaran dividen 40%. Anda akan menghitung SGR-nya sebagai berikut:

ROE = 0.15 × (10.40 Dividend Payout Ratio)

Maka diperoleh SGR = 0.09 atau 9%

Hasil di atas berarti bahwa perusahaan dapat tumbuh dengan aman pada tingkat 9% menggunakan sumber daya dan pendapatan saat ini tanpa menimbulkan utang tambahan.

Jika perusahaan ingin mempercepat pertumbuhannya melewati ambang batas 9% (katakanlah 12%), perusahaan kemungkinan akan membutuhkan pembiayaan tambahan. Tingkat pertumbuhan berkelanjutan mengasumsikan bahwa pendapatan penjualan, beban, utang, dan piutang perusahaan semuanya dikelola untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi.

Baca Juga :

Faktor yang Memengaruhi Sustainable Growth Rate

Menghitung SGR perusahaan memang penting agar pebisnis memiliki gambaran tentang kemampuan perusahaan. Mencapai sustainable growth rate yang tinggi pun juga menjadi tujuan setiap perusahaan.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi atau bahkan menghambat bisnis untuk tumbuh dan mencapai SGR. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Tren consumer behavior dan kondisi ekonomi yang berubah-ubah
  • Persaingan dengan kompetitor untuk menggapai target pasar juga berpotensi menghambat pertumbuhan
  • Investasi non-efektif untuk pengembangan produk baru guna mempertahankan pelanggan (customer retention)
  • Bisnis plan perusahaan kurang matang, yang dapat mengurangi kemampuannya untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang

Oleh sebab itu, dalam menghitung SGR, Anda juga harus memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhinya. Sebab, biasanya bisnis tidak bertahan dalam waktu yang lama jika perencanaan dan perhitungan SGR-nya buruk.

Apa Perbedaan IGR dengan SGR?

Dalam ilmu bisnis dan ekonomi, kita juga mengenal istilah IGR atau Internal Growth Rate. Baik SGR atau IGR sama-sama menghitung rate pertumbuhan suatu perusahaan dengan pendanaan internal. Lantas, apa perbedaannya?

SGR sendiri lebih merujuk pada tingkat pertumbuhan berkelanjutan yang dapat dipertahankan perusahaan. Perhitungan SGR mengharuskan pebisnis memaksimalkan penjualan dan pendapatan untuk meningkatkan rasio leverage. Perusahaan dengan SGR yang tinggi menggambarkan kemampuannya dalam memaksimalkan penjualan produk dengan margin tinggi.

Sedangkan IGR lebih berfokus pada upaya mengetahui sejauh mana perusahaan bisa beroperasi tanpa pendanaan dari pihak eksternal. Meningkatkan nilai IGR dapat Anda lakukan dengan memperbesar ekspansi bisnis. Di mana jika nilainya rendah, perusahaan memang sudah harus mencari pendanaan dari pihak luar guna mendapatkan pembiayaan.

Demikian merupakan ulasan tentang Sustainable Growth Rate (SGR). Pada dasarnya, SGR adalah metrik yang mengevaluasi kelangsungan pertumbuhan yang berkaitan dengan utang dan ekuitasnya.

Dengan menghitung SGR, perusahaan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Perusahaan dengan SGR yang tinggi tentu membuktikan bahwa operasional yang mereka lakukan berjalan efektif.

Di sisi lain, selain menghitung SGR, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.