Mengenal Sustainable Marketing, Strategi Terbaik Untuk Bisnis Berkelanjutan

Mengenal Sustainable Marketing, Strategi Terbaik Untuk Bisnis Berkelanjutan

Ketika mengembangkan lingkup bisnis dan strategi pemasarannya, para pemilik bisnis beserta segenap stakeholder dan tim marketer juga perlu merencanakan strategi dan perencanaan keberlanjutan bisnis. Tidak melulu tentang meningkatkan penjualan dan pendapatan perusahaan, mereka juga harus menyusun rencana dalam meningkatkan brand awareness berjangka panjang. Saat itulah strategi pemasaran berkelanjutan atau sustainable marketing berperan penting sebagai strategi proses bisnis yang mendukung pertumbuhan bisnis (business growth).

Sustainable marketing atau pemasaran berkelanjutan ini menjadi salah satu pilihan strategi pemasaran produk dan brand (branding) yang umum digunakan oleh perusahaan yang berfokus pada dampak sosial pelanggan saat ini dan target audience di masa depan (corporate social responsibility). Sehingga perusahaan dapat memberikan pengaruh positif dan bermanfaat pada pihak-pihak yang terlibat dengan perusahaan.

Hal ini sejalan dengan perubahan kebiasaan pelanggan di hampir semua niche bisnis yang mana pelanggan ingin mengenal perusahaan atau brand yang mewakili nilai dan kebutuhannya (demand). Serta keinginan untuk bisa selalu terhubung (konsep relationship marketing) dengan satu brand dalam jangka waktu yang lama (brand loyalty) dan tidak mempengaruhi lingkungan secara signifikan.

Kendati demikian, Anda harus merencanakan dan melaksanakan pemasaran secara berkelanjutan ini dengan hati-hati. Oleh karena itu, Anda perlu baca artikel dari inMarketing berikut untuk memahami hal-hal penting tentang sustainable marketing.

Apa Itu Sustainable Marketing?

Sederhananya, pemasaran berkelanjutan atau sustainable marketing adalah strategi atau proses menetapkan rencana dalam membangun bisnis yang berkelanjutan dan konsisten kepada pelanggan, karyawan, pihak kemitraan, dan lain-lain (bagian dari sustainability management) atau mencapai tujuan dan target bisnis jangka panjang. Hal ini mengacu pada upaya penawaran produk, nilai merek, dan praktik bisnis yang berkelanjutan dan menjadi poin unik dalam penjualan bisnis (unique selling proposition).

Jika kita sedang membicarakan sustainable marketing, maka sering kali akan disangkut pautkan dengan istilah green marketing. Padahal, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua strategi marketing tersebut.

Pada intinya, green marketing berfokus pada strategi bisnis yang mempromosikan kesadaran dan perlindungan lingkungan. Sedangkan pemasaran berkelanjutan sedikit lebih luas yang mana mencakup green marketing dan juga masalah sosial dan ekonomi.

Baca Juga:

Apa Itu Sustainable Marketing?

Hal ini sejalan dengan ulasan situs Green Business Bureau, di mana strategi pemasaran berkelanjutan diterapkan secara optimal ketika bisnis Anda mempromosikan nilai inti, visi, dan misi bisnis Anda (marketing communication) yang penting dan bermanfaat untuk lingkungan dan sosial. Misalnya, kesehatan lingkungan, kesehatan manusia, keamanan sumber daya, perdagangan yang adil, kesetaraan sosial, dan lain-lain. Akibatnya, iklan Anda akan menonjol di pangsa pasar yang masih didominasi oleh gaya periklanan tradisional dan brand Anda mampu mempengaruhi industri bisnis Anda (brand authority).

Selain itu, strategi pemasaran ini juga berguna ketika Anda menjalankan proses pengembangan produk, mulai dari tahap inisiasi ide hingga peluncuran produk ke target pelanggan. Di mana nantinya Anda juga perlu mempertimbangkan siklus hidup produk, baik dari segi dampak lingkungan maupun sosial.

Manfaat Sustainable Marketing

Tidak seperti praktik pemasaran tradisional atau teknik pemasaran lainnya, pemasaran berkelanjutan tidak memprioritaskan profit di atas lingkungan atau tujuan sosial lainnya. Sebab, tujuan utama pemasaran berkelanjutan adalah mencapai kesuksesan pelanggan dengan cara yang berkelanjutan secara ekologis.

Meskipun begitu, apa pun sektor perusahaan Anda, sustainable marketing membawa manfaat yang signifikan dalam pengelolaan bisnis jangka panjang (business process management). Mulai dari:

Baca Juga:

5 Prinsip Dasar Sustainable Marketing

Secara praktikal, penerapan sustainable marketing dibedakan menjadi beberapa prinsip pemasaran yang berguna dalam pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Berikut ini penjelasannya.

1. Berorientasi Pada Konsumen (Consumer-Oriented)

Sejatinya setiap perusahaan perlu memprioritaskan pelanggannya dan mengatur aktivitas bisnis di sekitar kebutuhan pelanggannya. Maksudnya adalah perusahaan memahami apa yang pelanggan inginkan, lalu mulailah proses menciptakan produk yang sesuai. Dengan demikian, pemasaran berkelanjutan yang berorientasi pada konsumen ini mengindikasikan bahwa perusahaan atau organisasi melihat strategi pemasarannya dari sudut pandang konsumen.

Prinsip ini akan menghasilkan pemasaran yang menarik (pull marketing) daripada penjualan yang mendorong (push sales). Konsep ini juga berkaitan dengan metodologi inbound marketing yang mana konsumen lah yang akan mencari bisnis atau perusahaan Anda.

2. Nilai Pelanggan (Customer Value)

Pemasaran berkelanjutan yang berfokus pada nilai pelanggan (customer value) memiliki maksud bahwa perusahaan menciptakan nilai pada perusahaan dan produknya kepada pelanggan (product value). Berbeda dengan prinsip pertama, pemasaran ini memerlukan usaha dan sumber daya yang paling banyak untuk terus meningkatkan nilai tambah pada penawaran, alih-alih hanya memberikan harga dan penawaran yang rendah. Ketika perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan (enterprise value), maka pada gilirannya pelanggan menciptakan nilai bagi perusahaan.

3. Pemasaran yang Inovatif (Innovative Marketing)

Sesuai namanya, prinsip pemasaran inovatif memastikan bahwa perusahaan terus menemukan cara yang lebih baik untuk mengembangkan produk, layanan, dan cara yang lebih baik untuk memasarkannya. Mereka yang mengabaikan inovasi akan kehilangan pelanggan karena mereka harus selalu menemukan cara yang lebih baik dan lebih baik lagi. Inovasi tidak harus selalu dalam produk karena bisa saja upaya mengubah kemasan (rebranding), rasa, jenis produk, atau menawarkan alternatif berbiaya rendah juga dapat dianggap sebagai inovasi.

4. Pemasaran Dengan Misi (Sense-of-Mission Marketing)

Pemasaran dengan misi adalah prinsip yang memandu semua elemen perusahaan, seperti karyawan dan stakeholder, untuk mendefinisikan misi luas kepada masyarakat daripada hanya memasarkan produk. Ketika perusahaan memiliki mengedepankan misi brand dalam strategi pemasaran mereka, hal tersebut akan membantu perusahaan menyampaikan rasa keseriusan kepada pelanggan mereka. Ini juga menyampaikan pesan bahwa perusahaan tertarik pada profitabilitas dari pasar dan sama-sama ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat.

5. Pemasaran Sosial (Societal Marketing)

Dan terakhir, prinsip pemasaran sosial membuat perusahaan harus menyeimbangkan keputusan berdasarkan keinginan pelanggan, persyaratan perusahaan, dan kepentingan jangka panjang pelanggan dan masyarakat.

Pemasaran sosial menjadi penting karena menciptakan kehadiran perusahaan di antara kelas sosial dan membantu membangun organisasi sebagai penyedia solusi daripada hanya sekedar “bisnis”. Perusahaan yang inovatif akan melihat potensi masalah sosial sebagai peluang.

Itulah penjelasan singkat tentang sustainable marketing yang perlu Anda pahami sebagai dasar. Bagi Anda yang berencana menjalankan strategi pemasaran tertentu, contohnya pemasaran berkelanjutan ini, Anda bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency untuk membantu Anda menyusun perencanaan bisnis terbaik dan efektif. Anda juga bisa menerapkan strategi marketing lain, seperti growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing yang akan membuat pertumbuhan perusahaan Anda semakin berkembang pesat.

Baca Juga: