Tahapan Brand Development Dalam Strategi Menumbuhkan Bisnis

Tahapan Brand Development Dalam Strategi Menumbuhkan Bisnis

Hampir semua perusahaan di niche bisnis tertentu akan berupaya untuk merencanakan proses bisnis (business plan) terbaik dengan mengembangkan brand (brand development).

Pasalnya, brand sendiri mencerminkan bagaimana suatu produk, bisnis, atau individu perusahaan tertentu dipersepsikan oleh target pasar yang terlibat dengan perusahaan (brand engagement). Sehingga, bisa dikatakan bahwa brand adalah aset yang paling berharga dari perusahaan (business asset).

Dengan segala identitas dan citranya (brand image), strategi ini akan membantu bisnis berkembang secara berkelanjutan (sustainable growth) dan menghasilkan profit yang maksimal. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga konsistensi dan relevansi nilai (brand value), kualitas, reputasi (brand reputation), dan kepercayaan yang brand tawarkan kepada konsumennya (brand authority).

Umumnya, brand development menjadi bagian dari rencana pemasaran utama sebuah perusahaan. Sehingga, prosesnya sering kali menjadi tantangan terbesar tetapi paling penting bagi perusahaan besar maupun perusahaan kecil dan menengah (UKM atau UMKM).

Meskipun begitu, perusahaan Anda tidak perlu menginvestasikan jutaan rupiah untuk sekedar mengembangkan merek Anda. Karena Anda bisa terapkan beberapa langkah brand development berikut yang inMarketing rangkum dari berbagai sumber. Check this out!

Pengertian Brand Development

Pengertian Brand Development

Ketika sebuah brand ditujukan untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku pelanggan, pengembangan merek atau brand development adalah salah satu prosedur paling penting dalam manajemen bisnis. Di mana proses pengembangan merek akan melibatkan upaya strategi brand, manajemen brand, identitas merek, dan desain grafis untuk membantu upaya pengembangan bisnis yang berkelanjutan (sustainability management).

Jika Anda menyusun rencana pengembangan merek berbasis strategi (action plan) dengan waktu dan sumber daya yang cukup (ERP), maka Anda memiliki peluang untuk memaksimalkan customer success. Namun, karena brand adalah identitas bisnis Anda, maka Anda dan tim brand management perlu menentukan sendiri niche bisnis di pangsa pasar yang sesuai dengan segmentasi perilaku pelanggan prospek (lead). Dengan begitu, Anda bisa menganalisis kompetisi di pasar untuk mengalahkan kompetitor dengan mudah (ambush marketing).

Baca Juga:

Selain konsep umum brand development di atas, proses pengembangan brand ini juga berpengaruh dalam tahapan product development. Pasalnya, hampir tidak mungkin sebuah brand akan bertahan di pasar yang selalu berkembang (market development) hanya dengan produk tunggal. Sehingga, mau tidak mau perusahaan perlu menetapkan strategi manajemen rantai pasokan (supply chain management) untuk membuat produk lainnya di bawah naungan brand yang sama. Walaupun pada akhirnya antara dua atau lebih produk tersebut harus memiliki hubungan yang mengikat satu sama lain dalam brand tersebut dan sama-sama bermanfaat bagi pelanggan (product value).

Akan tetapi, tak memungkiri bahwa banyak orang akan salah paham antara brand development dan branding, meskipun keduanya saling berkaitan. Intinya, branding adalah strategi promosi atau cara mengiklankan perusahaan atau produk Anda melalui penawaran iklan secara visual. Sedangkan brand development mengacu pada strategi membangun reputasi dan lingkungan bisnis yang profesional.

Tahapan Brand Development

Berikut ini serangkaian tahapan pengembangan brand yang bisa Anda terapkan untuk bisnis.

1. Tentukan Strategi Dasar Brand Development

Pertama-tama, Anda perlu menyusun perencanaan strategi bisnis berkelanjutan terkait prosedur pembangunan merek yang mencakup tujuan dan target brand yang ingin bisnis Anda perjuangkan dan capai. Sebab, brand yang kuat dan terdiferensiasi dengan baik (differentiated marketing) akan menuntun pertumbuhan bisnis perusahaan yang jauh lebih mudah.

Ingatlah bahwa strategi pengembangan yang Anda rencanakan harus tetap sejalan dengan atribut atau metrik bisnis Anda. Dan juga karakteristik di balik bisnis, sifat, dan jenis barang yang akan perusahaan produksi harus mewakili buyer persona. Strategi bisnis Anda secara keseluruhan adalah konteks untuk strategi pengembangan merek Anda.

Baca Juga:

2. Identifikasi, Tentukan, dan Kenali Target Audience Anda

tahapan pengembangan brand

Apabila Anda menyelesaikan tahap pertama dengan lancar, maka Anda selanjutnya bisa menargetkan konsumen dengan mengingat produk dan area penggunaannya (STP marketing) melalui serangkaian tahapan riset pasar. Dengan begitu, Anda dapat memahami apa saja yang brand Anda butuhkan untuk memenuhi kebutuhan (demand) dan memuaskan pelanggan (customer satisfaction) serta menghindari risiko kerugian perusahaan.

Karena sejatinya semakin luas menetapkan segmen pasar saat menentukan target audience, maka semakin sulit untuk Anda memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, mulailah dengan mengidentifikasi kelompok kecil pelanggan sebagai langkah cerdas dalam pengembangan merek dan mendorong peningkatkan pendapatan bisnis (revenue). Langkah ini juga membantu pelanggan untuk melihat SWOT perusahaan dan brand Anda.

Setelah berhasil menentukan kelompok target pelanggan, maka selanjutnya pahami target dengan baik sebagai bagian dari customer centric. Sebab, ketika Anda telah mengenal pelanggan Anda, maka Anda bisa mendapatkan gambaran atau wawasan (insight) terkait harapan mereka terhadap produk dan brand Anda (brand experience). Langkah ini dapat Anda lakukan dengan bantuan berbagai teknik seperti analisis statistik (deskriptif, preskriptif, dan prediktif), survei, dan temuan data pelanggan lainnya.

3. Tentukan Posisi Brand di Pasar

Berikutnya adalah menentukan brand position atau cara bisnis membedakan identitas, posisi, hingga strategi pemasaran kepada khalayak luas untuk mendorong keunikan nilai bisnis pada penawaran produk atau layanan (unique value proposition). Bagaimana perusahaan Anda berbeda dari yang lain dan mengapa pelanggan potensial dalam target audience Anda memilih untuk terlibat dengan brand Anda (customer engagement)? Dengan kata lain, langkah ini dapat menempatkan brand Anda di pasar yang tepat (market positioning).

Barulah Anda bisa mendekati setiap target pelanggan yang mana pastinya memiliki preferensi keminatan yang berbeda. Oleh karena itu, tentukan rencana pendekatan pelanggan yang mengikuti persona dan harapan setiap pelanggan yang berbeda.

4. Buat Impresi Dengan Desain

Langkah berikutnya yang perlu Anda maksimalkan mengacu pada daya tarik visual serta dampaknya pada target audience, baik itu dari sisi pelanggan, karyawan (employee engagement), dan mitra bisnis lainnya. Media visual yang dimaksud adalah logo, tagline, dan grafik yang mencerminkan nilai untuk apa brand itu dibuat (brand voice).

Serta kata-kata yang mewakili keinginan pelanggan terhadap brand Anda (brand message) yang paling relevan. Walaupun tak menutup kemungkinan bahwa setiap audiens juga akan memiliki masalah khusus yang harus Anda tangani (customer pain point). Dan masing-masing di antaranya akan membutuhkan jenis bukti yang berbeda untuk mendukung pesan Anda. Sehingga, strategi brand message atau branding harus memenuhi semua kebutuhan pelanggan untuk membuat brand Anda relevan dengan target pelanggan Anda.

5. Kembangkan Strategi Content Marketing

Tentu saja target audience Anda tidak akan langsung engage dengan brand Anda hanya melalui logo atau tagline brand Anda. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mempertimbangkan pengembangan pemasaran konten. Terlebih strategi pemasaran ini sangat cocok diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan internet (digital marketing). Serta cocok sebagai alternatif pemasaran tradisional.

Strategi content marketing di sini mengacu pada penggunaan konten edukatif (educational marketing). Yang mana berguna dalam menarik dan memelihara (lead nurturing) pengalaman pelanggan (customer experience). Sehingga, perusahaan Anda mampu menciptakan brand awareness terbaik pada setiap target audience. Akan semakin optimal jika konten pemasaran Anda juga difokuskan sebagai konten SEO (search engine optimization) agar mudah ditemukan oleh audience.

Baca Juga: