4 Tahapan Siklus Hidup Bisnis (Business Life Cycle) yang Perlu Pebisnis Ketahui!

4 Tahapan Siklus Hidup Bisnis (Business Life Cycle) yang Perlu Pebisnis Ketahui!

Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh beberapa ahli di bidang bisnis dan manajemen, suatu perusahaan umumnya akan melewati tahapan atau siklus hidup bisnis. Tak peduli apakah perusahaan Anda termasuk UKM dan UMKM atau perusahaan besar di niche bisnis tertentu, konsep ini akan mencakup siklus hidup pada produk dan seluruh industri di dalamnya. Tak terkecuali pada lini pelanggan (customer life cycle).

Oleh sebab itu, Anda perlu memahami tiap-tiap tahapan dan menganalisis tahap mana perusahaan saat ini berada (analisis prediktif). Karena teori tersebut sangat krusial dalam memaksimalkan profit dan operasional proses bisnis. Terlebih di hampir seluruh tahapannya, siklus hidup bisnis membantu Anda mengetahui seperti apa kinerja atau performa bisnis dan apa strategi terbaik dalam menjaga daya saing bisnis agar tetap kompetitif dan mudah mencapai tujuan dan target bisnis.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut ini inMarketing rangkum tahapan-tahapan siklus hidup bisnis yang perlu Anda pahami. Sehingga nantinya Anda mampu mengembangkan (business development) dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan dan profesional (sustainable development). Baca artikel ini sampai selesai!

Pengertian Siklus Hidup Bisnis (Business Life Cycle)

Pengertian Siklus Hidup Bisnis (Business Life Cycle)

Business/corporate life cycle atau siklus hidup bisnis adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh hampir setiap perusahaan dari awal berdirinya perusahaan hingga akhir. Hal ini termasuk segala upaya proses bisnis yang akan menuntun perusahaan memperoleh keuntungan dan pendapatan (revenue) yang maksimal, mulai dari:

Baca Juga:

Sebagai pelaku bisnis, Anda perlu menyadari betapa pentingnya proses ini. Sebab, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, hanya sekitar 50% dari total jumlah usaha kecil di Amerika Serikat yang bertahan selama lima tahun terakhir atau lebih. Baik itu pada segmen bisnis dari industri manufaktur, perdagangan eceran, layanan makanan, hotel, hingga bidang konstruksi.

Mereka akan bertahan setelah beberapa tahun pertama yang relatif menantang di mana bisnis mereka cenderung menjadi lebih sukses dan tingkat kelangsungan hidup meningkat. Oleh karena itu, dengan memahami tahapan business life cycle, Anda dapat membantu peluang berbagai stakeholder, terutama investor, mendanai bisnis Anda dengan optimal. Hal ini juga memungkinkan bisnis untuk mengadopsi strategi pendekatan penjualan yang berbeda berdasarkan tahap siklus hidup.

Akan tetapi, Anda perlu waspada dalam setiap tahapan siklus ini karena berbagai tahapan memiliki periode berbeda yang membuat bisnis menjadi statis dan menyebabkan siklus waktu yang lebih lama. Bahkan, beberapa siklus hidup bisnis yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan hilangnya fungsi bisnis yang mengurangi penurunan karyawan dan penurunan harga saham yang lebih cepat. Sehingga, akan memicu kerugian perusahaan (pure risk) dan lingkungan bisnis yang tidak stabil.

digital marketing agency

4 Tahapan Utama Siklus Hidup Bisnis (Business Life Cycle)

Nah, berdasarkan penjelasan definisi di atas, jelas bahwasanya siklus hidup bisnis adalah proses perkembangan bisnis yang terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu. Menurut situs Indeed, tahapan di dalam siklus tersebut terbagi ke dalam empat tahap, yaitu permulaan (startup), pertumbuhan (growth), kedewasaan (maturity), dan penurunan (decline). Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga:

1. Permulaan (Startup)

Tahap permulaan atau startup adalah fase terjadinya pengembangan atau inisiasi bisnis terjadi di mana perusahaan mulai membuat produknya atau melayani target audience-nya. Tahap ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu proses penelitian atau riset pasar dan pencarian dana yang terjadi sebelum perusahaan secara resmi dimulai. Di samping juga berencana meluncurkan dan menginisiasi penciptaan produk atau layanan (product launch).

Atau dengan kata lain, tahap startup ini meliputi waktu perencanaan bisnis, dari sebelum perusahaan diluncurkan hingga mencapai tingkat stabilitas kritis pertama. Selama awal tahap ini, pendiri perusahaan membuat produk prototipe atau pilot, lalu mencoba menjualnya, mengumpulkan dan mengevaluasi umpan balik, dan mencari investor potensial atau sumber pembiayaan.

Karakteristik Tahap Startup

2. Pertumbuhan (Growth)

Selama tahap ini, perusahaan telah mulai menghasilkan pendapatan yang konsisten dan arus kas meningkat (dampak dari sales cycle yang stabil). Ini adalah saat yang tepat untuk mendefinisikan kembali tujuan bisnis, mengatur ulang kinerja internal perusahaan, memperkuat strategi pemasaran, dan mulai mengeksplorasi kemitraan atau partnership dan komunitas bisnis (community management). Selain itu, budaya perusahaan juga mulai sepenuhnya terbentuk.

Karakteristik Tahap Growth

3. Pendewasaan (Maturity)

Pada tahap maturity, penjualan dan profit mulai menurun namun lebih stabil. Sebab, bisnis perusahaan berjalan sesuai dengan model bisnis dan peraturan yang jelas (brand guideline) dan memiliki pelanggan loyal. Di samping akan semakin banyak potensi munculnya pendatang baru sebagai kompetitor bisnis.

Kendati demikian, perusahaan yang ingin berkembang secara berkelanjutan (sustainable growth) akan meningkatkan jangkauan pemasaran produk mereka, memperkenalkan layanan baru, atau mungkin memasuki pasar yang berbeda. Itulah yang menyebabkan terwujudnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) yang baru dan berkualitas.

4. Decline atau Exit

Tahap decline adalah fase terakhir dalam siklus hidup bisnis yang mungkin menjadi akhir perjalanan bisnis karena semua penjualan, profit, dan arus kas menurun. Semua itu bisa terjadi ketika perusahaan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah. Atau karena perusahaan telah kehilangan keunggulan kompetitifnya di pasar.

Namun, bisa saja tahapan ini menjadi awal yang baru bagi perusahaan karena bisnis akan dihadapkan oleh dua pilihan. Yaitu memperluas bisnis ke titik penemuan kembali, atau keluar sepenuhnya dari industri. Baik dengan menjual perusahaan atau dengan menyerahkan kendali penuh kepada pemegang bisnis eksekutif.

Jika keputusan dibuat untuk mempertahankan perusahaan, pemilik bisnis akan melakukan beberapa strategi. Seperti branding, membuat kemasan baru, atau produk yang didefinisikan ulang (brand refresh).

Demikian informasi yang bisa inMarketing bagikan kepada Anda tentang siklus hidup bisnis yang penting dalam pengelolaan perusahaan yang optimal. Anda bisa temukan informasi bermanfaat lainnya seputar digital marketing dan perencanaan bisnis moder di blog kami.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.