Telemarketing: Pengertian, Jenis, dan Strategi Penerapannya

Telemarketing: Pengertian, Jenis, dan Strategi Penerapannya

Hingga pertengahan tahun 2022, media digital masih menjadi primadona bagi para marketer untuk menjalankan strategi pemasarannya yang biasa disebut digital marketing. Sebut saja strategi pemasaran berbasis media sosial (social media marketing), content marketing di website (blog, SEO, dan SEM) ataupun email (email marketing), hingga penggunaan marketing technology atau marketing automation. Namun, tahukah Anda jika masih banyak perusahaan B2C maupun bisnis UKM/UMKM yang setia menerapkan telemarketing dalam kampanye pemasaran dan proses penjualan produk atau layanan bisnisnya?

Yap, walaupun termasuk ke dalam strategi pemasaran digital, telemarketing berbeda dengan jenis pemasaran yang sudah disebutkan sebelumnya. Sebab, alih-alih menggunakan media sosial dan internet, telemarketing berfokus pada penggunaan media telepon sebagai saluran pemasaran dan promosi utama. Walaupun begitu, teknik pemasaran ini sama-sama efektif untuk menghubungkan perusahaan dengan pelanggan potensial (leads) sehingga menciptakan komunikasi yang baik dengan konsumen (marketing communication).

Akan tetapi, marketer harus memahami beberapa strategi khusus dalam penerapan telemarketing agar tidak ada pelanggan yang marah atau merasa terganggu. Karena jika demikian, maka dapat memengaruhi reputasi dan citra merek di sekitar segmen pasar. Di mana pelanggan tidak lagi minat dengan produk atau layanan brand (brand fatigue) sehingga perusahaan kehilangan konsumennya (customer churn).

Lantas bagaimana cara atau strategi terbaik dalam penerapan telemarketing?

Pengertian Telemarketing

Menurut situs Marketing91, telemarketing adalah strategi pemasaran langsung (direct marketing) di mana seorang sales force melakukan pendekatan (sales approach) dan menghubungi calon pelanggan (prospek) melalui saluran telekomunikasi, seperti telepon, faks dan internet call, dengan tujuan menjual produk atau layanan jasa. Baik produk atau layanan yang sudah lama ada atau produk yang baru akan diluncurkan ke pasar (product launch).

Telemarketing juga dikenal sebagai inside sales atau telesales yang mana merupakan salah satu bentuk pemasaran paling populer dan masih banyak digunakan oleh perusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk membangun hubungan dengan pelanggan (relationship marketing) sehingga perusahaan bisa memperoleh feedback dari pelanggan dengan cepat. Selain itu, telemarketing dapat mencakup sales pitch berupa rekaman penjualan yang diprogram untuk dimainkan pada telepon melalui panggilan otomatis. Contohnya, Anda sebagai pelanggan mendapatkan telepon dari perusahaan ritel yang mendorong Anda untuk membeli koleksi terbaru mereka dengan harga diskon.

Baca Juga:

Dengan telemarketing, seorang marketer dapat menciptakan kesadaran merek (brand awareness) melalui interaksi secara langsung dengan pelanggan selayaknya customer service. Sehingga perusahaan berkesempatan menghasilkan penjualan (sales growth) dan mengonversi prospek (lead conversion) dengan pengeluaran operasional yang seminimal mungkin dan profit atau ROI yang optimal.

Lalu, pemasaran jarak jauh ini dapat mendorong terciptanya basis pelanggan yang kuat, setia (customer loyalty program), dan selalu puas dengan brand (customer satisfaction) serta memfasilitasi pesanan berulang (repeat purchase). Dengan demikian, marketer dapat memberikan layanan terbaik (proactive customer service) dan menembus pangsa pasar baru (market penetration).

Jenis atau Kategori Telemarketing

Pada praktiknya, telemarketing melibatkan berbagai kegiatan, seperti call to action, pengaturan janji temu, survei pelanggan, database cleansing dan maintenance, serta telesales. Namun, proses ini dapat dibagi lagi ke dalam beberapa kategori B2C dan B2B. Berikut ini penjelasannya.

1. Inbound

Inbound dalam telemarketing adalah salah satu upaya perusahaan dalam menjangkau (reach) pelanggan dengan memberikan pertanyaan kepada mereka tentang layanan atau produk (integrated communication) untuk mengetahui permintaan pelanggan (demand).

Pemasaran inbound relatif lebih mudah karena calon pelanggan hanya menelepon Anda ketika ia sudah tertarik dengan penawaran Anda. Dengan demikian, inbound mencakup penerimaan pesanan untuk berbagai produk melalui penanganan panggilan masuk yang dihasilkan oleh platform media sosial (Instagram, Facebook, Twitter, dll), direct mail, iklan, dan marketing campaign.

Baca Juga:

2. Outbound

Outbound marketing adalah jenis pemasaran jarak jauh proaktif yang menjangkau pelanggan setia (customer loyalty) dan calon pelanggan potensial secara aktif dengan cara yang lugas. Berbanding terbalik dengan inbound marketing, outbound marketing membuat marketer harus menelepon orang dan membuat mereka tertarik dengan penawaran Anda.

Pemasaran ini juga akrab dengan sebutan cold call sebagai bentuk mengakuisisi (customer acquisition) dan mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan yang membeli (sales lead). Melalui upaya mengedukasi pelanggan dengan cara yang menarik (educational marketing). Maka tak heran jika pemasaran jarak jauh outbound membutuhkan bentuk komunikasi dan keterampilan pemasaran yang mumpuni.

3. Sales

Kategori ketiga ini hampir sama seperti outbound yang mana mencakup jenis pemasaran jarak jauh yang salespeople lakukan dengan melibatkan teknik persuasif untuk menjual produk atau layanan.

4. Lead Generation

Pada kategori telemarketing ini, telecommuters akan menjangkau pelanggan setelah melakukan riset pasar lalu mengumpulkan informasi personanya sebagai calon pembeli (buyer persona). Misalnya, informasi terkait minat, profil, pekerjaan, hingga data demografis mereka.

Strategi Sukses Menerapkan Telemarketing

Strategi Sukses Menerapkan Telemarketing

Agar bisa menciptakan telemarketing yang sukses, Anda perlu terapkan sejumlah strategi berikut sehingga panggilan Anda bisa lebih efektif dan Anda dapat mengembangkan (business development) sekaligus menumbuhkan bisnis ke arah yang lebih baik.

  1. Ketahui tujuan dan target awal bisnis tentang apa yang ingin Anda wujudkan dari penggunaan telemarketing.
  2. Kenali target pasar lalu buat rangkuman alasan mengapa mereka Anda pilih. Tahapan ini bisa Anda lakukan dengan menerapkan tes SWOT untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pasar yang Anda pilih. Dan juga lakukan segmentasi pasar untuk membandingkan kinerja bisnis dan unique selling proposition (USP) bisnis Anda dengan kompetitor.
  3. Analisislah data-data yang berkaitan dengan pelanggan, pemasaran, dan penjualan, apakah data tersebut baru atau sudah usang. Walaupun penggunaan data lama dapat membantu Anda menghidupkan kembali calon pelanggan. Tetapi data baru memberi peluang lebih baik untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
  4. Buat konten pemasaran dengan kata-kata yang menarik, lembut, namun tegas dan bermakna. Fokus pada menjelaskan manfaat produk dan layanan bisnis (product value) dan apa yang akan pelanggan dapatkan dari penawaran Anda.
  5. Tingkatkan panggilan telemarketing dengan iklan online dan offline. Misalnya, melalui berbagai saluran seperti media cetak, media sosial, dan media digital.
  6. Pahami betul produk atau layanan yang Anda tawarkan kepada pelanggan (product knowledge).

Itulah beberapa ulasan singkat mengenai telemarketing yang perlu Anda ketahui. Selain merencanakan telemarketing untuk pengembangan bisnis, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa Anda implementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 digital marketing, serta data driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga: