5 Tips Memaksimalkan User Generated Content (UGC)

tips maksimalkan user generated content

User generated content (UGC) menjadi istilah yang sudah tidak asing lagi bagi para pebisnis. Terutama yang memanfaatkan media digital sebagai sarana branding dan pemasaran (digital marketing). UGC memiliki peran besar untuk meningkatkan jumlah penjualan dan sales growth suatu brand. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui tips memaksimalkan user generated content untuk mengoptimalisasi branding bisnis sekaligus meningkatkan conversion rate.

UGC sendiri merupakan suatu ulasan atau review jujur dari seorang customer yang dapat memengaruhi pelanggan lain sebelum membeli suatu produk. Konten review dari customer tersebut biasanya akan mereka unggah di social media sehingga bisa dilihat oleh banyak orang. Review ini memiliki dampak yang sangat kuat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap brand (brand authority). Sebab, 90% pembeli ingin membeli suatu produk setelah mendapatkan testimoni atau review dari orang lain.

Kelebihan dari UGC adalah lebih hemat biaya ketimbang jenis strategi pemasaran lainnya, terutama kampanye pemasaran (marketing campaign) menggunakan tradisional marketing. Sebab, ini merupakan konten yang customer unggah secara sukarela melalui akun media sosial miliknya.

Customer tersebut akan mereview produk yang mereka gunakan tanpa terikat afiliasi (kemitraan) dengan suatu brand. Jadi, customer tersebut berbeda dengan influencer marketing yang merupakan bagian dari sponsorship. Sehingga brand pun tidak perlu membuang biaya karena UGC bersifat gratis.

Lantas, bagaimana cara mengoptimalkan UGC?

Apa Itu User Generated Content?

Melansir dari Neil Patel, UGC atau User Generated Content adalah semua konten seperti foto, video, teks, ulasan, dan lain sebagainya yang customer ciptakan untuk mereka posting di media sosial.

Customer melakukan hal ini secara sukarela untuk menceritakan pengalaman (customer experience) dan opini mereka menggunakan suatu produk dari brand tertentu. Biasanya, customer juga menggunakan hashtag dan memention brand yang bersangkutan agar customer lain atau brand tersebut bisa menemukannya.

Dengan demikian, brand bisa me-repost dan menampilkan konten tersebut dalam situs atau media sosial mereka dan menggunakannya sebagai bahan digital marketing campaign mereka. Dapat kita simpulkan bahwa UGC hampir serupa dengan advocacy marketing, di mana seorang customer akan merekomendasikan produk yang ia sukai pada customer lainnya karena merasa puas. Bedanya, UGC menggunakan sarana media sosial sehingga jangkauannya lebih luas.

digital marketing agency

Namun, salah satu kekurangannya adalah Anda tidak bisa mengontrol atau memiliki kendali atas apa yang customer sampaikan melalui media sosial miliknya. Karena review bersifat jujur, maka customer tersebut tentunya akan memiliki ulasan tentang bagaimana mereka merasa puas atau tidak puas setelah menggunakan suatu produk. Jika customer memberikan review negatif terhadap produk Anda, maka bukan hal yang mustahil apabila mereka dapat menggiring sentimen pelanggan untuk tidak menggunakan produk tersebut.

Sebaliknya, apabila customer memberikan ulasan positif karena merasa puas dengan kualitas produk dan mendapatkan manfaat dari brand Anda (brand value), maka mereka pun bisa meningkatkan jumlah penjualan dengan signifikan. Bahkan, customer yang membuat UGC bisa menjadi pelanggan setia yang loyal terhadap brand Anda (brand loyalty). Dengan demikian, mereka pun bisa meningkatkan angka customer lifetime value (CLV) dan sangat menguntungkan untuk bisnis kedepannya.

Baca Juga :

Manfaat User Generated Content

UGC pada dasarnya merupakan strategi pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan klien atau target pasar terhadap sebuah produk, sekaligus membangun branding dan meningkatkan brand awareness. Sebab, 90% pembeli mengatakan bahwa UGC memengaruhi keinginan pembelian. Dan 73% pembeli mengalami peningkatan dalam kepercayaan pembelian mereka karena UGC.

Oleh sebab itu, jenis content ini sangat kuat untuk meyakinkan leads menjadi pembeli tetap, serta mengakuisisi pelanggan (customer acquisition) karena faktor kejujurannya. Selain itu, manfaat lain yang bisa brand dapatkan dari UGC antara lain:

Tips Memaksimalkan User Generated Content

cara memaksimalkan user generated content UGC

Mayoritas orang ingin mengetahui segala detail dari sebuah brand mulai dari produk, layanan, bahkan pengalaman orang lain sebelum membelinya sendiri. Mengutip dari Hootsuite, 30 persen milenial tidak akan pergi ke sebuah restoran yang lokasinya tidak ada di Instagram. Hal ini karena mereka tidak bisa melihat pengalaman orang lain di sana. Sedangkan 70 persen orang memercayai opini konsumen yang mereka sampaikan secara online.

Menilik dari hal tersebut, maka wajar apabila UGC memiliki peran yang sangat besar dalam memengaruhi keinginan pembelian customer lainnya. Maka dari itu, Anda perlu memaksimalkan UGC sebagai strategi marketing bisnis dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini:

1. Selalu Minta Izin pada Customer yang Membagikan Review atau Ulasan

Biasanya customer akan mengetag brand yang bersangkutan saat memberikan ulasan di media sosial. Untuk memaksimalkannya, maka Anda bisa merepost (mengunggah ulang) postingan tersebut melalui akun media sosial milik brand.

Namun, pastikan untuk tetap meminta izin tiap kali Anda ingin menggunakan konten dari pelanggan. Sebab apabila Anda tidak meminta izin terlebih dahulu, justru Anda bisa meninggalkan kesan yang kurang baik. Sebaliknya dengan meminta izin, maka Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai konten mereka. Hal sederhana ini pun dapat memengaruhi emosional pelanggan untuk semakin terkesan dan memercayai brand Anda.

Baca Juga :

2. Tetap Cantumkan Sumber Meski Sudah Meminta Izin

Meskipun Anda sudah mendapatkan izin untuk mengunggah kembali postingan dari customer, namun jangan lupa untuk tetap mencantumkan sumbernya. Anda bisa mencantumkan sumber dengan tag username di media sosial. Cara seperti ini akan membuat customer Anda senang dan juga memengaruhi customer lain untuk membagikan kontennya kepada Anda.

Dengan demikian, Anda akan menghargai si pembuat konten tersebut dan mereka akan lebih bersemangat untuk menggunakan produk Anda lagi di lain hari. Cara ini juga sekaligus menjadi strategi untuk membangun hubungan baik (relationship marketing) untuk dapat meningkatkan customer retention.

3. Menampilkan Review atau Testimoni

Tips selanjutnya untuk memaksimalkan UGC adalah dengan menampilkan review. Sejumlah platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, bahkan Blog menyediakan fitur untuk berkomentar. Akan tetapi, tak semua pengunjung situs atau media sosial akan membaca komentar tersebut.

Oleh sebab itu, pilihlah komentar atau testimoni terbaik dari customer untuk Anda angkat sebagai konten. Anda juga bisa mengangkat komentar negatif untuk menimbulkan kesan adil dan menerima kritik agar audiens lebih percaya pada kejujuran brand.

4. Libatkan Komunitas

Perusahaan-perusahaan besar sering melibatkan komunitas untuk turut menyumbang konten. Apple contohnya. Melalui gerakan dan hashtag #ShotoniPhone, semua customer berlomba-lomba mengunggah foto dan men-tag Apple agar dapat ditampilkan di situs dan akun Instagram brand tersebut.

Anda bisa meniru gerakan serupa. Misalnya Anda mengadakan sebuah event quiz atau giveaway di mana Anda mengajak followers Instagram untuk meng-upload story dan post dengan men-tag akun Anda. Maksimalkan juga penggunaan hashtag untuk meramaikan event tersebut.

5. Memberi Imbalan

Jika Anda ingin customer selalu memberikan konten UGC pada brand, maka tidak ada salahnya untuk memberikan imbalan dengan cara mengadakan kontes. Akan tetapi, ingat untuk tidak terlalu fokus pada hadiahnya. Sebab, hanya 32% user yang membuat UGC karena iming-iming hadiah, sedangkan 60% lainnya membuat UGC karena ingin mendapatkan like dari brand.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan user generated content. Dengan mengetahui cara mengoptimalkan UGC, maka Anda dapat mengembangkan brand melalui konten-konten yang sesuai.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.