5 Tips Personalisasi Email Untuk Tingkatkan Angka Konversi

personalisasi email

Personalisasi email merupakan teknik dalam menulis dan mengirimkan email pada customer agar terkesan lebih personal dan tak terkesan dikirim secara massal. Personalisasi email ini sangat penting bagi bisnis Anda.

Menurut WebFX, email yang terpersonalisasi akan meningkatkan CTR sebanyak 14% dan konversi sebesar 10%. CTR adalah jumlah klik yang diterima iklan dibagi dengan frekuensi iklan yang ditayangkan.

Maka dari itu, personalisasi email sangat penting diterapkan oleh berbagai perusahaan. Tentu bisnis Anda tak ingin kehilangan banyak prospek dan pelanggan baru bukan?

Maka dari itu berikut ini beberapa tips personalisasi email yang bisa Anda terapkan untuk bisnis Anda dikutip dari Glints.

Tips Personalisasi Email

Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai personalisasi email. Berikut ini beberapa tipsnya:

Kumpulkan Informasi Tentang Customer

Anda perlu melakukan riset dan menggali informasi customer perusahaan dengan lebih dalam. Hal tersebut penting agar Anda dan tim dapat menyajikan konten sesuai kebutuhan dan minat customer. Cara yang paling baik untuk mendapatkan customer adalah memilih beberapa pertanyaan spesifik yang dapat membantu Anda dan tim untuk melayani dengan lebih prima.

Anda bisa menanyakan data-data terkait email mereka, feedback pelayanan perusahaan, hingga produk yang menurut mereka harus dibenahi. Kamu bisa menanyakan nama dan alamat email mereka, feedback terkait pelayanan perusahaan, hingga produk perusahaan yang menurut mereka perlu dibenahi.

Segmentasikan Email List

Setelah itu Anda dan tim harus menyegmentasikan email list. Caranya dengan memisahkan kontak dalam list menjadi berbagai segmen, seperti jenis pelanggan, demografi, dan lokasi tempat tinggal mereka. Segmentasi list akan memberikan Anda cara yang lebih mudah untuk menawarkan kampanye pada tiap kelompok pelanggan.

Nah, setelah menyaring informasi para customer, tips personalisasi email selanjutnya adalah untuk menyegmentasikan email list.

Anda dan tim bisa memisahkan kontak dalam list menjadi berbagai segmen, seperti demografi, jenis pelanggan, dan lokasi tempat tinggal mereka. Hasilnya, tiap customer dapat menerima konten dan penawaran yang sesuai dengan keperluan mereka. Segmentasi email list juga efektif untuk memeriksa email customer yang aktif atau tidak.

Baca Juga:

 

Membuat Customer Persona

Anda juga bisa mendongkrak kualitas email list dengan menciptakan customer persona. Customer persona dibangun menggunakan data data pelanggan. Daripada mengajukan satu pertanyaan, Anda dapat mengelompokkan customer dengan memanfaatkan gabungan atribut dan tindakan yang mereka lakukan. Membuat strategi personalisasi email yang cerdas membuat perusahaan dapat memberikan pelanggan pengalaman yang baik.

Fokus Pada Customer Behaviour

Dengan berfokus pada perilaku pelanggan, Anda dan tim dapat menentukan data custimer yang aktif dan yang tidak. Nantinya, Anda dapat mengirimkan email secara khusus pada pelanggan yang tertarik dengan konten perusahaan. Hal tersebut tak hanya dapat menghemat biaya tapi juga menjadi celah bagi perusahaan untuk mulai berfokus pada strategi konversi lainnya.

Memanfaatkan Dinamic Content

Dinamic content merupakan konten situs web yang berubah-ubah yang didasari dari perilaku, preferensi, dan kebutuhan pengguna situs yang akan selalu berubah-ubah. Dinamic content akan memungkinkan Anda mempersonalisasi blok konten email sesuai minat para customer. Strategi ini memungkinkan Anda menampilkan konten yang berbeda pada setiap penerima email tanpa perlu repot.

Cara Membangun Email List

personalisasi email

Salah satu tips untuk mempersonalisasi email adalah membangun email list. Berikut ini beberapa cara membangun email list.

Mengkreasikan Call-to-Action (CTA)

Email list biasanya bertambah lewat CTA (Call to Action). Dengan informasi yang beragam, tentu CTA tiap konten tak dapat disamakan. Pesan atau ajakan tersebut harus selaras dengan apa yang Anda tuliskan. Pilihan ajakan untuk memberi email dapat kamu kreasikan seperti kata-kata spesifik dan menarik. Contohnya Download, Konten Gratis, Akses Eksklusif dan lainnya.

Baca Juga:

 

Menggunakan Pop-Up Opt-in

CTA sebenarnya belum tentu dapat terbaca oleh audiens. Terlebih lagi pesan ini sering ditemui pada bagian bawah konten. Strateginya adalah Anda dapat membuat pop-up opt-in yang dapat Anda gunakan. fitur ini akan hadir saat pembaca tengah membaca konten jadi tak perlu khawatir lagi teak terbaca.

Lirik opt-in berbentuk scroll box

Sealin pop up, ada juga pilihan opt-in yang berbentuk scroll box. Alih-alih muncul tiba-tiba, ajakan sign up dapat hadir saat audiens tengah asyik membaca. Kotak tersebut dapat hilang jika audiens melakukan scrolling dan kembali menikmati konten Anda.

Mengadakan Kontes

Kontes juga dapat menjadi cara membangun email list. Masukkan saja kolom email dalam formulir pendaftarannya. Meskipun begitu, Anda harus memita izin mereka untuk mengirimkan email ke alamat tersebut.

Mengkreasikan Konten

Anda dapat membuat konten yang lebih bervariasi dan kreatid seperti ebook, template, podcast, cheat sheet, dan lain sebagainya. Tentu saja sebelum menerima konten tersebut, jadikan pemberian email sebagai syarat. Anda tak boleh lupa meminta izin dalam pengiriman konten. Dengan begitu kedua pihak sama-sama diuntungkan mereka akan mendapatkan konten menarik, Anda pun berhasil memperpanjang email list.

Mengirim Newsletter

Konten unik memang menarik banyak orang. Namun, Anda butuh waktu yang tak sebentar untuk membuatnya. Demi mengisi waktu tersebut, Anda bisa mengirimkan konten pada umummnya seperti mengirimi mereka artikel seminggu sekali dalam bentuk newsletter. Newsletter dapat memberikan “nilai” tersendiri di mata para audiens.

Testimoni

Agar brand Anda lebih terpercaya, Anda dapat menyematkan testimoni. Testimoni merupakan salah satu kunci pemasaran. Jika ada banyak orang yang merekomendasikan konten email Anda, mereka bisa jadi “magnet” bagi orang lain.

Jenis-Jenis Email Marketing

Dalam personalisasi email marketing Anda, tentu Anda harus memperhatikan jenis email marketing mana yang paling efektif untuk bisnis Anda. Berikut ini beberapa jenisnya.

Newsletter

Newsletter menjadi andalan para marketer dalam menerapkan email marketing. Jenis ini sangat cocok untuk Anda yang menerapkan content marketing melalui blog perusahaan. Nantinya, artikel-artikel tersebut dapat terkirim ke audiens melalui email.

Welcome Email

Adalah jenis email marketing yang berisi kalimat sambutan pada audiens yang baru saja berlangganan email Anda. Welcome email akan membuat audiens merasa emosional karena disambut dengan hangat oleh brand Anda. Email sambutan dapat berisi mengenai produk-produk unggulan, branding, serta visi-misi yang Anda tawarkan pada pelanggan. Buatlah email sambutan yang visual agar menarik audiens dan mendapatkan kesan pertama yang baik.

Undangan Event

Selain membuat promosi, email juga menjadi alat yang bagus untuk mempromosikan acara-acara mendatang dari brand Anda. Jika Anda ingin mengadakan event berbayar untuk audiens umum, sebaiknya sertakan alasan mengapa orang-orang harus mengikuti event tersebut. Tonjolkan mengenai kelebihan dan manfaatnya.

Hal tersebut akan menarik perhatian audiens untuk mendaftarkan diri ke event yang telah kamu selenggarakan.

Itulah beberapa tips personalisasi email untuk meningkatkan konversi. Dengan memanfaatkan tips-tips di atas semoga proses kerja email marketing Anda akan semakin efektif. Tak hanya itu untuk mengembangkan strategi digital marketing brand, Anda dapat memanfaatkan layanan digital marketing agency untuk merumuskan berbagai strategi efektif marketing brand Anda.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.