Elemen Total Quality Management (TQM) dan Keuntungannya untuk Bisnis

total quality management (tqm)

Dalam dunia bisnis, tentunya kita sering mendengar istilah Total Quality Management (TQM). Awalnya, TQM merupakan konsep yang tercipta untuk sektor manufaktur. Namun seiring dengan perkembangan dunia bisnis, konsep ini telah diterapkan dalam berbagai macam niche bisnis dan industri.

Sesuai dengan namanya, pada dasarnya konsep TQM adalah memberikan pelayanan total kepada pelanggan dengan memanajemen kualitas proses bisnis. Misalnya peningkatan budaya kerja di perusahaan, layanan perusahaan, business process management, dan lain sebagainya untuk memastikan tercapainya tujuan dan target bisnis yang berkelanjutan (business continuity).

Tujuan utama dari TQM adalah untuk menciptakan customer satisfaction atau kepuasan pelanggan secara menyeluruh melalui pelayanan secara maksimal dan bersifat customer oriented. Dengan begitu, peluang perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas dan angka retensi juga akan semakin meningkat.

Dalam penerapannya, TQM terdiri dari beberapa elemen yang wajib perusahaan ketahui. Apa saja elemen-elemen tersebut?

Apa Itu Total Quality Management (TQM)?

Melansir dari investopedia, TQM atau Total Quality Management adalah suatu konsep bisnis yang berorientasi pada konsumen dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan dan operasi bisnis secara berkelanjutan (sustainability management).

Dengan konsep tersebut, maka perusahaan perlu memastikan bahwa semua karyawan harus bekerja sama dan berkolaborasi demi peningkatan kualitas produk maupun layanan. Mulai dari proses product development, sales process, marketing operation, hingga pemeliharaan pelanggan (lead management dan customer relationship management).

Sehingga, pada dasarnya TQM perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk memastikan kesuksesan setiap proses bisnis. Misalnya mengurangi kesalahan dalam proses produksi, meningkatkan product value, meningkatkan customer experience, menyederhanakan supply chain management, dan memastikan karyawan memberikan performa terbaik mereka.

Dalam praktiknya, penerapan konsep TQM ini berdasarkan pada elemen-elemen tertentu. Selain itu, TQM juga perlu menggunakan business metrics atau metrik performa bisnis untuk memantau kesuksesan proses bisnis secara keseluruhan. Misalnya dengan menerapkan Key Performace Indicator (KPI) pada setiap departemen atau divisi (KPI sales, KPI marketing, dan lain sebagainya).

digital marketing agency

Baca Juga :

Manfaat Total Quality Management untuk Bisnis

Seperti penjelasan di atas, sejatinya konsep TQM ini merupakan dasar yang bagus untuk memastikan kesuksesan proses bisnis perusahaan secara menyeluruh dan mendorong pertumbuhan bisnis. Selain itu, beberapa manfaat TQM untuk bisnis di antaranya adalah :

1. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Pada hakikatnya, tujuan semua bisnis adalah untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Sebab apabila pelanggan merasa puas, maka hal tersebut akan berdampak pada peningkatan sales growth dan menghasilkan lebih banyak profit untuk perusahaan.

Nah, salah satu manfaat TQM adalah dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini karena melalui TQM, perusahaan bisa menghasilkan produk atau layanan yang lebih baik, sehingga customer merasa puas.

Customer yang puas dengan kualitas produk/layanan ini pun berpotensi untuk menjadi customer loyal yang akan terus mengonsumsi produk/layanan dari brand Anda (brand loyalty). Saat brand loyalty dan customer loyalty tercapai, maka perusahaan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan lainnya.

Mulai dari customer retention, advocacy dari pelanggan setia, peningkatan brand awareness dan brand recognition, hingga banyaknya sales lead atau prospek baru.

2. Lebih Hemat Biaya

Manfaat selanjutnya dari implementasi TQM adalah cenderung lebih hemat biaya. Terutama apabila perusahaan bisa menerapkannya secara konsisten.

Sebab dengan TQM, perusahaan akan memaksimalkan setiap proses bisnis dengan perencanaan yang matang. Sehingga, akan tercapai efisiensi dari segi biaya produksi. Hal ini tentunya akan meningkatkan keuntungan, sekaligus membuat perusahaan tidak harus mengeluarkan dana tambahan (incremental cost).

3. Lebih Unggul dalam Kompetisi dengan Pesaing

Manfaat selanjutnya adalah perusahaan akan lebih unggul dalam persaingan di segmen pasar maupun market share. Sebab penerapan konsep TQM akan membantu perusahaan dalam memahami market orientation dan permintaan (demand) pasar, sehingga tidak akan kalah saing dalam kompetisi dengan para kompetitor.

4. Mengurangi Employee Turnover

TQM juga dapat membantu perusahaan untuk mengurangi tingkat employee turnover sekaligus meningkatkan employee retention. Ini karena konsep awal TQM adalah memaksimalkan proses bisnis melalui kerja sama antar karyawan.

Sehingga apabila perusahaan bisa menerapkannya dengan tepat, maka komunikasi dalam perusahaan (corporate communication) akan terjalin dengan lebih baik. Hasilnya, karyawan pun akan lebih kompak dalam mencapai tujuan dan target bersama.

Baca Juga :

Elemen Total Quality Management

elemen tqm

Seperti yang telah kita singgung di atas, dalam penerapannya TQM terdiri atas beberapa elemen yang harus perusahaan perhatikan. Elemen-elemen tersebut antara lain :

1. Orientasi pada Pelanggan (Customer Oriented)

Yang pertama adalah customer oriented atau customer centric. Sebab TQM bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal pada pelanggan. Sehingga, perusahaan harus memastikan bahwa produk/layanan yang dihasilkan telah sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.

Untuk dapat menghasilkan produk/layanan yang berorientasi pada pelanggan, maka perusahaan perlu melakukan market research atau riset pasar terlebih dahulu. Gunanya adalah untuk mengetahui kecenderungan preferensi pelanggan, perilaku pembelian dan kebiasaan konsumen (consumer behavior), sentimen, pain point, dan lain sebagainya.

Informasi-informasi tersebut nantinya akan menjadi insights yang sangat berguna dalam proses pengembangan produk/layanan.

2. Keterlibatan Karyawan (Total Employee Involvement)

TQM menekankan pada keterlibatan seluruh karyawan untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan business plan. Komitmen karyawan ini tentunya hanya bisa terbentuk jika perusahaan menciptakan lingkungan bisnis yang baik dan membuat mereka nyaman. Dengan demikian, karyawan pun akan semakin terpacu untuk mendukung perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk maupun jasa.

3. Fokus pada Proses (Process-Centered)

Elemen ketiga adalah fokus pada proses bisnis. Sehingga perusahaan perlu membuat business process model yang tepat agar karyawan bisa mengikutinya dengan baik sesuai dengan workflow yang telah ditentukan.

Selain itu, perusahaan juga perlu memberikan ukuran atau metrik pada tiap tahapannya. Tujuannya adalah untuk mengukur efisiensi dari setiap proses bisnis yang telah dilalui dan memperbaiki bagian-bagian yang perlu mendapatkan evaluasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

4. Peningkatan Berkelanjutan (Continual Improvement)

Total Quality Management adalah tentang bagaimana sebuah bisnis bisa terus berkembang dan berkelanjutan. Sehingga untuk mencapainya, maka perlu adanya peningkatan proses secara terus-menerus atau berkesinambungan.

Peningkatan secara terus-menerus ini akan membuat perusahaan menjadi semakin inovatif dan mampu mempertahankan posisi di pasar. Sehingga, hal ini juga menjadi salah satu strategi competitive dalam menghadapi adanya ancaman pendatang baru sekaligus menguatkan daya saing bisnis.

5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta (Fact-Based Decision Making)

Elemen selanjutnya adalah pengambilan keputusan berdasarkan fakta. Sebab TQM mengharuskan perusahaan untuk terus mengumpulkan dan menganalisis data data jumlah besar (big data), sehingga hal ini dapat meningkatkan akurasi pada saat proses pengambilan keputusan (decision making), hingga membuat prediksi bisnis (forecast bisnis) maupun merencanakan strategi pengembangan bisnis yang lebih baik berdasarkan data sebelumnya.

6. Komunikasi (Communications)

Elemen berikutnya adalah komunikasi. Selama penerapan TQM, maka perusahaan harus mengutamakan komunikasi secara internal ataupun eksternal. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan bersama. Maka dari itu, perusahaan harus mampu menyampaikan pesan (message) secara jelas dalam mendeskripsikan metode, strategi, roadmap, hingga ketepatan waktu.

Demikian adalah ulasan mengenai TQM beserta manfaat dan elemennya. Intinya, semua pelaku bisnis dalam perusahaan harus terlibat dan berkontribusi, agar perusahaan bisa mencapai kesuksesan bisnis.

Di sisi lain, Anda juga bisa memanfaatkan layanan digital marketing agency yang dapat membantu Anda dalam mendukung kesuksesan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.