10 Tren Marketing 2022 yang Wajib Anda Tahu, Ada Metaverse Hingga NFT

tren marketing 2022

Memprediksi tren consumer behavior atau perilaku konsumen memang sudah menjadi hal yang wajib untuk semua marketer. Namun, salah satu hal yang juga tak kalah penting untuk Anda perhatikan adalah membaca tren marketing di pasaran.

Sebab, tanpa mengetahui tren marketing, para marketer tentunya akan kesulitan dalam melakukan market reseacrh, menentukan target pasar, membangun hubungan dengan konsumen, hingga meningkatkan customer loyalty. Lantas, apa saja tren marketing yang harus marketer pahami?

Tren Marketing 2022

Melansir dari Marketeers, terdapat 10 tren marketing tahun 2022 yang harus dipahami oleh para marketer atau pemasar, agar strategi pemasaran berjalan dengan sukses. Berikut adalah 10 tren tersebut:

1. Metaverse

Istilah metaverse tentunya sudah tak asing lagi di telinga kita selama beberapa waktu terakhir. Metaverse sendiri merupakan dunia virtual yang sangat populer saat ini. Asia Marketing Federation (AMF) meyakini metaverse menjadi penerus dari mobile internet. Di mana nantinya konsumen dan para provider akan semakin intensif dalam memanfaatkan avatar.

Sebab, perlu kita akui bahwa saat ini kita semua hidup dalam dunia digital. Baik saat bekerja, bermain, bahkan saat mencari hiburan seperti konser musik. Menilik dari perkembangan dunia digital yang semakin canggih, maka tak ayal metaverse menjadi salah satu tren marketing 2022 yang tidak bisa Anda abaikan.

2. Kecerdasan Buatan Generatif

Artificial intelligence marketing memang bukan menjadi hal baru. Namun, tampaknya Anda harus bersiap dengan kecerdasan buatan generatif (Generative Artificial Intelligence).

Kecerdasan buatan generatif sendiri merupakan kemampuan untuk menghasilkan produk dan pengetahuan yang benar-benar baru dengan menggunakan machine learning dan AI. Di masa depan, teknologi ini bisa diterjemahkan dalam bentuk paspor digital dengan pemindaian pada wajah, retina mata, hingga suara.

Bagi Anda yang saat ini berkecimpung di perusahaan penyedia jasa travelling, tampaknya tren pemasaran yang satu ini harus benar-benar Anda perhatikan.

digital marketing agency

3. Neuro-Linked

Teknologi chip atau neuro-linked memang bukan hal baru. Namun, bukan berarti teknologi ini tak akan semakin populer di masyarakat. Sebab, eksplorasi teknologi chip sendiri terus berlanjut. Contohnya kendaraan otonom yang makin populer, hingga manusia yang semakin membiasakan diri untuk berinteraksi dengan AI.

Di masa depan, teknologi ini akan memungkinkan Anda untuk mengunggah data dan mencari informasi melalui chip ukuran nano atau mikroskopis yang tersemat dalam tubuh manusia, hewan, atau perangkat apapun. Kemudian penerima dengan mudah mengunduhnya dalam waktu singkat.

Teknologi superchip ini memampukan terjadinya integrasi syaraf otak manusia dengan perangkat mesin. Bahkan teknologi ini kemungkinan menjadi masa depan manusia, khususnya dalam cara mereka belajar dan beradaptasi.

Baca Juga :

4. Space Tourism

Jika selama ini hanya astronot yang bisa menjelajah luar angkasa, maka tampaknya hal tersebut tidak berlaku di masa depan. Pasalnya, space tourism alias wisata luar angka kemungkinan besar menjadi salah satu tren marketing selanjutnya.

Wisata luar angkasa mencapai tonggak penting pada tahun ini ketika gelombang pertama wisatawan dikirim ke luar angkasa. Hal ini juga menandai penerbangan luar angkasa yang dikomersialkan dan awal dari pariwisata luar angkasa. Tahun lalu, bos Virgin Group Richard Branson, pendiri Amazon Jeff Bezos, dan Elon Musk pamer terbang ke luar angkasa dengan pesawatnya.

Maka bukan hal mustahil apabila pariwisata jenis baru ini akan makin populer di masyarakat. Selain itu, tentunya akan menciptakan peluang pekerjaan baru. Mulai dari teknisi roket, tur guide, hingga agen perjalanan. Bagi Anda yang terjun ke bidang marketing tersebut, maka tak ada salahnya untuk mulai merancang strategi business development dengan jenis strategi pemasaran yang tepat.

5. DAO (Decentralised Autonomous Organisation)

Sesuai dengan namanya, teknologi ini mengusung desentralisasi data dan server. Hal ini memungkinkan saja siapa saja dari belahan bumi mana pun bisa berpartisipasi dalam aturan dan membuat keputusan secara mandiri tanpa campur tangan otoritas pusat.

Sistem DAO ini mengusung transparansi, kepercayaan, legitimasi untuk setiap transaksi, dan jauh dari monopoli.

6. NFT dan Investasi Seni

tren marketing NFT

Strategi marketing yang satu ini sudah diterapkan oleh beberapa negara maju, seperti beberapa perusahaan hiburan di Korea Selatan. Non-fungible tokens (NFT) sendiri jenis digital aset dalam sistem blockchain yang mana setiap NFT memiliki satu token unik yang tidak dapat dipertukarkan.

NFT menjadikan sebuah digital business asset yang tidak bisa disalin. Dengan demikian, NFT bisa menjadi salah satu investasi masa depan untuk karya seni yang sampai hari ini masih rentan dengan pembajakan. Baik itu seni lukis, musik, dan sebagainya.

7. Immersive Buy Journey

Dewasa ini, banyak perusahaan tak segan untuk menggelontorkan investasi besar-besaran guna meningkatkan user interface (UI) demi meningkatkan user experience (UX).

Sebab, kombinasi antara cloud computing, machine learning, kecerdasan buatan, big data, robotik, hingga internet of things (IoT) akan berdampak besar pada setiap elemen masyarakat.

Contohnya adalah konsep kamar dan studio hijau. Konsep ini akan memberi pengalaman baru konsumen saat berbelanja dan hal ini akan mengubah lanskap ritel dan perilaku konsumen. Nantinya, mereka bisa mencoba produk-produk yang akan mereka beli dengan lebih mudah secara virtual.

Baca Juga :

8. GameFi (Game Finance)

Tren ini tampaknya akan semakin berkembang pada tahun 2022. GameFi sendiri merupakan istilah umum yang mengacu pada para gamer yang meraih mata uang kripto melalui pemutaran video permainan.

Mereka menghasilkan uang melalui mekanisme seperti token keuangan untuk memenangkan sebuah pertempuran seperti dalam game Axie Infinity. Dengan integrasi dengan aneka platform, ekosistem GameFi akan menjadi kekuatan besar yang harus Anda perhitungkan dalam waktu dekat.

9. Web 3.0

Hadirnya Web 3.0 menjadi babak baru dari evolusi internet. Hal ini karena Web 3.0 mengusung desentralisasi internet dengan teknologi blockchain sebagai penyangga utamanya.

Dengan perkembangan zaman yang membuat leburnya ruang dan waktu, institusi internet saat ini telah memangkas latensi dan biaya ekonomi. Efisiensi ekonomi ini akan membuka model bisnis baru yang tak ada di era internet sebelumnya.

10. Dimensi Ketiga Mobilitas

Tampaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa teknologi telah mengubah mobilitas masa kini. Bahkan saat ini, berbagai jenis kendaraan terbang telah dikembangkan. Misalnya drone kargo dan taksi terbang. Hal ini mengubah cara manusia memindahkan barang dan penumpang di ruang urban.

Hadirnya dimensi mobilitas ketiga ini tentunya akan memecahkan persoalan transportasi di tengah kota, yang mayoritas berjibaku dengan kemacetan akibat semakin derasnya urbanisasi. Di masa depan, kota-kota besar akan mengadopsi inovasi ini.

Demikian adalah ulasan tentang 10 tren marketing tahun 2022. Dengan mengetahui tren ini, para marketer maupun perusahaan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi aneka perubahan di dunia marketing dengan merancang bisnis plan maupun strategi pemasaran sebaik-baiknya.
Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.