Metode Menghitung Valuasi Startup Berdasarkan Tahapannya

menghitung valuasi startup

Menghitung valuasi startup merupakan salah satu hal yang harus kamu ketahui saat ingin terjun di dunia startup. Ketika kita bisa menghitung nilai startup, maka akan mempermudah negosiasi dengan perusahaan.

Dalam melakukan penghitungan nilai startup ini bukan hanya di lakukan saat startup baru berjalan. Akan tetapi menghitung nilai startup juga ketika akan menjalankan ekspansi bisnis.

Untuk metode menghitung valuasi startup bisa kamu simak di bawah ini!

Pengertian Valuasi Startup

Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah perusahaan atau bisnis. Maka dari itu, valuasi startup dapat diartikan sebagai nilai ekonomi suatu bisnis baru yang memiliki potensi perkembangan yang lebih cepat. Dan bisnis baru tersebut memiliki potensi bisa bersaing untuk mengisi celah pasar yang ada.

Apabila ada sebuah perusahaan baru (startup) yang mempunyai nilai valuasi 1 triliun, maka jika investor akan mengakuisisinya juga harus memiliki uang yang jumlahnya sama, yaitu 1 triliun.

Valuasi yang sudah diperoleh juga akan dijadikan sebagai acuan perusahaan. Adapun acuan tersebut untuk mengukur besarnya bisnis startup yang terdapat di masa depan.

Founder startup wajib menghitung valuasi saham perusahaannya. Agar persentase saham memiliki standar yang tepat untuk diketahui investor.

Selain itu, dalam menentukan harga jual startup juga sangat penting. Terutama apabila suatu saat akan membangun merger dengan startup yang lainnya ataukah saat akan diakuisisi oleh perusahaan lain.

Terdapat dua macam valuasi startup. Yaitu valuasi pre-money dan valuasi post-mone. Pengertian Valuasi pre money adalah nilai ekonomi bisnis sebelum mendapatkan investasi. Sedangkan valuasi post money adalah nilai ekonomi suatu bisnis sesudah mendapatkan dana investasi.

Dengan menjumlahkan total investasi dengan valuasi pre money juga bisa dilakukan saat kamu ingin menghitung valuasi post money.

Baca Juga :

Metode Menghitung Valuasi Startup

Berikut ini adalah 5 metode yang bisa digunakan untuk menghitung valuasi stratup :

Metode Cost-to-Duplicate

Dalam metode cost-to-duplicate yang dilansir dari Investopedia ini digunakan untuk melakukan penghitungan valuasi yang melakukan duplikasi bisnis.

Sehingga investor-investor tidak perlu mengeluarkan dana yang melebihi dari apa yang di duplikasi, ini adalah prinsip dari metode ini.

Adapun biaya yang dihitung yang dibutuhkan berdasarkan data riwayat pengeluaran yang terverifikasi. Seperti biaya riset, hak paten sampai dengan pengembangan prototipe.

Akan tetapi kamu juga harus mempertimbangkan beberapa kelemahan yang terdapat pada metode ini.

Dengan menggunakan metode ini tidak bisa memprediksi potensi keuntungan dari investasi. Karena aset tak berwujud seperti nilai brand tidak dapat kita hitung. Jadi metode ini harus kita kombinasikan dengan metode lainnya.

Metode Berkus

Menghitung valuasi startup selanjutnya yaitu menggunakan Metode Berkus.

Untuk menghitung valuasi startup pada metode ini kita menggunakan nilai dollar Amerika ($ USD). Beberapa indikator di bawah ini yang dilansir dari North star, akan menambah nilai dari sebuah startup.

Indikator ini masing-masing juga akan menambah nilai sampai dengan maksimal 500 ribu dolar AS.

  • Konsep startup yang menarik
  • Prototipe yang resikonya minim
  • Kualitas manage team dengan resiko eksekusi minim
  • Penjualan/Sales yang tidak terganggu risiko pasar
  • Relationship strategy yang minim resiko pasar

Prioritas dari metode ini yaitu pengurangan resiko. Sehingga keuntungan dari investasi juga akan terlihat oleh investor.

Metode Valuasi Scorecard

metode menghitung valuasi startup

Jika metode berkus kita menggunakan indikator nilai dollar AS. Maka metode scorecard kita menggunakan indikator persentase untuk menghitung valuasi startup.

Metode valuasi Scorecard ini caranya adalah dengan membandingkan startup dengan dasar nilai rata-rata pre-cash dari startup lainnya dengan sektor sama.

Metode valuasi Scorecard menggunakan nilai sebagai berikut :

  • 0%-30% Kekuatan manajemen tim
  • 0%-25% Besar kesempatan
  • 0%-10% Lingkungan yang kompetitif
  • 0%-25% Produk dan teknologi
  • 0%-10% Marketing/platform penjualan/kemitraan
  • 0%-10 Faktor-faktor lain
  • 0%-5% Kebutuhan untuk investasi tambahan

Saat kamu memakai metode ini juga memberikan fleksibilitas bagi startup. Terutama dalam menghitung nilainya menggunakan rentang persentase. Jadi startup juga akan memberikan nilai lebih pada aset yang penting.

Metode Ventura Capital

Untuk menghitung valuasi startup suatu bisnis, kita juga bisa menggunakan metode ventura capital.

Adapun fokus dari metode ini yaitu return of instrument yang bisa dihasilkan dengan rumus berikut :

$ 2 juta : 20 = $ 100 ribu ( valuasi setelah capital investment)

Kemudian untuk $ 100 ribu – $50 ribu – $50 ribu ( valuasi sebelum capital investment )

Apabila kamu akan menggaet investor yang mempunyai ketentuan ROI yang spesifik maka bisa menggunakan metode ini.

Baca Juga :

Metode Valuasi Berdasarkan Tahapan Pengembangan

Selanjutnya yaitu metode valuasi yang berdasarkan tahapan pengembangan.

Angel investor sering menggunakan metode ini untuk menghitung valuasi startup yang sedang dalam fase pengembangan.

Metode yang digunakan yaitu rule of thumb. Nilai startup ini akan bertambah seiring dengan berkurangnya resiko.

Adapun pembagian tahapan pengembangan startup ini yaitu :

  • Mempunyai rancangan bisnis
  • Memiliki tim manajemen yang kuat agar bisa menjalankan rancangan bisnis
  • Produk akhir atau Prototipe sudah dikembangkan
  • Mempunyai mitra atau basis konsumen yang strategis
  • Terdapat tanda-tanda dalam pertumbuhan profit yang jelas

Dengan rentang nilai ini juga bisa bervariasi. Batas minimal diberikan pada startup yang baru mempunyai rancangan bisnis saja. Dalam menghitung valuasi startup ini juga bisa menjadi rumit. Semuanya tergantung dari target investor ataupun startup tersebut.

Pentingnya dalam Menentukan Valuasi Startup

Adanya penghitungan dari valuasi perusahaan ini juga bisa memberikan nilai wajar bagi sebuah perusahaan.

Tentunya hal ini juga penting khususnya bagi perusahaan yang akan menerima pendanaan dari investor eksternal. Atau bisa juga saat perusahaan akan melakukan investasi jual beli perusahaan seperti saat penggabungan dan akuisisi.

Peran besar investor ini bagi startup yaitu sebagai penyedia dana sehingga akan mengakselerasi produk perusahaan dan pengembangan pasar.

Jadi nilai valuasi perusahaan ini sebagai penentu. Kamu jadi tahu seberapa besar porsi kepemilikan investor baru dari sebuah perusahaan.

Kemudian bagi founder serta pemilik perusahaan pastinya menginginkan perusahaannya dinilai dengan menggunakan valuasi yang setinggi mungkin. Jadi jika ada investor masuk maka porsi kepemilikan mereka juga akan terdilusi minimal mungkin.

Dengan valuasi yang tinggi juga akan menandakan bahwa saham yang mereka miliki nilainya akan lebih tinggi.

Namun bagi para investor tentunya menginginkan valuasi perusahaan serendah mungkin. Selain  akan mengincar porsi kepemilikan perusahaan yang lebih besar bagi investor, juga untuk mendapatkan good deal

Bagi seorang founder hal ini sangatlah penting untuk mempunyai pemahaman yang terkait dengan cara menentukan valuasi perusahannya.

Menghitung valuasi startup ini penting sebelum bertemu calon investor. Sehingga antara founder dan investor akan memiliki sebuah kesepakatan yang fair atau menjadi tidak timpang sebelah.

Di sisi lain, kamu juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :