Cara Menerapkan Strategi Marketing FOMO

Marketing Fomo Adalah

Strategi Marketing FOMO merupakan salah satu strategi marketing di era modern yang tidak boleh kita lewatkan untuk meningkatkan penjualan.

Kita pasti pernah mengalami tergesa-gesa saat ingin membeli sesuatu barang karena takut barang tersebut akan habis atau jika tidak membelinya nanti takut dikatakan ketinggalan jaman. Itu artinya kita sudah FOMO. Apa itu FOMO? Pastinya sudah banyak dari kita yang sudah tahu arti dari FOMO.

Pengertian FOMO

Untuk yang belum mengetahuinya, FOMO adalah singkatan dari Fear Of Missing Out yang memiliki arti merasa takut atau gelisah ketinggalan momen tertentu. Atau dalam prakteknya FOMO juga diartikan sebagai takut ketinggalan jaman.

FOMO ini di jaman sekarang sering terjadi, karena sudah banyak orang menggunakan sosial media. Dimana ketika kita melihat teman membeli mobil baru, kita merasa gelisah. Lihat teman liburan, kita gelisah.

Sebenarnya tidak ada yang salah ketika kita memiliki perilaku FOMO. Tergantung dari diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Karena FOMO masih memiliki banyak manfaat, terutama ketika kita memiliki sebuah bisnis. Andapun juga diwajibkan bisa meracang konten marketing yang baik agar kampanye anda bisa di terima oleh masyarakat luas.

Pengertian Strategi Marketing FOMO

Strategi Marketing FOMO adalah faktor penting bagi pemasar karena sangat bermanfaat untuk membuat konten yang menarik untuk mendapat perhatian dari audiens target pemasaran.

Oleh karena itu, memahami prinsip-prinsip psikologi akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap menganalisis kelompok pelanggan potensial. Salah satu teknik psikologis yang paling banyak digunakan dalam  Marketing adalah FOMO (Fear of Missing Out).

Ini bukan konsep baru di bidang periklanan dan pemasaran, tetapi selalu memiliki manfaat tinggi dalam menarik perhatian banyak orang, membuat mereka menghabiskan isi dompet untuk menikmati sebuah produk dan layanan dari suatu bisnis.

Baca Juga :

Mengapa Strategi Marketing FOMO Efektif Untuk Sebuah Bisnis?

Strategi Marketing FOMO

Beberapa statistik di bawah ini akan membuat Anda memahami mengapa Strategi Marketing FOMO sangat efektif untuk sebuah bisnis.

Data menunjukkan bahwa FOMO paling umum di kalangan milenial. Sekitar 69% milenial secara pribadi mengalami hal ini, dan menurut Strategy Online, 60% milenial bereaksi terhadap pembelian karena mereka telah jatuh ke dalam FOMO. Dengan kata lain, mereka akan membeli sesuatu hanya karena mereka merasa bisa ketinggalan jaman.

Menurut data lain, lebih dari separuh pengguna media sosial memiliki respons FOMO. Dengan lebih dari 3 miliar pengguna media sosial aktif di seluruh dunia, menurut We are Social, ini adalah audiens dengan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh sebuah bisnis dalam jangka panjang.

Berfokus pada generasi muda milenial yang memiliki kebiasaan menggunakan jejaring sosial. Strategi Marketing FOMO memiliki banyak peluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mengubah kebiasan FOMO mereka di sosial media menjadi perilaku membeli suatu produk.

Cara Menerapkan Strategi Marketing FOMO

Untuk menerapkan Strategi Marketing FOMO, Anda dapat melakukan beberapa hal-hal berikut ini :

1. Manfaatkan Influencer dan Perusahaan Terkenal

Strategi Marketing FOMO paling pertama adalah dengan menggunakan bantuan Influencer dan perusahaan digital marketing agency terkenal. Kita bisa menyewa jasa seorang influencer yang memiliki banyak follower dan pengaruh di sosial media untuk memberikan testimoni tentang produk yang kita jual. Cara termudah adalah dengan memberikan endorsement atau membeli paid promote Influencer di lengkapi juga dengan Instagram Konten Marketing yang relefan.

Selain itu, kita juga bisa memasukan beberapa logo perusahaan terkenal yang telah membeli produk dari bisnis yang kita jalankan. Apalagi jika model bisnis yang kita jalankan adalah business to business.

2. Tampilkan Stok Barang

Kita dapat menampilkan jumlah stok barang di website atau toko online yang kita miliki. Untuk menarik perhatian banyak pelanggan yang FOMO, kita bisa menunjukan jumlah stok barang yang hanya tersisa sedikit atau beri tanda peringatan bahwa stok hampir habis.

Hal ini bisa mempengaruhi psikologi konsumen untuk membuat mereka terpancing untuk membeli produk yang kita jual secepatnya karena mereka akan merasa takut kehabisan barang dan tidak mendapatkannya.

3. Memberikan Batas Waktu

Salah satu Strategi Marketing FOMO yang tidak boleh kita lewatkan dan wajib diterapkan adalah memberikan batas waktu. Misalnya saja kita akan mengadakan program flash sale, maka program tersebut hanya berlaku untuk beberapa jam atau beberapa hari saja.

Jadi di bagian promosi produk terlaris, kita bisa memberikan hitungan mundur atau sisa waktu pembelian untuk harga diskon/harga promo tersebut. Apalagi jika strategi ini dikombinasikan dengan stok terbatas. Secara psikologis konsumen akan segera membeli produk tersebut secepatnya.

4. Buatlah Konsumen Merasakan Kompetitif

Ketika kita berbicara tentang FOMO pastinya ada sebuah persaingan. Maka kita harus membuat konsumen merasa saling bersaing untuk mendapatkan produk yang kita jual. Kita bisa mencantumkan berapa orang yang sudah menekan tombol Likes pada produk X, berapa orang yang telah melihat produk X dan berapa orang yang sudah membeli produk X. Beberapa metode pelangkap juga bisa anda tambahkan misal dengan Inbound Marketing, Word of Mouth, 360 Digital Marketing atau Growth Hack Marketing yang tepat.

5. Membuat Produk Eksklusif

Kita juga memanfaatkan strategi marketing FOMO yang satu ini agar bisa memanfaatkan psikologis FOMO dari konsumen. Kita bisa membuat suatu produk yang eksklusif dan dijual hanya dalam waktu terbatas atau flash sale. Bisnis Anda bisa berkolaborasi dengan influencer dengan membuat suatu produk limited edition seri influencer tersebut.

Baca Juga :

6. Berikan Apresiasi Untuk Pembeli Pertama

Ini adalah strategi pemasaran klasik, tetapi masih work sampai sekarang. Kita bisa memanfaatkan FOMO dari para konsumen dengan memberikan promosi untuk 10 atau 100 pembeli pertama akan mendapatkan free ongkir, mendapatkan voucher atau mendapatkan bonus.

Dengan cara ini secara psikologis konsumen akan bersaing untuk mendapatkan produk tersebut secepat-cepatnya. Sehingga Bisnis Anda bisa langsung mendapatkan target penjualan pertama dengan cepat.
Tetapi untuk menerapkan strategi marketing FOMO tidak boleh sembarangan. Karena sebelum menerapkan strategi yang kami sebutkan diatas. Pebisnis harus melakukan riset terlebih dahulu dan memiliki manajemen SDM yang bisa menganalisa trend dan perilaku konsumen bisnis yang kita jalankan.

7. Buat Banner Promo Yang Menarik

Manusia lebih responsif terhadap gambar daripada teks, jadi saat membuat kampanye Pemasaran FOMO, penting untuk membuat visual gambar banner promosi yang menarik. Contohnya kita bisa membuat gambar banner promosi yang menarik dengan menawarkan program hadiah untuk pelanggan.

Dalam gambar banner promo tersebut gunakan kata-kata yang menarik perhatian konsumen seperti kata “Jangan lewatkan”. Buatlah ukuran dari tulisan ini lebih besar dibandingkan tulisan lainnya dalam banner promo.

8. Gratis Ongkos Kirim

Tahukah Anda bahwa hingga 90% pembeli mengatakan pengiriman gratis adalah prioritas utama mereka saat memilih untuk berbelanja online? Tawarkan gratis ongkos kirim untuk pesanan dengan jumlah minimum total pembelian tertentu. Jadi konsumen tersebut akan membeli produk lebih banyak, untuk bisa mendapatkan gratis ongkir.

Memanfaatkan psikologi perilaku konsumen dalam pemasaran bukanlah hal baru. Dengan bantuan teknologi data dan analitik, pengetahuan tentang minat konsumen menjadi lebih mudah dianalisis. Strategi Marketing FOMO bisa menjadi strategi yang baik, perlu dilihat secara holistik dan diterapkan di setiap aspek pemasaran. Ketika diterapkan dengan benar, perilaku FOMO di era sosial media sekarang ini sangat membantu meningkatkan konversi pembelian dan meningkatkan penjualan secara signifikan.

Semoga tips dan cara menerapkan Strategi Marketing FOMO di atas dapat membantu Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan produk.