Jenis-Jenis Sertifikasi Business Analyst

sertifikasi business analyst

Bagi seorang business analyst, tentunya butuh sebuah pembuktian dengan memiliki sertifikasi business analyst. Dengan adanya sertifikasi, secara tidak langsung menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki kompetensi lebih baik dan sudah teruji.

Jika kamu seorang business analyst atau sedang ingin berkarir sebagai business analyst, seharusnya kamu mulai mempelajari bagaimana mendapatkan sertifikasi. Artikel ini akan membahas mengenai beberapa hal yang perlu kamu ketahui terkait sertifikasi tersebut.

Jenis-Jenis Sertifikasi Business Analyst Pemula

Terkait dengan sertifikasi business analyst, terdapat beberapa jenis sertifikasi yang bisa kamu pilih. Bagi para pemula tentu kamu harus memilih sertifikasi yang tepat dengan kualifikasi dan pengalamanmu tersebut.

1. Entry Certificate in Business Analysis

ECBA atau IIBA Entry Certificate in Business Analysis menjadi salah satu sertifikasi dasar yang cocok untuk dipilih. Sertifikasi yang satu ini dikeluarkan oleh IIBA (International Institute of Business Analysis) yang dikhususkan bagi pemula atau di tingkat dasar.

Karena dikhususkan pada tingkat dasar. Jadi kualifikasi yang dibutuhkan tidak berat seperti CAP.

Pasalnya, sertifikasi jenis ini tidak membutuhkan pengalaman khusus dengan jangka waktu tertentu untuk mendapatkannya.

Walaupun tidak membutuhkan kualifikasi tertentu. Tetapi ada syarat dari IIBA untuk bisa mendapatkannya.

Dibutuhkan minimal 21 jam kredit atas pelatihan profesional yang diberikan oleh IIBA.

2. Certified Foundation Level Business Analyst

IIBA mengeluarkan sertifikasi ECBA. Sedangkan CFLBA (Certified Foundation Level Business Analyst). Dikeluarkan oleh International Qualifications Board for Business Analyst (IQBBA).

Sertifikasi business analyst dasar ini ditujukan untuk pemula. Terutama untuk yang sedang merintis karir di bidang business analyst.

Sertifikasi ini telah diakui secara global. Jadi kamu tidak perlu cemas akan legalitasnya.

Baca Juga :

3. Certification of Competency in Business Analysis

Tahap ketiga ada CCBA. IIBA sendiri menawarkan sertifikasi di tahap kedua yang bisa kamu pilih. Sertifikasi tersebut yaitu CCBA (Certification of Competency in Business Analysis).

Jika pada ECBA tidak perlu pengalaman khusus untuk mendapatkannya, berbeda dengan CCBA ini. Pada CCBA ini, peserta harus sudah memiliki pengalaman. Hingga saat ini, pengalaman di bawah 5 tahun bisa mendapatkan sertifikat CCBA ini.

Jenis Sertifikasi Business Analyst Tingkat Profesional

Jika sebelumnya membahas sertifikat tingkat pemula dan menengah. Selanjutnya ada jenis sertifikat tingkat profesional. Syarat untuk mendapatkan sertifikasi bisnis analyst ini juga lebih sulit.

1. Certified Analytics Professional

Sertifikasi business analys profesional pertama adalah CAP. CAP merupakan sertifikasi yang populer.

Para praktisi umunya juga memiliki sertifikasi ini. Hal tersebut tentu menjadi poin lebih jika berhasil mendapatkan sertifikasi yang satu ini.

Sertifikasi jenis ini juga tidak mudah untuk didapatkan. Bahkan ada anggapan bahwa tidak sembarang orang bisa mendapatkan sertifikasi ini.

Karena dibutuhkan kualifikasi tingkat tinggi untuk dapat memperolehnya.

Ada beberapa kualifikasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan sertifikasi CAP.

Salah satunya adalah memiliki gelar sarjana atau magister. Selain itu kualifikasinya juga memiliki pengalaman kerja di atas 5 tahun.

2. Certified Business Analysis Professional

Sertifikat selanjutnya yang bisa kamu pilih adalah CBAP (Certified Business Analysis Professional).

Di level profesional, maka praktisi membutuhkan sertifikasi CBAP.

Minimal memiliki pengalaman kerja 10 tahun. Atau sekitar 7500 jam kerja di bidang yang relevan.

Selain itu, para profesional harus mengikuti ujian yang lebih berat. Jika dibandingkan dengan sertifikasi business analysis lainnya.

Baca Juga :

Langkah Mudah Meningkatkan Skill Business Analyst

langkah menjadi businesss analyst

Selain berusaha mendapatkan sertifikasi business analyst, penting juga untuk terus berusaha meningkatkan kemampuan. Hal tersebut tentunya sangat menunjang dalam berkarir dan untuk terus mendapatkan sertifikasi di level selanjutnya.

1. Mengikuti Pelatihan

Skill tidak didapatkan dengan cara yang instan. Kalimat tersebut tentunya berlaku juga dalam upaya seseorang dalam mencapai puncak karirnya. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk terus berlatih dengan cara mengikuti pelatihan.

Untuk mengikuti pelatihan saat ini juga cukup mudah. Selain dengan mengikuti pelatihan offline. Kini banyak juga pelatihan online. Hal tersebut tentunya sangat memudahkan para peserta untuk mendapatkan ilmu tanpa terbatas faktor lokasi.

Pelatihan tersebut umumnya diadakan oleh Lembaga terkait yang bergerak di bidang tersebut.

Tentunya level pelatihan yang tinggi akan lebih baik, jika didapatkan pada lembaga yang kredibel. Pastikan lembaga tersebut terpercaya dan bisa memberi pelajaran yang tepat.

2. Memperluas Relasi

Selain terus belajar dan berlatih, kamu juga harus meningkatkan relasi. Faktor relasi ini terbukti memberikanmu banyak peluang untuk terus memperkaya skill. Kamu bisa mulai membuka diri terhadap relasi baru dan saling bertukar informasi terbaru.

Selain bermanfaat dalam memperkaya kemampuan diri, kamu bisa juga mendapatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan potensimu.

Jadi kesimpulannya, semakin banyak relasi. Maka akan semakin banyak peluang mendapatkan profesi yang relevan.

3. Eksplorasi Diri Sendiri

Banyak orang beranggapan bahwa mereka tidak cocok mengikuti pelatihan. Dikarenakan teori yang diajarkan tidak sesuai dengan keadaan.

Untuk itu, pelajaran terbaik adalah dari pengalaman.

Jika kamu masih dalam level pemula, cobalah untuk terus mengasah potensi diri sendiri. Kamu bisa belajar secara otodidak dengan menggunakan masukan dan pengalaman dari senior.

Baca Juga :

Hal yang Harus Diperhatikan Tentang Sertifikasi Business Analyst

Saat mendapatkan sertifikasi business analyst, tidak menutup kemungkinan muncul hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Hal tersebut bisa muncul dari dalam diri dan dari pihak luar. Simak beberapa hal tersebut pada beberapa poin berikut ini.

1. Mengikuti Kelas Sesuai Kemampuan

Ketika Kamu ingin mengikuti sertifikasi. Sertifikasi juga harus sesuai dengan tingkatannya.

Untuk itu, bagi penting untuk memperhatikan kualifikasi dan pengalaman sebelum mengikuti sertifikasi tadi.

2. Melihat Kredibilitas Lembaga Sertifikasi

Jika kamu ingin mendapatkan sertifikasi yang diakui secara global. Maka kamu harus memilih lembaga sertifikasi yang terpercaya.

Lembaga sertifikasi yang kredibel saat ini contohnya seperti :

Atau kamu bisa mencari lembaga lain yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

3. Mentor yang Tepat

Sebagai langkah eksplorasi diri, memiliki mentor yang tepat adalah kuncinya. Dengan mentor yang tepat, proses belajar dan mempraktekan teori menjadi lebih mudah. Selain itu, proses berlatih juga bisa lebih menyenangkan jika tidak salah memilih mentor.

Demikianlah artikel singkat mengenai sertifikasi business analyst. Semoga bermanfaat bagi kamu yang sedang merintis karir pada bidang business analyst baik tingkat dasar atau tingkat profesional. Selamat mencoba!

Selain itu, untuk kamu yang ingin mengembangkan bisnis, cobalah menggunakan layanan digital marketing agency. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :