11 Solusi dan Cara Menghadapi Client yang Marah

cara menghadapi client yang marah

Seorang sales atau pekerjaan lainnya dalam bidang business development harus mengetahui cara menghadapi client yang marah. Anda harus menemukan trik yang tepat agar permasalahan tersebut bisa segera teratasi.

Pada dasarnya, Anda memang harus menyiapkan mental sebaik mungkin ketika menghadapi amarah klien. Jika Anda kebingungan untuk mengatasinya, simak cara menghadapi klien yang marah berikut.

Cara Menghadapi Client yang Marah 

Perilaku konsumen atau client adalah hal yang tidak bisa diprediksi. Ketika client marah karena suatu permasalahan, mungkin Anda belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapinya. Agar masalah tidak semakin runyam, sebaiknya pahami beberapa trik berikut ini untuk menghadapi client yang marah. 

1. Tetap Rileks

Saat Kita berhadapan dengan client yang sedang marah. Kita butuh ketenangan untuk mengendalikannya. Hal pertama yang harus Anda latih dan lakukan adalah tetap rileks dan tenang. Bagaimana memupuk perasaan tenang tersebut di saat kondisi tengah panas?

Walau bagaimana pun, mungkin Anda juga merasa kesal. Terutama ketika kesalahan juga bukan hanya dari diri Anda. Namun agar masalah dapat terselesaikan dengan baik, tenangkanlah terlebih dahulu pikiran. 

Banyak dari kita yang tidak mudah mengendalikan diri dan emosi saat menghadapi masalah. Namun, Anda harus menganggapnya sebagai salah satu bentuk profesionalisme dalam bekerja. Terutama bagi yang pertama kali menghadapi kemarahan klien, tentunya hal ini cukup menantang. 

Jika klien marah dan Anda juga ikut marah, maka hal ini dapat memperkeruh suasana. Lebih baik mencoba tenang sambil mendiskusikan solusi yang tepat atas permasalahan yang terjadi. 

2. Jangan Memasukkannya ke Hati, Tetap Profesional

Cara menghadapi client yang marah satu ini memang membutuhkan ketegaran hati. Ketika klien sedang marah, sebaiknya pembicaraan yang Dia lontarkan tidak perlu Anda masukkan ke dalam hati. Percayalah bahwa amarah yang mereka luapkan sebenarnya bukan karena hal yang Anda perbuat. 

Melainkan karena kualitas produk atau jasa yang Anda tawarkan mungkin tidak sesuai. Oleh karena itu, di bidang pekerjaan sales memang jangan terlalu melibatkan perasaan personal. 

3. Dengarkan dan Coba Pahami Alasan Kemarahannya

Pada dasarnya, klien yang marah tentu memiliki alasan tersendiri. Cobalah untuk mendengarkan alasan mengapa klien tersebut marah. Tidak hanya asal mendengarkan, Anda juga perlu memperhatikan detail-detail mengapa klien meluapkan amarahnya. 

Dengarkan keluh kesah kekecewaan konsumen merupakan bagian dari pekerjaan. Dengan memahami hal ini, maka Anda akan memberikan solusi yang lebih tepat. 

Baca Juga :

4. Tidak Memotong Pembicaraan dan Tetap Mendengarkan

Anda mungkin pernah menghadap kasus klien berbicara terus saat meluapkan kemarahannya. Bahkan tidak memberi jeda atau waktu untuk Anda menjelaskan alasannya. Jika sudah berada di situasi ini, sebaiknya dengarkan terlebih dahulu keluh kesah pelanggan tersebut. 

Anda bisa membiarkan klien mengungkapkan kekesalan dan kekecewaannya terlebih dahulu. Setelah itu, silahkan beri solusi terbaik jika customer tersebut sudah selesai berbicara.

5. Menunjukkan Rasa Simpati

Cara berikutnya untuk menghadapi klien yang marah adalah dengan menunjukkan rasa simpati. Sesekali Anda bisa memposisikan diri sebagai pelanggan yang tidak puas. Oleh karena itu, dalam hal ini penting untuk menunjukkan bahasa tubuh yang baik. 

Misalnya dengan menunjukkan eye contact, berdiri, maupun duduk di posisi yang baik di dekat klien. Sebaiknya tangan juga tidak dalam posisi bersilang saat menghadapi kemarahan klien.

6. Melakukan Follow Up

menghadapi client yang marah dengan follow up

Jika kemarahan klien sudah selesai, sebaiknya segera melakukan follow up. Caranya Anda bisa menanyakan apakah solusi yang diberikan sudah sesuai atau belum, baik itu menghubungi melalui telepon, email marketing, atau saluran komunikasi lainnya.

Selain itu, bisa juga memberikan kesempatan untuk klien agar mengeluarkan kritik dan sarannya. Hal ini sebenarnya cukup baik untuk meningkatkan performa perusahaan.

7. Meminta Maaf Atas Permasalahan yang Terjadi

Cara menghadapi client yang marah ini jangan sampai terlewat untuk dilakukan. Sebaiknya Anda meminta maaf terlebih dahulu atas permasalahan yang terjadi. Baru setelah itu bisa memberikan solusi agar masalah menemui titik terangnya. 

Saat memohon maaf, tentunya Anda harus mengakui terlebih dahulu bahwa kesalahan yang ada memang membuat customer kecewa. Dengan adanya permintaan maaf, hal ini dapat membuat customer lebih ikut berempati. Tidak hanya itu, ia pun akan lebih merasa dihargai setelah kekecewaannya diluapkan. 

8. Memberikan Jalan Keluar

Setelah mendengarkan keluh kesah pelanggan, selanjutnya Anda bisa memberikan jalan keluar. Memang bukan hal yang mudah ketika pertama kali menghadapi customer yang marah. Jika sudah demikian, Anda memang harus memberikan solusi yang tepat. 

Namun, pastikan bahwa Anda sudah mengetahui penyebab kekecewaan klien secara rinci. Anda harus memastikan masalah tidak mengambang karena tidak tahu penyebabnya. Setelah itu, silahkan tawarkan solusi terhadap permasalahan tersebut. 

Namun, dalam memberikan solusi juga tidak boleh cenderung memaksa. Artinya, Anda bisa menanyakan kembali apakah customer setuju dengan solusi-solusi yang ditawarkan. Jika sudah menawarkan solusi, sebenarnya customer akan merasakan sedikit ketenangan. 

Mereka akan menganggap Anda begitu berupaya mencari solusi terbaik. Mereka akan lebih merasa dihargai karena kepentingannya diutamakan. 

Baca Juga :

9. Memberikan Opsi Lain

Dalam dunia bisnis, bukan tidak mungkin jika solusi yang Anda berikan tidak diterima klien. Bisa jadi jalan keluar yang diungkapkan justru tidak memecahkan masalah yang dihadapi klien. Bisa juga dianggap tidak sesuai dengan produk atau jasa yang dimiliki klien sebelumnya. 

Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan penawaran lain sebagai opsi. Anda bisa memberikan opsi-opsi sampai klien merasa bahwa itu adalah solusi terbaik yang bisa dipilih. 

10. Rehatkan Pikiran Sejenak

Apakah Anda sudah berhasil menghadapi kemarahan klien untuk pertama kalinya? Jika sudah cobalah mengambil waktu untuk merehatkan pikiran sejenak. Gunakan sedikit waktu untuk merilekskan pikiran terlebih dahulu. 

Berhadapan dengan klien yang sedang meluapkan amarahnya tentu memberikan efek stress tersendiri. Agar lebih rileks, cobalah untuk menarik napas panjang terlebih dahulu. Setelah itu, cobalah keluar sebentar dari meja kerja untuk menghirup udara segar.

Dengan demikian, pikiran-pikiran negatif bisa lebih terlepaskan. Saat pertama kali menghadapi klien yang marah, bisa jadi itu adalah pengalaman yang tidak terlupakan. 

11. Melakukan Tindakan Preventif

Pada dasarnya, Anda bisa menghindari masalah serupa dengan mencegah kejadian tersebut dari awal. Misalnya dengan menyediakan stok barang yang cukup agar customer bisa menemukan produk yang dicari dengan mudah. 

Jika ternyata barang inventaris sudah menipis, segeralah melakukan pembelian. Sangat disarankan untuk mempercepat pelayanan pada pelanggan. Mengingat beberapa dari mereka memang tidak mengalokasikan banyak waktu. 

Oleh karena itu, Anda harus sigap dalam memberikan pelayanan terbaik. Tunjukkan performa yang baik saat bekerja agar customer satisfaction score juga memuaskan. Tidak hanya itu, dibutuhkan pula transaksi yang cepat. 

Beberapa cara menghadapi client yang marah di atas bisa Anda praktekkan suatu saat. Terutama jika bekerja di bidang sales dimana Anda akan sering berhubungan dengan customer. Setidaknya, memiliki bekal berupa pengetahuan yang memadai agar ketika berada di situasi genting bisa teratasi. 

Salah satunya ketika dihadapkan dalam keadaan customer atau klien sedang marah. Maka, Anda harus bertindak secara tepat agar masalah tidak semakin keruh. 

Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :