Cara Menerapkan Disruptive Marketing dan Contohnya

disruptive marketing adalah

Menjadi seorang tim marketing mengharuskan kita untuk mengetahui banyak strategi pemasaran dan salah satunya adalah Disruptive Marketing.

Menurut statistik, saat ini orang menggunakan perangkat elektronik dengan koneksi internet lebih dari 70% dari waktu yang mereka habiskan setiap hari.

Perangkat tersebut adalah TV internet, smartphone, tablet, PC komputer atau Laptop.  Hal ini lah yang menyebabkan munculnya digital marketing.

Namun, untuk membuat pelanggan benar-benar membeli sebuah produk atau layanan dari perusahaan Anda melalui digital marketing ini merupakan tantangan besar. Untuk mengatasi tantangan ini, munculah strategi pemasaran bernama Disruptive Marketing.

Apa Itu Disruptive Marketing?

Menurut Geoffrey Colon, disruptive marketing adalah di mana penjualan tidak terjadi, tetapi ada banyak interaksi yang membahas tentang merek bisnis Anda.

Di sinilah pelanggan telah menciptakan konten marketing terbaik dengan memancing emosi mereka akan ketertarikan pada sebuah bisnis. Geoffrey Colon adalah seorang desainer komunikasi yang bekerja di Microsoft.

Geoffrey Colon telah membantu banyak perusahaan dengan melakukan pendekatan strategi pemasaran dari perspektif yang berfokus pada desain. Ia ingin perusahaan besar dan kecil menyadari hal ini. Begitulah cara teknologi mengubah perilaku kita dan teknologi telah mengubah target pasar saat ini.

Dalam sebuah artikel untuk majalah Forbes, Geoffrey Colon juga mengungkapkan bahwa strategi marketing ini adalah tempat pelanggan tune out the noise and listen to the feeling.

Lalu pendekatan pasar mana yang paling efektif? Bagi perusahaan besar dan kecil, mereka harus mencoba menerapkan strategi pemasaran baru bernama disruptive marketing.

Bagaimana Cara Menerapkan Disruptive Marketing?

Artikel tersebut menyatakan pandangan dari Geoffrey Colon tentang Disruptive marketing sebagai berikut :

1. Dunia bergerak dari monolog ke percakapan

Pemasaran hari ini terlalu keras dan berat. Jadi seorang marketer yang baik adalah mereka yang memiliki keterampilan untuk mengamati dan mendengarkan. Konsumen tidak ingin menjadi penerima pasif.

Mereka menjadi semakin berpengetahuan dan memahami tentang tren di industri lain alih-alih terbatas pada industri tempat mereka bekerja.

Oleh karena itu, sebagai contoh strategi pemasaran dari para pemasar saat ini menuntut lebih banyak kecerdasan, lebih banyak ketulusan, lebih banyak kejujuran, dan lebih banyak integritas.

Baca Juga :

2. Disrupsi bukan hanya tentang teknologi

Ini adalah kesalahpahaman yang terjadi pada banyak orang. Teknologi juga hanyalah salah satu alat yang membantu kita mendapatkan pengalaman.

Disrupsi terjadi ketika konsumen membutuhkan solusi dan marketing muncul pada waktu yang tepat untuk mengaksesnya.

Sebagai seorang marketer, jika Anda masih merencanakan pemasaran sebagai saluran yang mengarah ke penjualan dengan metode tanpa emosi, Anda tidak akan dapat memahami bagaimana konsumen bereaksi di dunia yang multikultural dan saling berhubungan.

Cara konsumen berperilaku di satu negara tidak menjamin hal yang sama akan terjadi di negara lain, kata Geoffrey Colon.

3. Digitalisasi, tetapi masih percakapan dari orang ke orang

Banyak marketer yang berpikir mereka akan baik-baik saja hanya dengan menguasai Hubspot, Google Analytics, Radian dan alat digital lainnya. Tetapi konsumen tidak hidup di web.

Mereka memiliki kehidupan nyata dan digital seperti jalan yang mereka lewati. Alat digital adalah barometer yang buruk untuk benar-benar memahami perilaku mereka di dunia nyata.

Meskipun kita masih harus menjalani hidup kita tergantung pada jaringan sosial, kita masih mendambakan interaksi tatap muka secara offline.

Disruptive marketing merayakan dialog antara bisnis dan pelanggan, bukan sekadar menjual; Apalagi saat ini konsumen cenderung membuat konten tentang merek yang mereka minati.

Pemasaran masih terjadi dengan cara percakapan antara orang-orang di dalam sebuah komunikasi online.

Dengan menerapkan strategi marketing ini, bisnis akan mendapat perhatian dan mendapat umpan balik yang baik untuk bisnis. Bagaimana umpan baliknya tergantung pada sikap dan tanggung jawab tim marketing untuk memikirkannya.

Contoh Disruptive Marketing

contoh disruptive marketing

Berikut ini adalah contoh beberapa perusahaan yang telah menerapkan Disruptive Marketing sebagai strategi marketingnya.

1. Nike

Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan Nike, ini adalah perusahaan sepatu dan baju olahraga yang terkenal. Mereka pernah membuat kampanye iklan di Youtube dengan judul Better For IT.

Pada konten Youtube mereka, isinya bercerita tentang kakak beradik yang adopsi bernama Margot dan Lily. Mereka berdua punya kesukaan yang berbeda satu sama lain, sehingga membuat mereka saling bersaing.

Dari narasi di dalam video, Nike ingin menunjukan kampanye ini relatable dengan apa yang penonton youtubenya rasakan. Khususnya untuk kakak beradik perempuan akan merasakan hal yang sama.

Nike menyusupkan strategi Margot dan Lily dengan tidak memaksa konsumen untuk membeli produknya. Sehingga ini adalah strategi marketing yang berbeda dengan marketing pada umumnya.

Tetapi di sini Nike membuat penontonnya tertarik untuk membeli produknya. Hal ini karena mereka merasakan hal yang sama dengan yang Margot dan Lily alami pada video tersebut.

2. HBO

Sekarang platform streaming HBO telah berganti nama menjadi HBO Go, untuk memasarkan platform barunya mereka membuat sebuah kampanye iklan.

Di dalam kampanye iklan tersebut menceritakan sebuah keluarga yang sedang menonton banyak film dengan genre film yang beda-beda di Televisi. Tetapi sayangnya, tidak semua anggota keluarga yang menonton tayangan di tv tersebut suka dengan acara yang mereka tonton.

Sehingga HBO menawarkan produk barunya dengan menambahkan pesan Might be a good time for HBO Go.

Dengan strategi pemasaran ini, HBO mengabarkan bahwa Anda bisa dengan bebas memilih acara atau tayangan yang ingin Anda tonton yang dapat Anda akses melalu gadget yang berbeda-beda melalui HBO Go.

Dengan menerapkan strategi pemasaran storytelling membuat audiens masa kini lebih menyukai iklan seperti ini karena memiliki sebuah alur cerita yang mudah untuk diikuti. Sehingga audiens bisa lebih nyaman tanpa merasa terganggu daripada menonton iklan yang pasif.

Baca Juga :

Mengapa Disruptive Marketing Penting Untuk Sebuah Bisnis?

Strategi marketing ini penting untuk Anda yang memiliki sebuah bisnis atau perusahaan karena :

1. Teknologi berkembang semakin pesat

Jika kita bandingkan dengan era 80an dan 90an dengan saat ini, tentunya sebagian besar orang sudah tergantung dengan teknologi. Apalagi teknologi smartphone yang hampir semua orang miliki saat ini memiliki akses internet yang semakin mudah.

Karena hal tersebut, membuat para marketer harus menjadi lebih inovatif dan kreatif dalam mencari strategi pemasaran yang tepat. Dengan menerapkan strategi pemasaran ini, Anda dapat menjangkau lebih banyak orang untuk memasarkan produk atau layanan dengan cara yang lebih efektif.

2. Pelanggan mempunyai ekspektasi tinggi

Kenapa kita harus menerapkan strategi ini adalah karena calon pelanggan sekarang lebih cenderung memiliki ekspektasi tinggi akan sebuah iklan pemasaran yang mereka lihat.

Jadi jika kita tidak memiliki strategi pemasaran yang unik dan inovatif maka akan sulit untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang memiliki ekspektasi tinggi.

3. Penggunaan Media Sosial Semakin Pesat

Siapa yang tidak memiliki akun media sosial, pasti dari banyaknya media sosial yang populer saat ini kita akan memiliki setidaknya 1 atau 2 akun media sosial. Apalagi ketika kita melihat angka statistik yang menunjukan bahwa 90 persen generasi milenial telah menggunakan media sosial.

Jadi dengan memanfaatkan media sosial marketing, maka pemasaran bisnis atau perusahaan akan semakin meningkat drastis. Dan untuk meningkatkan engagement kita membutuhkan strategi pemasaran Disruptive Marketing.

Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :