Implementasi Agile Marketing Beserta Contoh Praktik Terbaiknya

Implementasi Agile Marketing Beserta Contoh Praktik Terbaiknya

Menjalankan tim marketing di bisnis kecil seperti bisnis UMKM itu susah-susah gampang karena Anda harus dapat menyesuaikan diri dari hasil riset pasar dan menjaga sekelompok orang di tempat yang sama dan berkolaborasi tanpa upaya duplikat. Jika Anda khawatir bahwa tim Anda tidak beroperasi secara efisien sehingga manajemen proyek pemasaran Anda menanggung akibatnya, Anda bisa menggunakan implementasi agile marketing yang berfokus pada peningkatan hasil dan membuat proyek berkembang sedikit lebih organik.

Fleksibilitas marketing campaign bisnis Anda dapat ditingkatkan dengan agile marketing. Tetapi apakah strategi marketing ini tepat untuk Anda?

Panduan ini akan secara lengkap seperti apa implementasi agile marketing yang terbaik beserta contohnya agar Anda dapat bisnis Anda berjalan lebih sukses.

Sekilas Tentang Agile Marketing

Pendekatan agile untuk marketing mengacu pada strategi organisasi untuk mendorong pertumbuhan dengan memotivasi tim untuk memberikan nilai yang lebih baik kepada pelanggan. Tujuan implementasi agile marketing adalah untuk meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas upaya pemasaran dalam organisasi.

Tim agile marketing menggunakan metode sprint (periode pendek dan kerja intensif yang terbatas) untuk menyelesaikan proyek-proyek bisnis secara kooperatif. Setelah setiap sprint, anggota tim marketing akan mengukur dampak proyek dan kemudian secara terus menerus dan secara bertahap meningkatkan hasil dari waktu ke waktu.

Dengan kata lain, agile marketing adalah pendekatan taktis untuk pemasaran di mana tim marketing akan fokus pada upaya terbaik yang lebih menekankan pada upaya kolektif dan kolaborasi. Tim ini menggunakan data analytics untuk mengukur hasil, dan kemudian melakukan penyesuaian sebagai tanggapan.

Contoh Implementasi Agile Marketing

contoh-agile-marketing

Pendekatan rencana pemasaran agile dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi tim dalam mencapai tujuan pemasaran. Selain itu, implementasi agile marketing dapat meningkatkan inovasi dan produktivitas bisnis Anda.

Berikut adalah beberapa contoh cara kerjanya dalam lingkungan bisnis nyata.

digital marketing agency

Baca Juga:

1. Iterative Delivery

Dalam kasus iterative delivery, sebuah perusahaan akan membagi pekerjaan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan kemudian menetapkan tugas-tugas tersebut ke berbagai tim. Selama iterasi, sebuah tim dapat menyelesaikan tugas penting terkait kampanye pemasaran yang menggerakkan tim lebih dekat dengan keseluruhan target tujuan.

Iterative delivery pada implemetasi agile marketing memungkinkan proyek untuk berkembang secara organik berdasarkan hasil pencapaian langkah-langkah tambahan. Tugas yang dipecah menjadi beberapa bagian itu dapat diselesaikan dengan metode “sprint”. Idealnya, sprint ini menghasilkan lebih banyak umpan balik, lebih sedikit pure risk, dan biaya perusahaan yang lebih rendah.

2. Iterative Planning

Iterative planning atau perencanaan berulang berkaitan erat dengan iterative delivery dalam hal pencapaian individu. Sebab, langkah-langkah tambahan mempengaruhi perencanaan proyek dari waktu ke waktu.

Proses perencanaannya fleksibel, dan tim dapat mengubah rencana proyek berdasarkan umpan balik dan hasil yang didapat saat tugas diselesaikan.
Akibatnya, tidak ada rencana formal yang dibuat sebelum pelaksanaan proyek, dan perencanaan dibuat lebih organik dan fleksibel.

Iterative planning berfokus pada pemaksimalan pembelajaran, dan memerlukan inspeksi dan adaptasi yang konstan. Tahapan ini sangat responsif terhadap setiap perubahan di pasar.

3. User Stories

Arti user stories persis seperti namanya, yaitu deskripsi fitur yang ingin dilihat oleh pelanggan atau pengguna dalam suatu sistem atau produk. Tujuan dari penerapan user stories adalah untuk mengklarifikasi dengan tepat jenis produk akhir atau hasil yang dicari tim berdasarkan apa yang mereka yakini oleh pelanggan atau pengguna.

User stories dibuat dari perspektif pengguna akhir (end user) dan mengambil nada informal, seperti ‘sebagai [pengguna], saya ingin [aktivitas], sehingga [kebutuhan puas]’. User stories membuat tujuan proyek bisnis Anda mudah dimengerti dan dieksekusi, dan juga memudahkan untuk berkomunikasi dengan stakeholder tentang apa yang Anda lakukan.

Cara Implementasi Agile Marketing Dalam Bisnis UMKM

Cara Implementasi Agile Marketing Dalam Bisnis UMKM

Proses implementasi agile marketing akan memiliki dampak besar pada bisnis Anda. Sebab, agile marketing memungkinkan Anda untuk belajar dan menyesuaikan saat Anda menerapkan dan membantu mendefinisikan peran.

Implementasi pendekatan agile akan membutuhkan analisis yang konsisten dan keterbukaan untuk berubah. Sehingga mungkin agile marketing merupakan perubahan yang sulit bagi Anda jika Anda terbiasa melakukan hal-hal dengan cara yang lebih terstruktur, seperti traditional marketing.

Baca Juga:

Namun, langkah-langkah berikut ini akan meningkatkan peluang kesuksesan Anda ketika menggunakan agile marketing.

1. Tetapkan Metrik Marketing

Langkah pertama adalah menetapkan metrik mana dengan metodologi agile Anda yang akan Anda gunakan untuk menilai keberhasilan upaya pemasaran. Anda harus menentukan hasil spesifik dan menggunakan pengukuran numerik.

Maksudnya adalah Anda tidak mencantumkan pencapaian yang tidak jelas seperti “meningkatkan brand awareness atau brand recognition”. Anda harus bekerja dengan tim marketing untuk menentukan metrik mana yang akan dilacak dan bagaimana Anda akan melacaknya.

2. Mengembangkan Tujuan dan Timeline Bisnis

Dengan metrik utama yang marketing framework Anda tetapkan, Anda dapat mengembangkan tujuan dan kemudian timeline bisnis untuk mencapainya. Ingatlah bahwa Anda harus fleksibel dalam menyesuaikan rencana bisnis sebagai bagian dari proses ini.

Ungkapkan tujuan spesifik untuk proyek pemasaran dan tetapkan tanggal untuk menyelesaikan proses pemasarannya yang diimbangi dengan terus berkomunikasi dengan tim Anda. Bersikaplah masuk akal dengan timeline dan beri diri Anda rencana cadangan untuk sewaktu-waktu perlu mengubah tujuan tersebut.

3. Merumuskan Hipotesis

Sekarang Anda harus merumuskan beberapa hipotesis tentang apa yang Anda harapkan untuk tercapai setelah Anda memenuhi tujuan Anda melalui implementasi agile marketing. Bekerjalah dengan tim Anda untuk membuat business forecast tentang hasil akhir dari pencapaian tujuan Anda, dan pastikan hipotesis tersebut terukur.

Sekali lagi, bersiaplah untuk berubah dan merespons dengan tepat karena tahapan ini adalah penentu untuk memastikan Anda tetap berada di jalur dan indikator yang benar. Apakah Anda harus melakukan penyesuaian, bukan hal-hal yang sulit dan cepat yang harus Anda capai. Jika Anda sempat mengalami kegagalan, cobalah untuk melihat kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

4. Periksa dan Tafsirkan

Setelah ketiga tahapan implementasi agile marketing di atas selesai, lakukan analisis dan lihat data Anda melalui aplikasi perangkat lunak manajemen proyek pemasaran Anda. Carilah umpan balik dari tim Anda tentang hasil, dan kembangkan konsensus untuk langkah selanjutnya berdasarkan hasil Anda.

Tahap ini adalah saat yang tepat untuk menentukan apakah Anda berada di jalur yang benar berdasarkan hasil atau harus melakukan beberapa tahapan penyesuaian. Fleksibilitas adalah kunci pada tahap ini.

5. Ulangi Tahapan

Ulangi keempat proses di atas dengan setiap data yang Anda dapatkan, lalu sesuaikan rencana dan tujuan berdasarkan informasi yang Anda terima dan apa yang data tunjukkan.

Terus sempurnakan tahapan atau cara yang Anda lakukan sampai Anda telah memenuhi tujuan bisnis Anda secara keseluruhan. Jika Anda tidak terkesan dengan hasilnya, tidak masalah untuk meninggalkan cara sebelumnya dan mulai dari awal.

Mempelajari seluk beluk sistem implementasi agile marketing yang sebenarnya membutuhkan waktu dan sprint pertama Anda akan terasa lebih seperti merangkak. Namun dalam jangka panjang, agile marketing dapat membantu departemen pemasaran Anda dalam bentuk dan ukuran apa pun menjadi lebih efisien. Sehingga dapat melayani pelanggan dengan lebih baik dan lebih terintegrasi sepenuhnya ke dalam pekerjaan bisnis secara keseluruhan.

Agile dengan cepat mendapatkan momentum dan popularitas di kalangan tren marketing. Fleksibilitas semacam ini mempercepat proses produksi dan persetujuan, mengurangi jumlah waktu yang Anda habiskan dalam rapat, dan memaksimalkan jumlah waktu yang staf kreatif habiskan untuk pekerjaan kreatif yang sebenarnya.

Menerapkan strategi agile marketing tidak mudah tanpa tools yang tepat. Perangkat lunak manajemen proyek dan perangkat lunak CRM akan membantu memastikan Anda lebih mudah dalam mengatur tim Anda hingga mengumpulkan data yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai implementasi agile marketing beserta contoh penerapannya. Selain menerapkan strategi marketing yang tepat sesuai dengan perkembangan teknologi, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.