7 Tips Mempertahankan dan Mengembangkan Bisnis UMKM

mempertahankan dan mengembangkan umkm

Tidak bisa kita pungkiri bahwa bisnis UMKM atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah kini sangat diminati masyarakat. Jumlahnya pun semakin meningkat setiap tahunnya.

UMKM sendiri menjadi kelompok usaha yang turut berkontribusi dengan kemajuan ekonomi. Hal inilah yang lantas membuat UMKM menjadi kelompok usaha paling besar di Indonesia dan memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi hingga sebesar 60 persen.

Namun di sisi lain, mengingat jumlah UMKM yang terus melonjak, para pemilik usaha pun dituntut untuk memiliki strategi pemasaran agar bisa mempertahankan dan mengembangkan bisnis mereka. Dengan begitu, para pemilik UMKM dapat bersaing di pasar global.

Untuk membuat bisnis UMKM Anda berkembang, tentunya Anda harus menerapkan langkah dan strategi pemasaran terbaik. Lalu, bagaimana caranya?

Melalui artikel berikut ini, kami akan memberikan tips untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis UMKM Anda. Simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu UMKM?

UMKM adalah kegiatan usaha atau bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, maupun badan usaha kecil. Penggolongannya berdasarkan besaran omzet per tahun, jumlah kekayaan atau aset, dan jumlah karyawan yang dipekerjakan.

Tidak semua usaha masuk dalam kategori UMKM. Beberapa usaha termasuk dalam golongan usaha besar sebab jumlah kekayaan bersih atau omzet per tahunnya lebih besar dari usaha menengah. Usaha-usaha besar tersebut meliputi usaha patungan, nasional milik negara atau swasta, serta asing yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Usaha Mikro

Yang dimaksud dengan usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagai mana diatur dalam undang-undang.

digital marketing agency

Maksimal omzet dari usaha mikro yakni sebesar Rp 300 juta dengan jumlah aset bisnis Rp 50 juta (di luar tanah dan bangunan). Dari pengelolaan keuangannya, tak sedikit keuangan usaha mikro menyatu dengan keuangan pribadi perintisnya. Artinya, usaha mikro belum menerapkan sistem profesional.

Contoh usaha mikro, yaitu warung kopi, pedagang asongan, pangkas rambut, pedagang di pasar, dan sebagainya.

Usaha Kecil

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan dari usaha menengah atau usaha besar.

Pendapatan bersih usaha kecil berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 500 juta dengan penjualan per tahun antara Rp 300 juta sampai Rp 2,5 miliar. Perbedaan antara usaha mikro dan kecil adalah dari pengelolaan keuangannya. Untuk usaha kecil, pengelolaan keuangan sudah lebih terorganisir dan lebih profesional.

Adapun contoh usaha kecil, yaitu restoran kecil, katering, binatu, usaha fotokopi, bengkel motor, dan sebagainya.

Baca Juga :

Usaha Menengah

Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Kriteria usaha menengah, yakni memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta sampai dengan paling banyak Rp 10 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha).

Selain itu, usaha menengah juga memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar sampai dengan paling banyak Rp 50 miliar. Ciri-ciri usaha menengah adalah pengelolaan keuangan yang lebih profesional dan telah memiliki legalitas.

Adapun contoh usaha menengah, di antaranya restoran besar, perusahaan pembuat roti, hingga toko bangunan.

Tips Mempertahankan dan Mengembangkan Bisnis UMKM

tips mempertahankan dan mengembangkan umkm

Untuk mempertahankan serta mengembangkan UMKM, maka Anda sebagai pelaku bisnis harus memikirkan strategi yang tepat dan mengetahui target pasar agar bisnis Anda mampu bertahan. Berikut adalah sejumlah tips yang bisa Anda terapkan :

1. Fokus pada branding dan produk UMKM

Sebagai pemilik bisnis UMKM, Anda harus fokus pada branding usaha dan produk yang Anda jual. Pastikan produk tersebut sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen.

Lakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan selera pasar serta tren pasar yang berkembang saat ini. Dengan riset yang Anda lakukan, Anda juga bisa sekaligus melihat peluang pasar yang dibidik. Jika tren pasar mendukung produk yang Anda jual, upayakan untuk membuat produk semenarik dan seunik mungkin agar Anda bisa bersaing dengan produk yang sudah ada.

Hal terpenting adalah seberapa besar brand dan produk memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan memperkuat branding, konsumen akan mudah mengenali produk Anda.

Anda juga bisa menerapkan strategi marketing 4p atau strategi 7p untuk meningkatkan branding. Ini bertujuan agar konsumen mengingat jelas produk Anda. Semakin bagus dan kuat branding usaha Anda, maka akan semakin tinggi pula tingkat penjualan dan pelanggan potensial yang bisa Anda konversi.

2. Kenali kompetitor bisnis Anda

Mengenali pesaing bisnis menjadi langkah yang harus Anda lakukan untuk menghadapi persaingan UMKM. Pahami kelebihan dan kekurangan kompetitor agar Anda bisa mengevaluasi produk yang akan Anda tawarkan.

Banyaknya UMKM lain di segala kategori bisnis menuntut Anda untuk terus bersaing mendapat penjualan tertinggi. Maka dari itu, Anda harus bisa menganalisa performa kompetitor untuk menyaingi penjualan mereka, terutama dalam kategori produk yang sama.

Dengan mempelajari produk kompetitor, Anda jadi bisa mengembangkan produk sehingga produk Anda nantinya memiliki nilai jual lebih daripada produk pesaing. Selain itu, Anda bisa mengerti apa yang dimiliki oleh kompetitor dan apa yang tidak. Hal ini tentu bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk menciptakan inovasi baru ke depannya.

3. Analisa konsumen

Selain menganalisis pesaing bisnis, Anda juga harus memahami target konsumen. Hal ini bermaksud Anda harus mampu melihat dan mengerti apa yang target konsumen Anda butuhkan. Sehingga, bisnis Anda bisa menerapkan personalisasi produk yang lebih tepat.

Analisa konsumen membuka market lebih besar, serta membantu menjangkau angka penjualan tertinggi. Anda juga bisa meninjau produk mana yang sedang diminati konsumen dari data riset yang Anda kumpulkan.

Ingatlah bahwa konsumen adalah raja. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, Anda perlu mengetahui kebiasaan dari konsumen dalam membeli produk.

Dengan mempelajari kebiasaan mereka, maka secara tidak langsung Anda bisa merangkul konsumen menjadi lebih erat, sehingga konsumen bisa menjadi lebih loyal dan nyaman. Gunakan pula strategi Customer Retention Marketing untuk mempertahankan pelanggan Anda.

Baca Juga :

4. Promosi yang aktif agar UMKM semakin berkembang

Promosi adalah langkah yang paling tepat untuk mengenalkan produk ke masyarakat. Apalagi kalau produk Anda benar-benar baru, maka promosi sangat penting untuk membangun branding.

Untuk melakukan promosi juga tidak boleh sembarangan karena Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu guna menyasar konsumen yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu memilih media mana yang ingin Anda gunakan sebagai wadah promosi, apakah melalui media offline dan online.

Semakin efektif nilai pemasaran dan promosi yang Anda jalani, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan Anda dapatkan.

5. Tentukan harga yang tepat

Saat berbelanja, harga tentu menjadi poin utama pertimbangan para konsumen. Tentukan harga produk sesuai dengan target pasar.

Dengan mengacu pada harga pasar, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menaksir harga yang lebih murah tanpa mengurangi kualitas produk yang Anda tawarkan.

Harga murah dan lebih terjangkau tentunya lebih menarik di mata konsumen. Tetapi, Anda harus menekankan bahwa harga murah sudah menjamin untung yang Anda dapatkan.

Begitu pun sebaliknya, jika ingin memasang harga tinggi, pastikan produk UMKM Anda memiliki kualitas yang tinggi agar konsumen tidak ragu atau tidak menyesal walaupun harus membayar mahal.

Cara ini bisa menjadi strategi untuk menarik konsumen dari kompetitor. Namun, jika harga yang Anda tawarkan masih di bawah harga produksi, Anda harus bisa menaikkan harga jualnya sehingga bisa tetap mendapatkan keuntungan.

6. Gunakan digital marketing

Berbisnis di era digital seperti sekarang ini menuntut Anda untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Untuk menyasar konsumen dengan tipe tersebut, cobalah untuk melakukan strategi digital marketing. Strategi pemasaran ini akan membantu Anda dalam mendapatkan pelanggan yang potensial. Dengan demikian, akan ada semakin banyak konsumen yang mengenal produk Anda.

Mulailah dengan menampilkan produk Anda di media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Blog, dan lain sebagainya. Lewat media sosial, Anda juga bisa berinteraksi dengan konsumen sehingga dapat menjalin hubungan yang baik. Selain platform media sosial, Anda juga harus memaksimalkan penggunaan e-commerce untuk menjangkau market yang besar.

7. Lakukan inovasi

Inovasi adalah proses atau hasil pengembangan keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan.

Inovasi sangat penting untuk bisnis UMKM Anda. Tidak harus membutuhkan dana yang besar, inovasi bisa Anda lakukan hanya dengan mengamati produk apa yang kira-kira diinginkan oleh konsumen saat ini.

Misalnya Anda memiliki usaha minuman kekinian. Maka Anda harus mengamati dan mengikuti tren pasar agar produk minuman Anda tetap bertahan.

Itulah tips yang bisa Anda terapkan untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis UMKM Anda di tengah persaingan saat ini. Selain menerapkan langkah-langkah tersebut, Anda juga bisamenggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan UMKM.

Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.