Immersive Buy Journey untuk Tingkatkan User Experience

immersive buy journey adalah

Kebiasaan dan perilaku konsumen terus berubah seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Sehingga hal ini membuat bisnis harus menawarkan pengalaman pelanggan yang berubah pula. Salah satunya adalah dengan menerapkan immersive buy journey guna meningkatkan user experience.

Berdasarkan statistik pada tahun 2020, 80% pelanggan dan bisnis menyetujui bahwa pengalaman yang diberikan suatu bisnis sama pentingnya dengan produk dan layanan. Semakin pengguna merasa nyaman saat merasakan pengalaman dan berinteraksi dengan bisnis, maka akan semakin bagus pula kualitas brand tersebut.

Maka tak heran apabila di era Marketing 5.0 seperti saat ini, ada lebih banyak brand yang memanfaatkan teknologi sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan user experience. Tujuannya adalah untuk untuk mengintegrasikan beragam jenis pengalaman yang berbeda dan lebih canggih di berbagai titik kontak dengan pelanggan.

Termasuk menggunakan immersive buy journey untuk menghasilkan interaksi dan memberikan kenyamanan pada pelanggan. Sekaligus dapat menciptakan daya tarik tersendiri pada sebuah brand.

Penerapan immersive buy journey telah menjadi pembeda bagi sebuah brand yang ingin terlihat lebih menonjol daripada pesaing bisnisnya. Sehingga, bukan hal yang mustahil apabila hal ini dapat meningkatkan customer loyalty dengan lebih baik.

Apa itu Immersive Buy Journey?

Immersive buy journey merupakan sebuah interaksi multi sensor seseorang dengan beragam jenis layanan suatu bisnis, sistem ataupun ruang di seluruh perjalanan pelanggan (customer journey).

Penerapan immersive buy journey ini lebih dari interaksi virtual atau tambahan. Sebab, pengalaman multi sensor ini dapat meningkatkan hubungan emosional yang bersifat positif dari seorang pelanggan saat melakukan interaksi dengan bisnis.

Immersive Buy Journey terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

digital marketing agency
  • Flat user interfaces, seperti pengalaman penggunaan web dan aplikasi seluler.
  • Natural interfaces, seperti pengalaman spasial, ucapan, suara, gerakan, aroma, dan haptic (sentuhan).
  • Extended reality experiences, termasuk augmented, virtual, dan kombinasi keduanya.

Saat bisnis Anda secara kreatif merancang pengalaman menggunakan kombinasi dari ketiga tingkatan di atas, maka Anda dapat menciptakan pengalaman pelanggan multi sensor yang dapat membangkitkan rasa penasaran, serta meningkatkan customer satisfaction (kepuasan pelanggan) yang berdampak pada hubungan emosional yang positif.

Baca Juga :

Contoh Immersive Buy Journey

Contohnya seorang backpacker menggunakan aplikasi maskapai penerbangan untuk membeli tiket menggunakan poin. Setelah pembelian, aplikasi ini bisa membuat pengalaman pelanggan jadi lebih efisien dan menarik.

Penggunaan aplikasi ini akan memberikan support berupa pemberitahuan, sehingga pengguna dapat menggunakan poin yang mereka miliki untuk memesan carter kendaraan ke bandara.

Atau jika pelanggan menggunakan mobil sendiri ke bandara, aplikasi memberikan informasi tempat parkir dan mengingatkan di mana mereka memarkirkan mobilnya. Sehingga pengguna akan merasa lebih nyaman dan mudah saat perjalanan pulang.

Aplikasi juga bisa meminta pelanggan untuk check-in sebelum melakukan penerbangan. Sehingga saat mereka tiba di bandara, mereka dapat memanfaatkan otentikasi biometrik untuk menjalan melalui area tertentu dengan lebih mudah dan cepat.

Fitur wayfinding di dalam aplikasi bisa sangat membantu pelanggan untuk menavigasi dengan cepat ke area lounge dan menerima pelanggan tanpa perlu membuat mereka menunggu orang lain untuk check-in.

Di ruang tunggu, mereka dapat bersantai karena aplikasi akan mengingatkan kapan waktu untuk melanjutkan perjalanan untuk terbang. Saat tiba di tujuan, aplikasi dapat membantu untuk melacak barang bawaan pelanggan dan menginformasikan mereka dengan tepat di mana mereka bisa mengambil barang bawaannya.

Dengan pemanfaatan aplikasi ini, maskapai penerbangan bisa memanfaatkan customer data, Artificial Intelligence, biometrik, navigasi, dan banyak lagi untuk membuat seluruh perjalanan mulai dari membeli tiket, sampai tiba di tujuan mendapatkan pengalaman positif dari penggunanya.

Bagaimana Bisnis Mendapat Manfaat dari Memberikan Immersive Buy Journey?

cara menerapkan immersive buy journey

Immersive buy journey yang positif akan memberikan nilai emosional yang positif pula untuk pelanggan. Sehingga hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan pengalaman ini, bisnis dapat membedakan, mempertahankan, dan memberi support pada produk dan layanan yang mereka berikan kepada pelanggan dengan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

Bisnis yang dapat menerapkan immersive buy journey dengan baik adalah bisnis e-commerce, travel, dan bisnis komoditas. Contohnya seorang pelanggan belanja di web e-commerce dapat melakukan interaksi dengan sebuah produk 3D.

Baik leads ataupun pelanggan pasti akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk dapat melakukan interaksi dengan produk tersebut, bukan? Apalagi jika kita bandingkan dengan gambar datar atau gambar 2 dimensi.

Misalnya, salah satu seller di e-commerce menempatkan produknya di sebuah kamar virtual, sehingga pelanggan akan mendapatkan gambaran produk tersebut sangat baik ketika ditempatkan pada kamar seperti gambar yang seller contohkan.

Dengan cara ini, pelanggan akan lebih cenderung membeli. Karena mereka akan merasakan pengalaman penggunaan produk yang tepat. Jadi pelanggan akan merasa bahwa produk tersebut memang benar-benar cocok untuk diletakkan di kamar mereka.

Menerapkan immersive buy journey juga sangat bermanfaat untuk membantu bisnis memberikan sebuah layanan dengan lebih unggul dan efisien. Sebab, teknisi lapangan dan service representatives dapat melihat masalah yang pelanggan alami secara virtual. Sehingga mereka dapat memecahkan masalah dengan cepat dan menemukan solusi terbaik untuk pelanggan.

Contohnya seorang teknisi dapat mengakses konten yang mendukung augmented reality tentang lemari es pelanggan yang rusak. Sehingga teknisi dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih akurat dan membuat perbaikan lebih cepat.

Jadi itulah mengapa immersive buy journey untuk tingkatkan user experience sangatlah tepat.

Baca Juga :

Di mana Bisnis Harus Memulai Menerapkan Immersive Buy Journey?

Menjalankan immersive buy journey tentu saja tak hanya membutuhkan teknologi, namun juga sumber daya lainnya yang memadai. Sehingga, hal pertama yang harus Anda perhatikan jika ingin menerapkan tren marketing yang satu ini adalah dengan melakukan market research sesuai dengan target pasar Anda.

Caranya adalah dengan melihat kebutuhan pelanggan dan bagaimana bisnis Anda dapat meningkatkan pengalaman pelanggan tersebut. Ketika Anda sudah memiliki tujuan yang jelas dan memiliki sumber daya yang memadai, maka Anda dapat meninjau customer journey untuk melakukan identifikasi di semua titik kontak.

Setelah itu Anda harus mulai melihat di setiap titik kontak. Serta memikirkan tentang bagaimana Anda bisa menyempurnakannya dengan menggunakan kombinasi yang tepat dari teknologi immersive buy journey.

Contohnya adalah sebuah bisnis resort yang sedang berkembang. Daripada membuka lowongan pekerjaan untuk menambah jumlah karyawan yang sebenarnya sudah cukup, sebaiknya Anda mencoba memaksimalkan pengalaman menginap dan berlibur yang diinginkan oleh tamu.

Misalnya dengan menggunakan sebuah aplikasi virtual yang dapat membantu meningkatkan user experience dan membuat mereka bisa mereview lokasi dan fasilitas apa yang resort Anda tawarkan. Sehingga, bisnis resort pun tidak perlu lagi bergantung pada karyawan di seluruh titik kontak dengan pelanggan.

Jadi Apakah Immersive Buy Journey untuk Tingkatkan User Experience?

Perkembangan marketing technology membuat bisnis mau tak mau harus turut memanfaatkan teknologi sebagai strategi marketing. Salah satunya adalah dengan menciptakan sebuah immersive buy journey yang mengesankan agar bisnis dapat berkembang.

Namun, untuk menerapkannya, perusahaan yang Anda miliki mungkin perlu memperkuat budaya inovasi dan eksperimen. Ini bertujuan agar perusahaan bisa berhasil menerapkan immersive buy journey yang baik kepada pelanggan. Hal ini karena teknologi dan consumer behavior saat ini sangat cepat sekali untuk berubah.

Itulah ulasan mengenai immersive buy journey sebagai salah satu marketing technology trend yang kini sedang gencar dikembangkan oleh banyak perusahaan untuk meningkatkan user experience. Menerapkan strategi ini memang cukup menjanjikan untuk menarik pelanggan serta meningkatkan customer loyalty. Namun, perlu Anda ingat bahwa untuk menerapkannya pun butuh adanya integrasi antara sumber daya dan teknologi yang perusahaan Anda miliki.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.