Macam-Macam Tipe Cloud Kitchen di Indonesia, Kenali Perbedaannya

tipe cloud kitchen

Seiring dengan perkembangan teknologi, hampir semua aspek dalam kehidupan manusia kini telah bertransformasi menjadi serba digital, termasuk  di bidang bisnis makanan. Salah satunya adalah adanya cloud kitchen yang memudahkan para pebisnis untuk mengoptimalkan usaha kulinernya. Bahkan, tipe cloud kitchen sendiri terdiri dari beberapa macam yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Sebagaimana yang kita tahu, transformasi digital memang telah merambah ke dalam banyak bidang dalam kehidupan manusia. Tujuannya tentu saja untuk semakin memudahkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari dengan adanya teknologi. Dalam dunia bisnis, teknologi bukan hanya berperan untuk mendukung strategi digital marketing maupun marketing campaign saja. Melainkan juga merampingkan tahapan pemasaran dan penjualan (sales funnel), hingga menawarkan berbagai kemudahan bagi pebisnis untuk menjalankan usaha.

Salah satunya adalah cloud kitchen yang kini menjadi salah satu tren baru di kalangan pebisnis makanan. Sesuai dengan namanya, cloud kitchen mengadaptasi teknologi cloud yang mendukung keinginan masyarakat untuk hidup serba praktis dan cepat. Salah satu model bisnis ini semakin populer dengan adanya tren marketing dan tingginya permintaan pesan antar (delivery) yang terus mengalami kenaikan signifikan.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa cloud kitchen memiliki bermacam-macam tipe yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Apa saja?

Apa Itu Cloud Kitchen?

Dapur bersama atau cloud kitchen adalah dapur komersial yang berlisensi. Di mana terdapat satu atau beberapa bisnis kuliner yang bisa menyewa ruangan untuk menyiapkan makanan, kemudian mengirimkannya pada konsumen melalui aplikasi pengiriman.

Mengutip dari Kitchen Centre, dapur bersama ini sebenarnya mulai muncul sejak awal tahun 2010-an, seiring dengan semakin berkembangnya bisnis kuliner. Selain itu, tingginya permintaan konsumen untuk jasa delivery dan kenaikan harga sewa tempat juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung berkembangnya tren ini.

Sebab dengan dapur virtual ini, pebisnis di bidang kuliner bisa menghemat total biaya yang dikeluarkan. Mulai dari biaya sewa tempat, hingga mengefisiensi biaya penjualan dan operasi. Ini karena dapur bersama bisa Anda gunakan untuk melakukan kegiatan produksi hingga penjualan seperti biasanya. 

Tentu saja harga sewa ini jauh lebih murah ketimbang harus membangun dapur sendiri. Kebutuhan dapur pun tersedia dengan lengkap. Dengan memanfaatkan aplikasi pengiriman makanan, Anda dapat mengidentifikasi permintaan menu dari konsumen dan menyiapkannya di dapur virtual. Tidak hanya sekedar membuat makanan, Anda juga bisa mengirimkannya berdasarkan orderan yang ada di aplikasi pengiriman.

digital marketing agency

Bedanya adalah, beberapa pemilik restoran virtual bisa menggunakan dapur komersial ini secara bersamaan.

Baca Juga :

Macam-Macam Tipe Cloud Kitchen di Indonesia

tipe cloud kitchen di Indonesia

Ada beberapa macam dapur bersama di Indonesia yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Berikut di antaranya:

1. Cloud Kitchen

Tidak sedikit pengusaha makanan yang memulai perencanaan bisnis atau business plan mereka dengan menyewakan dapur virtual. Biasanya, pemilik restoran akan menjalankan usahanya dan memanfaatkan sisa ruangan yang ada. 

Ruangan tersebut akan menjadi dapur bersama untuk yang bisa ia sewakan pada brand lain. Dengan demikian, pemilik restoran akan mendapatkan penghasilan tambahan. Pada inovasi cloud kitchen ini, pemilik ruangan berperan sebagai produsen makanan juga. Dengan demikian, ia berkewajiban menjaga ruangan sebaik mungkin dan memastikan bahwa peralatan yang digunakan berkualitas tinggi. 

Tipe cloud kitchen ini cocok untuk bisnis kuliner online yang baru merintis atau ekspansi bisnis kuliner delivery service dengan modal minim. Pemilik restoran akan menyiapkan area dapur terpisah berdasarkan tenant brand kuliner penyewa untuk memasak.

2. Shared Kitchen Space dengan Operator

Tipe selanjutnya adalah shared kitchen space yang dengan operator yang mengelolanya. Sehingga pemilik restoran akan mempekerjakan karyawan dan manajemen operasionalnya. Mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, order pesanan, hingga persiapan akhir sebelum pengiriman. Jadi, brand atau bisnis kuliner online tidak perlu lagi merekrut pegawai.

Tipe dapur bersama ini sesuai untuk jenis bisnis kuliner online yang proses memasaknya sederhana. Atau bagi Anda yang sudah punya dapur pusat untuk menyimpan bahan baku dan memproduksi komponen makanan sebelum memasak dan mengantarkannya ke pelanggan.

3. Restoran Online

Sebagaimana namanya, restoran online membuka cabang dengan dapur yang fokus melayani pesanan via online. Mereka tidak menyediakan makanan selain produknya sendiri. Tipe cloud kitchen ini cocok bagi Anda yang memiliki bisnis kuliner online dengan branding dan citra brand yang bagus, serta memiliki pelanggan loyal.

Tipe ini juga cocok juga bagi restoran atau brand yang mempunyai outlet fisik dan ingin ekspansi bisnis kuliner ke jasa delivery.

4. Restoran Online dengan Banyak Brand

Tipe cloud kitchen selanjutnya adalah restoran online dengan banyak brand di dalamnya. Restoran online sangat cocok untuk brand dengan bisnis kuliner yang fokus ke pesanan online. Sebab tipe ini biasanya memiliki biaya sewa yang jauh lebih efisien. Tipe ini juga cocok bagi Anda yang memiliki lebih dari satu brand makanan dengan banyak varian menu.

Baca Juga :

Tips Memilih Tipe Cloud Kitchen yang Tepat

tips memilih tipe cloud kitchen

Secara umum, memilih cloud kitchen bisa Anda tentukan berdasarkan faktor budget, proses memasak, ketersediaan SDM/karyawan, dan luas tempat yang Anda butuhkan. Namun, ada juga beberapa hal penting yang wajib Anda perhatikan. Antara lain:

1. Tentukan Tujuan dan Target

Pertama tentukan dulu tujuan bisnis dan target pasar Anda. Misalnya, apakah tujuan Anda adalah untuk meningkatkan sales growth, atau ingin ekspansi bisnis kuliner berbasis teknologi. Kemudian tentukan siapa target yang Anda sasar.

Setelah mengetahui tujuan dan sasaran bisnis, Anda bisa membuat strategi pemasaran yang relevan agar mencapainya. Misalnya, memilih jenis makanan yang Anda tawarkan serta tarif harga yang sesuai daya beli konsumen. Tentukan pula strategi promosi dan strategi marketing campaign untuk memaksimalkan usaha Anda.

Jangan lupa untuk melakukan riset market guna mengetahui jenis makanan apa yang sekiranya bisa mendatangkan profit dan digemari oleh target pasar.

2. Lakukan Perhitungan Finansial

Secara umum, menyewa cloud kitchen memang lebih hemat ketimbang membangun dapur sendiri yang tentunya memakan banyak biaya. Namun, sebelum itu pastikan Anda telah melakukan perhitungan finansial secara akurat. Mulai dari biaya sewa tempat, rekrutmen pegawai, bahan baku, dan lain sebagainya.

Bandingkan anggaran yang Anda keluarkan untuk operasional dan pemasukan yang akan Anda dapatkan. Anda bisa melakukan analisis CBA untuk mengambil keputusan dengan memprediksi biaya (financial forecasting), memperkirakan masa depan bisnis (forecast bisnis), serta menganalisis manfaat yang akan Anda dapatkan dari bisnis.

3. Lakukan Survei dan Riset

Tips selanjutnya adalah melakukan riset pasar dan survei terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui lokasi strategis, tren pasar terbaru, hingga menganalisis kompetitor. Survei dan riset ini juga bertujuan untuk mengetahui fasilitas dan kemudahan apa saja yang akan Anda dapatkan dengan menyewa dapur virtual, lingkungan bisnis, studi kelayakan usaha, kepadatan penduduk, hingga estimasi pesanan online.

Itulah ulasan mengenai tipe cloud kitchen dan bagaimana cara memilihnya. Pada dasarnya, bisnis model cloud kitchen memang menjadi tren akhir-akhir ini. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk memulai usaha ini mengingat tren memesan makanan secara online terus meningkat. Sehingga bisa menjadi ide cemerlang untuk berbisnis atau mengembangkan bisnis.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.