Serupa Tapi Tak Sama, Ketahui Perbedaan Content Writer dan Copywriter

perbedaan content writer dan copywriter

Perkembangan teknologi informasi maupun dunia digital marketing membuat pekerjaan content writer dan copywriter menjadi cukup populer. Kedua profesi ini sekarang banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar.

Sekilas, content writer dan copywriter tampak serupa jika menilik dari tugasnya yang sama-sama menulis untuk kebutuhan pemasaran. Namun, ada beberapa perbedaan antara keduanya yang cukup signifikan.

Lalu, apa perbedaan keduanya?

Apa Itu Content Writer dan Copywriter?

Walaupun kedua profesi ini memerlukan keahlian yang sama yaitu menulis, namun ada perbedaan pada keduanya. Bahkan, tak jarang orang-orang yang tertarik dengan profesi di bidang kepenulisan masih sering bingung membedakan content writer dan copywriter.

1. Content writer

Content writer adalah orang-orang yang bekerja menulis konten untuk sebuah website perusahaan atau klien.

Mereka bertugas membuat konten yang relevan. Tujuannya sangat jelas yaitu membuat produk atau website perusahaan muncul di urutan pertama mesin pencari (search engine). Kegiatan penulisan konten oleh seorang content writer disebut sebagai content writing.

Konten yang dibuat biasanya lebih panjang dan detail serta mengoptimalkan penggunaan keyword. Oleh karena itu, menurut Entrepreneur, content writer biasanya mumpuni dalam hal SEO (Search Engine Optimization).

2. Copywriter

Sedangkan Copywriter adalah orang-orang yang menulis artikel atau konten untuk kebutuhan komersil. Maksudnya, mereka menulis untuk menghasilkan konten yang bertujuan mengiklankan sebuah produk atau jasa, serta untuk branding.

Secara sederhana, menurut Forgebit, copywriter adalah seseorang yang menulis untuk materi marketing dan iklan. Konten yang ditulis oleh seorang copywriter disebut sebagai copy. Sedangkan kegiatan menulis konten tersebut disebut sebagai copywriting.

Saat ini, tidak hanya industri kreatif saja yang memerlukan jasa seorang copywriter. Hampir semua perusahaan memerlukan jasa mereka untuk menjual produk atau mempromosikan perusahaan.

Biasanya, hasil tulisan dari seorang copywriter muncul di beragam platform seperti website perusahaan, sosial media, dan juga iklan televisi.

Baca Juga :

Apa Saja Tugas Content Writer dan Copywriter?

tugas content writer dan copywriter

Setelah mengetahui perbedaan content writer dan copywriter, sekarang Anda juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi tugas keduanya.

Bukan hanya menulis untuk kebutuhan branding atau mengiklankan suatu produk/jasa saja, berikut ini adalah tugas content writer dan copywriter yang harus Anda pahami :

1. Tugas content writer

Dalam membuat content writing, seorang content writer perlu menggunakan teknik SEO dan editing tulisan untuk menaikkan traffic pembaca konten.

Hal ini karena seorang content writer akan bertanggung jawab pada website perusahaan atau klien. Artinya, content writer akan meng-update atau menulis artikel di website secara rutin. Tentu saja tulisan di sini haruslah menggunakan keyword agar website bisa mudah muncul di mesin pencari seperti Google.

Selain itu, tugas lainnya adalah mengelola konten-konten di media sosial perusahaan. Content writer juga harus mampu melakukan riset terhadap apa saja yang sedang tren. Hasil riset tadi akan menjadi konten-konten yang nantinya di-upload ke website perusahaan.

Selain itu, content writer juga bertanggung jawab terhadap kualitas dari SEO website milik perusahaan. Oleh karena itu, syarat utama menjadi content writer adalah kemampuan di bidang SEO dan analisis.

Biasanya, artikel-artikel tersebut juga harus dimonitor statistiknya agar terlihat bagaimana performa dari setiap artikel yang telah dipublikasikan. Artikel ini harus bisa menaikkan awareness serta kepercayaan publik.

2. Tugas seorang copy writer

Sedangkan copywriter bertugas membuat naskah persuasif yang efektif agar masyarakat tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan.

Untuk membuat copywriting, seorang copywriter perlu melakukan pengamatan atau observasi terhadap produk maupun jasa perusahaan. Mulai dari keunggulan dan kelemahan produk atau jasa, hingga target pasar dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat konten yang tepat dan dapat menarik banyak pengunjung.

Hasil tulisan dari seorang copywriter bisa di-upload ke berbagai platform, tidak melulu website perusahaan. Bisa ke televisi, radio, iklan, billboard dan juga media sosial (Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, atau YouTube).

Seorang copywriter juga harus bisa menghasilkan kata-kata unik yang mudah diingat oleh orang. Dalam dunia marketing, kata-kata tersebut disebut sebagai Call to Action (CTA). Yaitu sebuah ajakan berupa teks pada halaman situs, banner iklan, dan email yang bertujuan untuk mengarahkan atau mengajak pengunjung agar melakukan sesuatu.

Baca Juga :

Perbedaan Content Writer dan Copywriter

content writer dan copywriter

Setelah mengetahui pengertian serta tugas dari content writer dan copywriter, kini Anda harus memahami perbedaan antara kedua profesi tersebut. Meski sama-sama bergerak dalam bidang tulis-menulis, namun keduanya berbeda dari segi tujuan, gaya penulisan, hingga penggunaan media.

1. Memiliki Tujuan yang Berbeda

Content writer dan copywriter memiliki perbedaan berdasarkan tujuan dari pesan yang ingin mereka sampaikan.

Content writing bertujuan untuk membangun kepercayaan, minat dan memberikan informasi pada pembaca. Contoh content writing yaitu blog marketing, podcast, radio, unggahan konten media sosial, ebook, email marketing dan newsletter.

Sedangkan copywriting memiliki tujuan menarik konsumen atau calon pelanggan dalam membeli produk atau menggunakan jasa melalui tulisan. Ada dua tujuan copywriting, yaitu tujuan jangka pendek dan jangka panjang dengan satu target yang sama, mendatangkan audiens agar mencapai penjualan yang banyak.

Konten dalam copywriting fokus terhadap iklan, sales, Pay Per Click (PPC) landing page, email dan lainnya. Adapun contoh copywriting, yaitu iklan online dan offline, web pages, SEO content hingga slogan dan tagline, email campaign dan browser.

2. Gaya Penulisan

Selain tujuan dan tugas, gaya tulis content writer dan copywriter juga sangat berbeda.

Gaya tulisan content writing cenderung panjang dan detail, serta sesuai dengan rumus “5W + 1H” dan menggunakan kaidah penulisan jurnalistik.

Sedangkan tulisan copywriting biasanya lebih pendek dengan ciri khas slogan, tagline dan headline. Walaupun begitu, baik content writer dan copywriter harus sama-sama berwawasan luas, kreatif dan mampu menyunting tulisan agar mudah menyampaikan informasi pada audiens.

3. Penggunaan Media

Penggunaan media content writer dan copywriter pun berbeda. Umumnya content writing menggunakan media web atau blog. Sedangkan copywriting menggunakan poster, web banner, billboard, social media campaign, social media, dan lainnya sebagai media marketing.

Itulah ulasan mengenai perbedaan content writer dan copywriter.yang bisa Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, Anda dapat menentukan mana yang lebih Anda butuhkan untuk perusahaan.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :