Cara Membuat Email Drip Campaign yang Efektif

email drip campaign adalah

Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai jenis strategi pemasaran pun juga turut berkembang. Salah satunya adalah email drip campaign, yang merupakan strategi pemasaran jangka panjang paling efektif untuk menjaga hubugan baik dengan pelanggan.

Hal ini lantaran drip campaign terbukti bisa meningkatkan keuntungan hingga 18 kali lipat. Bukan cuma itu saja, strategi marketing ini juga bisa meningkatkan open rate hingga 40% dan mencapai click through rate (CTR) 119%. CTR adalah jumlah rasio klik dari total impression.

Pada dasarnya, strategi ini memanfaatkan email marketing dan memakai konsep drip email marketing. Lantas, bagaimana cara menerapkannya?

Apa itu Email Drip Campaign?

Melansir dari Investopedia, email drip campaign adalah salah satu kampanye direct marketing dengan menggunakan email yang dikirim pada lead maupun pelanggan yang sudah terdaftar. Leads adalah sekumpulan calon pelanggan yang menunjukkan minat atau ketertarikan pada produk yang Anda tawarkan. Selain email, pemasaran dengan strategi drip juga bisa Anda lakukan lewat media sosial.

Strategi ini dilakukan sedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lama secara berulang-ulang. Sehingga, para marketer harus menyiapkan berbagai bahan dan strategi promosi yang dikirim pada leads dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, strategi marketing ini disebut dengan drip atau tetesan. Maka tak heran kalau strategi ini juga termasuk dalam salah satu metode lead nurturing atau membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Selain itu, melansir Zapier, strategi drip berorientasi pada leads dalam sales funnel agar tertarik dan terus berinteraksi dengan produk yang Anda miliki hingga melakukan aksi yang Anda inginkan, yakni melakukan pembelian. Maka mau tak mau, para marketer juga harus mengetahui informasi yang tepat untuk disampaikan pada leads dan juga waktu yang tepat untuk mengirimkannya.

Beberapa contohnya adalah email newsletter, lead nurturing email, email yang menawarkan konten tertentu, dan masih banyak lagi.

digital marketing agency

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa secara sederhana email drip adalah kumpulan email otomatis yang terkirim berdasarkan jadwal atau berdasarkan tindakan dari pengguna. Mungkin satu email akan dikirim segera setelah seseorang mendaftar, atau akan dikirim 3 hari kemudian, atau pada akhir pekan berikutnya.

Email dapat bervariasi berdasarkan segmentasi email serta tindakan pelanggan. Misalnya pelanggan baru yang mendaftar ke layanan Anda atau melakukan pembelian, itulah sebabnya terkadang juga disebut behavioral segmentation email.

Apa Peran Email Drip Campaign untuk Bisnis?

Email drip campaign dapat menjangkau pelanggan dengan cara mengirimkan pesan pada waktu yang tepat. Email ini dibuat secara otomatis seperti misalnya saja pesan selamat datang, ucapan selamat ulang tahun, atau bahkan pemberitahuan pesanan. Sehingga Anda bisa fokus untuk mengerjakan hal lain, dan dapat menghemat waktu serta tenaga.

Dengan demikian, peran utama dari drip campaign ini adalah secara otomatis memudahkan Anda untuk terhubung dengan pelanggan yang tepat pada saat yang tepat, tanpa harus melakukan pekerjaan setiap saat.

Drip email ini dapat menemani setiap lead dalam customer journey melalui sales funnel Misalnya saja memberikan penawaran sampai pengguna memasukkan item ke keranjang belanja hingga merekomendasikan produk terbaru milik Anda.

Sehingga tak hanya untuk membimbing atau melakukan nurturing pada pelanggan, Anda pun dapat melakukan customer retention atau menjaga hubungan baik dengan pelanggan dalam jangka panjang. Jika pelanggan merasa puas dengan bagaimana cara Anda tetap terhubung dengan mereka, maka bukan hal yang mustahil apabila angka customer satisfaction pun akan meningkat.

Kepuasan pelanggan ini lah yang berpotensi mengonversi pelanggan-pelanggan tersebut pelanggan setia dan meningkatkan angka customer loyalty dan brand loyalty untuk perusahaan. Hasilnya? Pendapatan dan keuntungan perusahaan pun akan turut meningkat.

Baca Juga :

Tipe-Tipe Email Drip Campaign

tipe-tipe email drip campaign

Melansir dari Dreamgrow, berikut adalah beberapa jenis email drip campaign :

1. Top-of-mind drip

Jenis drip campaign ini bertujuan untuk membuat lead lebih tertarik dengan perusahaan. Pada akhirnya, lead harus benar-benar memahami dan mengingat brand Anda hingga mencapai tahap terakhir dalam tahapan pemasaran (marketing funnel), yakni pembelian. Akan lebih baik jika campaign ini dilakukan terus menerus, khususnya jika ada penawaran baru.

2. Educational drip

Tipe yang kedua adalah educational drip. Yaitu memberikan informasi tentang produk yang Anda promosikan sehingga mereka bisa tertarik untuk melakukan pembelian. Ini merupakan tahap setelah Anda mengenalkan produk (brand awareness) pada para calon pelanggan, dan membuat mereka berminat melakukan aksi berupa pembelian.

3. Re-engagement drip

Jika ada cold lead yang terdaftar di antara prospek Anda, re-engagement drip dapat Anda terapkan. Cold lead sendiri merupakan calon pelanggan yang lama tidak menunjukkan aksi atau tanda bahwa mereka berminat membeli. Strategi ini bertujuan untuk membuat mereka menjadi tertarik meski telah lama tidak menunjukkan interaksi.

4. Competitive drip

Jenis keempat adalah competitive drip. Yakni strategi marketing yang harus Anda lakukan untuk bersaing dengan kompetitor. Pada strategi ini, Anda harus melakukan analisis kompetitor terlebih dahulu dan mengetahui kelemahan produk pesaing. Kemudian tawarkan kelebihan produk Anda dan yakinkan pelanggan kompetitor bahwa produk Anda lebih baik. Sehingga, mereka pun akan tertarik untuk berpindah berlangganan.

5. Promotional drip

Ketika ada diskon atau harga spesial di momen tertentu, tentu para leads perlu tahu, bukan? Untuk itu, terapkanlah strategi yang satu ini. Dengan promotional drip, lead bisa mengetahui penawaran menarik yang ada dan melakukan pembelian. Promotional drip sendiri mirip dengan strategi marketing seasonal yang memanfaatkan momen-momen tertentu. Misalnya saat Hari Raya, akhir tahun, atau harbolnas.

6. Training drip

Yang terakhir adalah training drip. Biasanya, ini merupakan email drip yang dikirimkan untuk anggota baru dan memberi informasi tentang bagaimana menggunakan sebuah produk.

Baca Juga :

Cara Membuat Email Drip Campaign yang Efektif

cara membuat email drip campaign

Setelah memahami jenis serta pentingnya email drip campaign untuk keberlangsungan bisnis Anda, maka kini Anda harus mengetahui bagaimana cara membuat email drip campaign yang efektif. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan :

1. Menentukan Target Pelanggan

Sesuai dengan kegunaannya, email drip harus menyasar pada target pelanggan yang tepat. Oleh sebab itu, langkah pertama yang penting adalah menentukan target audiens yang sesuai dengan produk.

Kita tentunya sudah memiliki data customer dari orang-orang yang mendaftarkan emailnya. Akan tetapi, masih perlu dilakukan pembagian menjadi beberapa sub bagian lagi agar lebih tepat sasaran. Anda bisa menentukan target dengan melakukan riset pasar, STP marketing, account based marketing, dan tindakan pelanggan.

Contohnya adalah pelanggan yang baru mendapaftar, pelanggan yang sudah lama tidak melakukan interaksi, atau pelanggan yang tidak melakukan aksi pembelian meskipun sudah memasukkan barang ke dalam keranjang belanja.

2. Menyusun Pesan yang Menarik

Setelah mengetahui target pelanggan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun pesan yang menarik perhatian mereka. Misalnya apa yang ingin pengguna lakukan? Atau apa yang ingin pengguna pelajari?

Berdasarkan jawaban atas pertanyaan tersebut, tulislah teks yang jelas dan menarik dengan copywriting yang sesuai. Namun, tetap pertahankan karakter atau brand voice Anda untuk mempertahankan branding produk. Branding adalah sebuah kegiatan komunikasi dalam rangka untuk memperkuat serta mempertahankan sebuah brand.

3. Rencanakan Strategi Marketing

Setelah target dan copy siap, maka Anda harus merencanakan strategi marketing yang tepat dengan menyiapkan urutan campaign atau kampanye pemasaran. Mulai dari berapa banyak email yang akan Anda kirim, kapan, dan bagaimana urutannya?

Selain itu pertimbangkan berapa banyak informasi yang target pengguna Anda butuhkan, kapan mereka akan membutuhkannya, dan mengapa mereka butuh informasi tersebut. Setelah persiapan selesai, drip campaign bisa mulai Anda lakukan.

4. Memulai Kampanye

Apabila Anda sudah menetapkan target hingga merencanakan strategi marketing, maka Anda bisa mulai melakukan email drip campaign. Selain itu Anda harus siap untuk menyelesaikan berbagai hal dan memicu serangkaian email yang berfokus pada dan menargetkan kontak potensial, dan mengubahnya menjadi pelanggan setia.

5. Melakukan Evaluasi

Meskipun berjalan secara otomatis, namun hal tersebut tidak berarti Anda dapat membiarkannya berjalan tanpa pengawasan. Anda harus tetap melakukan evaluasi dan menyesuaikan kembali strategi pemasaran berdasarkan hasil yang sudah ada. Jika hasilnya tidak sesuai dengan yang Anda harapkan, maka lakukanlah evaluasi dan perbaikan.

Demikian adalah ulasan tentang email drip campaign, manfaat, hingga cara menerapkannya dengan efektif. Strategi ini merupakan salah satu langkah jitu untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan, namun tetap menghemat waktu dan tenaga Anda.

Akan tetapi, email drip campaign saja belum cukup untuk meningkatkan bisnis. Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketing, inbound marketing, 360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.