Tips Menerapkan Strategi Marketing Ramadan 2022

strategi marketing ramadan 2022

Menjelang bulan suci Ramadan, tentunya semua pelaku bisnis harus mulai mempersiapkan perencanaan dan strategi marketing Ramadan 2022 yang matang. Tujuannya tentu saja untuk meraup keuntungan dan pendapatan atau revenue yang lebih besar saat bulan Ramadan tiba.

Sebab sebagaimana momen-momen penting lainnya, Anda perlu melakukan seasonal marketing untuk memaksimalkan strategi pemasaran di bulan puasa. Bukan hanya mengeluarkan seasonal product dan memberikan promo spesial, namun Anda juga harus menyiapkan strategi yang matang guna menjaring lebih banyak lead, meningkatkan angka konversi, serta menaikkan angka sales growth.

Guna mewujudkannya, maka Anda perlu menilik dari strategi marketing di bulan Ramadan pada tahun 2021. Pada bulan puasa tahun lalu, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan guna mendukung kesuksesan strategi marketing di bulan Ramadan tahun ini. Apa saja?

Poin Penting Strategi Marketing Ramadan 2022

Berkaca dari bulan Ramadan tahun lalu, terdapat beberapa poin penting yang perlu Anda garis bawahi guna menciptakan perencanaan dan strategi marketing yang tepat pada tahun ini. Beberapa poin tersebut antara lain:

1. Pertumbuhan Digital Consumer yang Pesat

Pada bulan Ramadan 2021, tercatat ada lebih dari 21 juta digital consumer baru. Di mana 72% pengguna berasal dari kalangan non-metro. Artinya, internet dan platform online bukan hanya menjadi lifestyle atau gaya hidup, melainkan merupakan kebutuhan sehari-hari para konsumen. Bahkan telah berkembang di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 99% pengguna berniat untuk terus menggunakan layanan digital kedepannya. Sehingga, hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi bisnis online perlu kembali Anda tingkatkan di bulan Ramadan tahun ini. Anda juga perlu memaksimalkan kegiatan digital marketing guna mempertahankan pelanggan lama (retention) maupun menjaring pelanggan baru.

2. Marketplace Menguasai Pangsa Pasar

poin penting strategi marketing ramadan

Bergelut dengan pandemi tampaknya menjadi salah satu alasan utama kenapa marketplace menjadi saluran belanja pilihan masyarakat Indonesia selama Ramadan 2021. Bahkan, marketplace telah menguasai 90% market share atau pangsa pasar selama periode bulan puasa tahun lalu.

Sementara itu, supermarket atau offline store mendapatkan 78% dari keseluruhan saluran belanja yang dipilih oleh masyarakat. Di mana kios atau toko lokal hanya mendapatkan persentase sebesar 65%. Dominasi marketplace ini menunjukkan bahwa e-commerce masih menjadi saluran belanja pilihan masyarakat Indonesia. Sehingga Anda perlu memaksimalkannya sebagai sebagai strategi pemasaran Ramadan 2022.

digital marketing agency

Secara tak langsung, hal ini juga menunjukkan bahwa emosional konsumen turut berperan besar pada dominasi marketplace. Rasa takut berinteraksi secara langsung dengan orang lain dan kemudahan transaksi tanpa perlu tatap muka menjadi faktor utama yang mendukung hal ini. Sebab, riset menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang menyatakan menggunakan marketplace karena takut terhadap penularan virus dan merasa lebih aman bertransaksi secara online.

Baca Juga :

3. Jumlah Viewers Video Mengalami Peningkatan Drastis

Pada bulan Ramadan 2021, jumlah orang yang menonton video melalui platform online seperti YouTube mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah ini semakin naik mendekati momen-momen berbuka puasa atau saat malam hari.

Hal ini dapat Anda jadikan patokan dalam meningkatkan strategi marketing Ramadan 2022. Misalnya dengan melakukan marketing campaign dengan memasang YouTube Ads agar dapat meningkatkan brand awareness sekaligus menarik minat calon pelanggan. Sebab, pengguna YouTube menyumbang 89% penjualan (sales). Sehingga Anda perlu memaksimalkannya.

Perlu Anda ketahui bahwa selama bulan puasa, masyarakat cenderung menyukai konten yang educational, insightful, dan membangkitkan empati. Sehingga Anda bisa menjadikannya sebagai acuan untuk menciptakan marketing campaign yang menginspirasi guna meningkatkan lead conversion.

Tips Menerapkan Strategi Marketing Ramadan 2022

Setelah mengetahui poin-poin penting yang bisa Anda jadikan tolok ukur (benchmarking) pada Ramadan tahun lalu, Anda pun bisa menyusun strategi marketing yang tepat untuk Ramadan tahun ini. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar strategi pemasaran menjadi makin efektif:

1. Bangun Online Presence yang Kuat

pengguna digital platform meningkat

Menilik dari semakin pesatnya jumlah pengguna platform online, maka tips pertama yang perlu Anda lakukan adalah membangun online presence atau kehadiran online yang kuat.

Maksudnya adalah menunjukkan eksistensi yang kuat pada platform online yang bisnis Anda gunakan. Baik melalui social media, website dan blog perusahaan, maupun marketplace. Tujuannya adalah agar Anda memberikan kesan siap mendampingi konsumen dalam tiap tahapan customer journey dan purchase journey mereka.

Riset menunjukkan 73% konsumen menggunakan pencarian organik untuk mengakses satu atau lebih touchpoint (e-commerce, website brand, dll). Sehingga, upayakan agar Anda memaksimalkan semua platform yang bisnis Anda gunakan.

Baca Juga :

2. Buat Konten Video yang Dipersonalisasi untuk Menarik Penonton Lokal

Tips selanjutnya adalah membuat konten video yang telah Anda personalisasi. Sebagaimana kita tahu, di era digital saat ini video marketing menjadi bagian tak terpisahkan dari tren pemasaran. Oleh sebab itu, Anda bisa menciptakan konten video agar dapat menarik lebih banyak penonton lokal.

Seperti ulasan di atas, 72% pengguna baru internet berasal dari kalangan non-metro, atau bukan dari kota besar. Sehingga ekspansi ke pengguna non-metro ini akan membantu perkembangan dan pertumbuhan bisnis secara signifikan. Selain membuat konten video, beberapa hal yang juga penting untuk Anda perhatikan adalah:

  • Transaksi e-commerce untuk produk FMCG di daerah non-metro tumbuh 214%
  • 51% pengguna internet di kota non-metro akan beralih ke brand lain selama Ramadan jika brand yang biasanya mereka gunakan tidak menawarkan pengiriman
  • Frekuensi belanja konsumen dalam area non-metro lebih tinggi pada akhir pekan daripada di hari kerja
  • Aplikasi pengiriman makanan mengalami peningkatan di hari kerja untuk konsumen non-metro selama bulan Ramadan, dan meningkat pada akhir pekan untuk konsumen metro

Inilah sebabnya Anda perlu memberikan fokus khusus pada strategi marketing Ramadan untuk konsumen non-metro.

3. Ciptakan Pengalaman Online dan Offline yang Berkesan

tips menerapkan strategi marketing ramadan

Meskipun pengguna online kian meningkat, bukan berarti Anda bisa mengabaikan pasar offline. Sebaliknya, Anda perlu mengimbangkan keduanya agar dapat menciptakan customer experience yang efektif. Hal ini karena baik pengalaman online maupun offline memiliki target pasar yang berbeda, dengan alasan yang berbeda pula.

Kebanyakan konsumen lebih suka berbelanja secara online karena :

  • Lebih aman, terutama selama pandemi
  • Belanja online lebih nyaman
  • Terdapat lebih banyak variasi dan pilihan saat berbelanja secara online
  • Ada banyak promo sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah

Sementara itu, alasan konsumen yang lebih suka berbelanja secara offline antara lain :

  • Lokasi toko yang lebih dekat
  • Tidak perlu menunggu lama untuk pengiriman barang
  • Membutuhkan barang tersebut segera
  • Bisa menyentuh produk secara langsung untuk mengetahui kualitas produk
  • Dapat mengalokasikan biaya dengan lebih baik
  • Bisa menawar harga

Demikian adalah tips strategi marketing yang bisa Anda terapkan di bulan Ramadan 2022. Perilaku konsumtif masyarakat saat bulan Ramadan dapat menjadi kesempatan besar bagi Anda untuk mempromosikan produk dan meningkatkan penjualan.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.