Peran dan Strategi Inclusive Marketing Dalam Menjangkau Banyak Pelanggan Baru

Peran dan Strategi Inclusive Marketing Dalam Menjangkau Banyak Pelanggan Baru

Pada umumnya, pelaku bisnis akan menjalankan suatu strategi pemasaran dan teknik penjualan sesuai dengan niche bisnis dan pelanggan target. Namun, jika fokus pemasaran bisnis terlampau sempit dan terbatas, maka kemungkinan membuat pelanggan meninggalkan brand (brand fatigue) yang mana tidak tercapainya loyalitas pelanggan. Nah, Anda tak perlu khawatir karena ada satu jenis pemasaran yang digadang-gadang menjadi masa depan baru digital marketing, inclusive marketing namanya.

Singkatnya, teknik pemasaran ini tidak hanya berfokus pada satu target pasar tetap, melainkan sebuah langka untuk menjaring pelanggan baru (lead conversion) dan mengakuisisi pelanggan dari berbagai latar belakang atau demografi. Dengan begitu, bisnis Anda bisa menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas dan mengembangkan bisnis ke arah yang lebih menguntungkan.

Untuk informasi lengkap lainnya seputar inclusive marketing, Anda bisa membacanya pada artikel di bawah ini. InMarketing akan membahas terkait definisi, tahap penerapannya dalam proses bisnis, hingga contoh perusahaan yang berhasil menjalankan strategi pemasaran ini.

Definisi Inclusive Marketing

Melansir laman situs Indeed, inclusive marketing adalah teknik pemasaran dengan membuat konten pemasaran, seperti iklan dan promosi, yang mencakup dan mewakili beragam target audience. Anda bisa mempertimbangkan berbagai demografi atau persona calon pelanggan, mulai dari penampilan, usia, suku, ras, status perkawinan, agama, kemampuan fisik dan mental, serta status sosial ekonominya. Dengan kata lain, strategi pemasaran ini menjelaskan bahwa audiens Anda terdiri dari kelompok orang yang berbeda.

Umumnya, strategi inclusive marketing terlihat dalam campaign untuk produk makanan, pakaian jadi, teknologi, dan barang-barang otomotif. Hal ini mengingat jenis barang-barang tersebut adalah komoditas barang yang digunakan oleh kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Baca Juga:

Dengan inclusive marketing, bisnis Anda akan lebih mampu:

Tahap Menerapkan Inclusive Marketing

Adapun beberapa langkah atau tahapan penting dalam mengimplementasikan atau menerapkan strategi pemasaran inklusif yang perlu Anda perhatikan. Simak ketiga tahapannya berikut ini.

digital marketing agency

1. Pertimbangkan Target Audience

Sebelum Anda dapat menerapkan rencana pemasaran dengan cara seefektif mungkin, Anda sering kali mencoba mengidentifikasi siapa pelanggan yang ingin Anda jangkau (reach). Dengan mempertimbangkan detail demografis atau persona pelanggan yang ingin Anda libatkan dalam kampanye pemasaran Anda, maka Anda akan lebih mudah menetapkan target pasar untuk kampanye Anda.

Setelah Anda menetapkan kepada siapa Anda akan memasarkan produk, program, atau layanan, Anda dapat menentukan teknik dan taktik yang akan Anda gunakan untuk memasarkannya. Cara ini dapat membantu Anda membuat rencana inclusive marketing yang paling efisien dan efektif dengan peluang sukses lebih tinggi.

2. Kumpulkan Pendapat atau Opini Pelanggan

Setelah itu, untuk membuat rencana pemasaran inklusif yang paling akurat dan tepat, Anda perlu mengumpulkan pendapat dari sekelompok orang. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah orang-orang tersebut percaya dengan brand Anda (brand authority).

Anda dapat melakukan focus group discussion (FGD) dengan pelanggan dan calon pelanggan untuk menerima umpan balik (customer feedback) tentang rencana pemasaran Anda. Sekaligus sebagai langkah membandingkan opini-opini yang ada dengan rencana pemasaran inklusif dan rencana pemasaran lainnya yang pernah Anda lihat sebelumnya.

3. Buat atau Uraikan Garis Besar Rencana Pemasaran

Setelah Anda mengonfirmasi bahwa contoh kampanye pemasaran Anda telah mewakili semua target audience yang Anda inginkan dengan tepat, Anda dapat membuat rencana terperinci (action plan) tentang cara merilis produk Anda.

Dalam rencana tersebut, Anda dapat menyusun timeline untuk peluncuran produk atau layanan bisnis Anda. Meliputi detail seperti kapan harus menyelesaikan pemotretan atau desain, kapan harus mengadakan rapat pembaruan status, dan kapan produk harus siap. Anda dapat menyampaikan rencana terperinci ini kepada semua orang yang terlibat dalam kampanye sehingga semua pihak mendapat informasi dan pembaruan.

Baca Juga:

Contoh Sukses Inclusive Marketing

Tentu, sudah banyak perusahaan besar atau bertaraf sedang yang berhasil mengimplementasikan pemasaran inklusifnya sendiri.

Sebagai contoh, pada tahun 2018, Microsoft meluncurkan campaign “We All Win Campaign” yang memperlihatkan cara pelanggan penyandang disabilitas dapat menggunakan dan menikmati Xbox Adaptive Controller baru mereka. Karena Microsoft membuat perangkat tersebut dengan touchpad dan warna-warna cerah agar mudah digunakan oleh tunanetra. Dengan begitu, siapa pun bisa memainkan konsol game dengan mudah dan nyaman.

Selain itu, contoh lain datang dari brand Sephora yang mana brand tersebut membuat campaign bernama Try Something Good menyoroti bisnis kecantikan milik orang berkulit hitam kepada seluruh konsumen kosmetik mereka. Iklan tersebut tidak hanya menampilkan wanita dari berbagai ras dan usia. Tetapi juga melangkah lebih jauh untuk melakukan upaya nyata untuk menutup kesenjangan dengan menonjolkan merek-merek kosmetik milik orang kulit hitam.

Tips Menjalankan Inclusive Marketing Sukses

Tahap Menerapkan Inclusive Marketing

Seperti yang telah Anda lihat dari contoh di atas, terlihat bahwa ada banyak cara berbeda untuk menerapkan inclusive marketing. Lalu, Anda perlu ingat bahwa teknik marketing ini tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan brand besar, bahkan bisnis UKM dan UMKM bisa menerapkan pemasaran ini.

Untuk membuat teknik pemasaran ini sedikit lebih sederhana, berikut adalah lima tips penting yang dapat Anda ikuti untuk membantu campaign bisnis Anda menjadi lebih inklusif.

1. Amati Konsumen Lebih Seksama

Sebelum Anda melakukan riset pasar, Anda mungkin belum tentu tahu siapa basis pelanggan Anda. Untuk itu, Anda bisa manfaatkan media sosial bisnis (konsep owned media) dan analitik pemasaran (marketing analytics) Anda untuk melihat bagaimana demografi target audience Anda. Misalnya, kelompok usia, ras, dan jenis kelamin apa yang mengikuti akun bisnis Anda?

Mengetahui informasi tersebut akan meningkatkan kemampuan Anda untuk mewakili mereka dalam pemasaran Anda agar merasa diakui oleh brand Anda. Jika hasil analitik Anda memperlihatkan bahwa pelanggan Anda tidak beragam sama sekali. Ini adalah indikator penting bahwa Anda perlu segera menerapkan tahapan inclusive marketing sehingga Anda tidak kehilangan demografi pelanggan terbaik.

2. Buatlah Konten Visual yang Beragam dan Menarik

Visual adalah salah satu faktor terpenting dalam digital marketing dan digital advertising. Foto, grafik, dan video adalah sekian dari banyaknya media yang dapat memikat pelanggan dan membuat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk Anda. Tetapi jika citra iklan, blog, atau situs web Anda tidak inklusif, Anda tidak dapat menginspirasi orang untuk membeli produk Anda.

3. Buat Forum Diskusi

Dalam hal pemasaran inklusif, satu kesalahan yang mudah dilakukan sebagian besar marketer adalah tidak memposisikan diri sebagai seorang ahli yang memiliki keragaman dan inklusivitas.

Untuk itu, pikirkan tentang bagaimana Anda dapat mendidik, melibatkan (engage), dan mengundang audiens Anda ke diskusi terbuka tentang inklusivitas. Tawarkan berbagai peluang bagi pelanggan Anda untuk mereka bisa berbagi pengalamannya dengan Anda (customer experience). Walaupun tips ini bersifat berkelanjutan, tetapi penting untuk Anda tetap berpartisipasi dan tetap berkomitmen pada setiap prosesnya.

4. Jadikan Media Digital Bisnis Mudah Diakses

Saat membuat materi pemasaran dan aset bisnis, seperti website atau media sosial perusahaan, pikirkan apakah konten pemasaran pada saluran pemasaran digital Anda mudah diakses oleh semua pelanggan. Karena mungkin tanpa Anda sadari, Anda akan mengecualikan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, seperti gangguan penglihatan atau pendengaran.

Oleh karena itu, Anda bisa mengatasinya dengan membuat desain konten yang memiliki warna cerah, font yang mudah terbaca, beri caption pada video (jika mencantumkan konten video), dan hindari menggunakan animasi secara berlebihan.

Baca Juga:

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.