Owned Media : Jenis, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

owned media adalah

Istilah owned media tentunya sudah menjadi term yang tak asing lagi di kalangan pebisnis era sekarang. Terutama bagi Anda yang menggunakan digital marketing sebagai strategi pemasaran. Sebab, tak bisa kita pungkiri bahwa seiring dengan perkembangan teknologi dan tren digital marketing, media menyumbang banyak manfaat untuk kesuksesan branding maupun strategi marketing campaign.

Dewasa ini, owned media memiliki peran sebagai penentu kualitas konten marketing yang Anda sebarkan pada platform atau saluran pemasaran lain. Karena media yang perusahaan kelola secara langsung juga bisa menjadi saluran pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness, engagement rate, hingga tingkat konversi lead atau lead conversion.

Mengetahui pengaruh owned media terhadap digital marketing campaign dapat membantu Anda menjalankan strategi pemasaran dengan lebih efektif dan efisien. Lantas, apa saja jenis dan manfaat owned media sebagai strategi marketing perusahaan?

Apa Itu Owned Media?

Melansir laman Campaign Monitorowned media adalah semua properti online yang sebuah brand miliki dan bisa mereka kendalikan sepenuhnya. Sehingga, brand tersebut memiliki hak penuh dalam mengelola kontennya sendiri untuk pemasaran tanpa bantuan pihak ketiga.

Misalnya adalah pemasaran melalui website perusahaan, blog, microsite, atau social media (Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, LinkedIn), aplikasi, newsletter, press release, hingga majalah korporasi. Dengan kepemilikan sepenuhnya, Anda pun tidak perlu mengeluarkan budget agar konten marketing di media tersebut muncul pada audiens Anda, berbeda dengan paid marketing.

Perlu Anda ketahui bahwa owned media termasuk organic marketing, tetapi memiliki peluang untuk tumbuh dan mendapatkan momentum dari waktu ke waktu. Jenis strategi pemasaran digital ini cocok bagi Anda yang benar-benar mengelola bisnis sepenuhnya tanpa campur tangan pihak lain.

Semakin banyak platform atau saluran media digital yang brand Anda miliki, maka impact atau pengaruhnya untuk proses branding bisnis pun akan semakin besar pula. Sebab ini sama artinya dengan memperluas jangkauan jejak digital dan target pasar Anda. Sehingga potensi untuk menjaring lead atau calon pelanggan baru pun kian meningkat.

Namun, perlu Anda ingat bahwa selama menggunakan jenis pemasaran ini, maka Anda memiliki tanggung jawab penuh untuk membuat sekaligus memelihara konten secara mandiri. Artinya, butuh adanya konsistensi agar Anda bisa menciptakan ide konten marketing yang menarik di mata pelanggan.

digital marketing agency

Selain itu, penting pula bagi Anda untuk menentukan brand voice dan brand guideline pada setiap saluran atau paltform pemasaran yang Anda gunakan. Tujuannya adalah untuk membangun citra merek (brand image) yang mudah diingat oleh pelanggan. Hal ini juga secara tidak langsung akan memberikan kesan orisinal atau otentik terhadap semua konten yang brand Anda produksi.

Baca Juga :

Manfaat Owned Media untuk Bisnis

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa pada dasarnya owned media menjadi salah satu elemen penting yang menunjang kesuksesan suatu brand. Sebab tanpa menerapkannya, artinya brand Anda tidak memiliki kuasa apapun atas konten yang ingin Anda sebarkan pada target pasar atau audiens.

Dengan memiliki kendali penuh atas saluran media yang Anda miliki, maka brand Anda pun lebih bebas untuk mengeksplorasi jenis marketing content apa saja yang paling efektif untuk pemasaran. Jenis media ini juga menjadi pilar kualitas konten yang akan brand Anda ciptakan pada platform-platform lainnya.

Namun bukan hanya itu saja. Ada sejumlah manfaat lain dari owned media yang perlu Anda ketahui untuk membantu kesuksesan bisnis. Melansir dari laman Big Commerce, beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Menciptakan kesan orisinal atau otentik pada konten yang brand Anda produksi
  • Brand memiliki kendali penuh untuk membuat konten yang variatif sebagai marketing campaign
  • Konten yang Anda hasilkan tidak akan hilang dalam jangka waktu tertentu
  • Anda tidak perlu mengeluarkan banyak budget atau biaya untuk memproduksi konten
  • Tidak perlu mengkhawatirkan adanya iklan atau ads dalam konten

Jenis-Jenis Owned Media

jenis owned media

Ada berbagai macam jenis owned media yang bisa Anda gunakan untuk menyebarkan informasi dan menjadi wadah konten marketing perusahaan. Semakin banyak jenis saluran media yang Anda gunakan, maka peluang untuk menarik lebih banyak sales lead pun akan semakin terbuka lebar pula.

Melansir dari Airfoil, berikut ini adalah beberapa jenis owned media yang bisa Anda gunakan:

1. Email Marketing

Platform yang pertama adalah email marketing. Platform ini cukup efektif untuk membantu Anda mempromosikan konten marketing pada audiens. Terutama apabila Anda memiliki informasi tentang penawaran eksklusif (diskon, promo), pembaruan produk, atau berbagai informasi lainnya.

Meskipun tergolong sebagai salah satu jenis marketing yang paling dasar, namun penggunaan email marketing terbukti cukup ampuh untuk menarik perhatian target audiens. Berdasarkan market research, ada sekitar 54% pelanggan yang lebih menaruh kepercayaan terhadap sebuah brand (brand authority) apabila mereka mendapatkan informasi melalui email.

Bahkan menurut Tool Box. email marketing memiliki peran untuk menunjukkan kualitas brand terhadap audiens. Artinya, penggunaan email marketing membuat brand Anda tampak semakin profesional.

Kendati begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat konten melalui email marketing. Untuk lebih mudah menarik perhatian audiens, Anda perlu melakukan personalisasi email marketing berdasarkan segmentasi email. Dengan begitu, audiens akan merasa bahwa Anda benar-benar menghargai dan mengetahui informasi tentang mereka.

Baca Juga :

2. Website

Mengutip dari Indeed, website resmi perusahaan adalah bagian terpenting dari owned media. Pasalnya, website kerap menjadi hal pertama yang akan audiens cari saat ingin mengetahui informasi lengkap tentang suatu brand.

Sehingga, perlu adanya perencanaan dan strategi untuk memaksimalkan konten yang Anda tampilkan melalui website perusahaan. Tujuannya adalah agar website tersebut dapat memberikan kesan baik pada audiens, memberikan informasi secara jelas dan rinci, sekaligus mampu menarik minat mereka.

Maka dari itu, Anda perlu memerhatikan desain pada halaman website perusahaan. Upayakan untuk membuat desain yang ramah UI guna meningkatkan user experience, serta mengutamakan mobile first atau mobile friendly. Sebab, saat ini mayoritas orang lebih suka menggunakan perangkat seluler untuk mencari informasi di internet.

3. Media Sosial

Jenis yang ketiga adalah media sosial. Tentunya kita semua setuju bahwa social media marketing (SMM) merupakan strategi pemasaran yang wajib semua brand terapkan di era saat ini. Sebab sebanding dengan perkembangan teknologi, jumlah pengguna media sosial pun selalu mengalami peningkatan pesat dari waktu ke waktu.

Sehingga pemanfaatan sosial media sebagai sarana marketing dan branding (social media branding) menjadi salah satu tren marketing yang wajib Anda terapkan. Media sosial juga menjadi platform yang tepat untuk menarik minat audiens dengan cepat dan memperluas jangkauan pangsa pasar.

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa konten yang Anda unggah di media sosial haruslah sesuai dengan brand guideline, supaya menunjukkan identitas brand (brand identity). Ini sangat penting agar konten yang Anda bagikan memiliki kesan orisinal dan otentik.

4. Forum

Jenis owned media selanjutnya adalah forum. Media yang satu ini memang terkesan kuno sehingga belum banyak perusahaan yang menggunakannya. Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa forum sangat berguna untuk menjalankan community marketing.

Anda bisa meluncurkan ranah forum yang di-hosting secara mandiri. Dengan begitu, dapat mengembangkan komunitas dan mulai menyebarkan konten kepada audiens setia (customer loyal) mereka.

Baca Juga :

Perbedaan Owned Media dengan Paid dan Earned Media

perbedaan owned, paid, dan earned media

Setelah mengetahui pembahasan terkait owned media di atas, lantas apa perbedaan jenis media ini dengan paid dan earned media?

Sejatinya, hingga saat ini masih banyak orang yang bingung membedakan ketiganya. POEM (Paid, Owned, dan Earned Media) sendiri memang layak menjadi contoh digital marketing strategy yang harus Anda pertimbangkan untuk membantu membuat marketing plan yang efektif.

Ketiga media ini menerapkan strategi pull marketing, di mana brand akan memberikan penawaran pada audiens dalam bentuk konten. Kemudian brand akan memberikan mereka waktu untuk memberikan tanggapan pada lain hari. Inilah yang menyebabkan POEM lebih efektif ketimbang push marketing, yang cenderung memaksa audiens memberikan tindakan sebelum mendapatkan penawaran.

Lalu, apa perbedaan ketiganya?

Paid Media

Adalah suatu bentuk paid marketing di mana marketer harus membayarkan sejumlah uang pada media. Media berbayar ini mencakup digital dan tradisional marketing. Contohnya koran, radio, paid influencer, pay per click (PPC), atau ads agar iklan mereka muncul di depan audiens.

Paid media adalah cara yang bagus untuk mendapatkan pengembalian investasi (Return on Investment) langsung. Sebab, jangkauan paid media ini sangat luas dalam sekali strategi promosi.

Owned Media

Merupakan media yang dibangun sendiri oleh sebuah brand. Sehingga, brand tersebut juga memiliki hak penuh dalam mengelola kontennya sendiri untuk pemasaran, baik web maupun media sosial, tanpa bantuan pihak ketiga.

Earned Media

Yaitu ketika pengikut Anda melakukan respon misalnya melakukan retweet, likes, share, dan lain-lain terhadap iklan atau konten yang Anda sampaikan melalui paid dan owned media.

Sehingga, earned media merupakan para audiens, follower, atau customer yang menyebarkan iklan Anda sehingga mereka lah yang menjadi media suatu brand. Misalnya strategi word of mouth, testimoni marketing, dan user generated content (UGC), di mana customer dapat memberikan ulasan terhadap sebuah brand secara langsung melalui media sosial.

Dengan menggabungkan ketiganya, maka Anda bisa menciptakan strategi marketing yang lebih efektif.

Itulah ulasan lengkap tentang owned media yang perlu Anda ketahui. Pada intinya, di era digital seperti saat ini brand perlu memiliki beberapa platform media pribadi agar bisa tetap relevan dan mendapatkan posisi di pasar.

Selain menerapkan strategi ini, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.