Mengenal Apa Itu Social Proof dan Tips Memaksimalkannya

social proof adalah

Bagi Anda yang sudah berkecimpung di dunia marketing, tentunya social proof bukan merupakan hal baru lagi. Bahkan, strategi ini menjadi salah satu kunci penting untuk mengembangkan dan mendukung pertumbuhan bisnis (growth rate).

Bukan tanpa alasan, ini karena social proof memengaruhi psikologis dan emosional dari leads atau calon pelanggan. Sehingga memiliki peran yang sangat penting untuk kesuksesan kampanye pemasaran atau strategi marketing campaign perusahaan Anda.

Menariknya, strategi marketing yang satu ini bersifat fleksibel. Artinya bukan hanya bisa Anda terapkan pada pemasaran tradisional atau konvensional saja, melainkan juga secara online (digital marketing). Jadi apabila Anda ingin strategi pemasaran berjalan semakin optimal dan mampu berkembang secara pesat, kenali dulu apa itu social proof dan bagaimana cara menerapkannya!

Apa Itu Social Proof?

Melansir dari Sprout Social, social proof adalah konsep bahwa seseorang akan terpengaruh dan mengikuti tindakan sekelompok orang lainnya. Dalam dunia marketing, istilah ini dapat kita artikan sebagai kegiatan memengaruhi psikologis sales lead atau prospek untuk melakukan tindakan pembelian.

Dari istilah tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya konsep strategi ini hampir mirip dengan advocacy dan testimoni marketing. Sebab ketiganya sama-sama memengaruhi orang lain untuk melakukan hal serupa. Ini terjadi karena mayoritas leads akan menganggap hal yang telah dilakukan oleh banyak orang itu adalah suatu hal yang benar.

Contohnya sederhanya adalah saat Anda melihat ada salah satu kedai makanan yang ramai pengunjung, bahkan antreannya sangat panjang. Secara psikologis, tentunya Anda akan merasa penasaran sekaligus tertarik, bukan?

Sebab Anda akan berpikir bahwa kedai tersebut menjual makanan dengan cita rasa lezat dan berkualitas. Sehingga ada banyak orang yang rela antre. Bahkan mungkin Anda juga akan turut mengantre demi memuaskan rasa penasaran sekaligus mencicipi cita rasa makanan tersebut.

Contoh lainnya adalah saat Anda ingin membeli barang secara online melalui marketplace. Sebelum membelinya, Anda tentu akan melihat review atau ulasan yang customer berikan pada produk tersebut (customer feedback).

digital marketing agency

Apabila produk yang ingin Anda beli mendapatkan ulasan positif dari banyak orang, Anda pun tak akan ragu untuk membelinya. Sebab artinya produk tersebut memiliki value (product value) dan memberikan manfaat untuk customer (customer value).

Sebaliknya, apabila produk tersebut mendapatkan ulasan buruk, maka Anda pun akan berpikir berulang kali sebelum membelinya. Bahkan, mungkin saja Anda enggan membeli produk tersebut dan ingin beralih ke produk lainnya yang mendapatkan review lebih baik.

Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa social proof benar-benar memiliki peran penting untuk memengaruhi keputusan pembelian dalam tahapan pemasaran (marketing funnel). Sehingga Anda harus memanfaatkan peluang ini sebagai strategi marketing campaign. Sebab dengan memaksimalkannya, Anda pun akan memiliki peluang besar untuk meningkatkan penjualan (sales growth) dan mengoptimalkan branding bisnis.

Baca Juga :

Cara Memaksimalkan Social Proof untuk Marketing

cara memaksimalkan social proof

Usai mengetahui apa itu social proof dan contohnya, lantas bagaimana cara memaksimalkannya untuk proses marketing?

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan strategi yang satu ini. Sama halnya dengan advocacy dan testimoni, strategi ini juga membutuhkan ulasan dari customer untuk merekomendasikan brand Anda pada orang lain. Sebab hal terpenting dari strategi ini adalah menunjukkan bahwa brand Anda memiliki brand value dan disukai oleh publik.

Untuk menerapkannya, Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut ini:

1. Manfaatkan User Generated Content (UGC)

UGC alias User Generated Content tentu bukan menjadi fenomena baru dalam tren marketing. Bahkan, UGC menjadi salah satu konten marketing terkini yang banyak dimanfaatkan brand untuk mendorong peningkatan penjualan.

Bukan tanpa alasan. Ini karena UGC memiliki peran besar untuk meningkatkan brand authority (kepercayaan customer terhadap brand). Sebab pada dasarnya, UGC adalah ketika seorang customer mengunggah review atau ulasan jujur tentang suatu brand di social media (Instagram, Facebook, Twitter).

Biasanya, pengguna media sosial lainnya akan lebih memercayai ulasan dari UGC ketimbang influencer atau brand ambassador. Sebab, UGC bersifat netral, di mana customer tidak mendapatkan keuntungan atau bayaran atas ulasannya di media sosial. Berbeda dengan influencer atau BA yang menjalin afiliasi (partnership) atau menjadi mitra bisnis dari brand terkait.

Anda pun bisa menggunakan kesempatan ini untuk mempopulerkan brand Anda. Apabila Anda mendapati ulasan positif dari customer yang menggunakan brand Anda di media sosial, maka Anda bisa merepost atau memposting ulang unggahan tersebut. Ini akan membantu Anda untuk brand exposure sekaligus meningkatkan brand image.

2. Gunakan Ulasan Positif dari Customer

Menurut survei dari Bright Local, sebesar 88% customer percaya dengan review online, sama halnya seperti saat mereka mendapatkan rekomendasi dari orang terdekat. Ini menunjukkan bahwa review atau ulasan akan memberikan pengaruh besar dalam sales funnel.

Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan review atau ulasan positif dari pengguna sebagai social proof atau bukti. Caranya adalah dengan menunjukkan ulasan-ulasan positif tersebut melalui saluran pemasaran yang Anda gunakan. Misalnya mengunggahnya di social media atau marketplace Anda.

Anda pun bisa mengemasnya dalam bentuk gambar atau video marketing semenarik mungkin untuk menunjukkan kelebihan produk Anda. Namun, pastikan Anda tetap menampilkannya dengan jujur dan apa adanya agar pelanggan lebih percaya.

Baca Juga :

3. Aktif Berinteraksi dengan Customer di Media Sosial

memanfaatkan ulasan positif

Cara selanjutnya adalah aktif berinteraksi dengan customer Anda di media sosial. Sebab biasanya seorang customer yang merasa puas dengan kualitas sebuah produk (customer satisfaction) pasti akan terus membicarakannya. Baik secara offline (word of mouth) maupun secara online.

Umumnya, customer seperti itu tak akan segan untuk memention akun brand Anda di media sosial. Saat hal tersebut terjadi, jangan ragu untuk segera membalasnya dan melakukan interaksi. Strategi ini akan membantu brand Anda untuk mendapatkan citra positif di mata customer lainnya.

Tak hanya itu saja. Menurut Oberlo, menjalin interaksi dengan customer juga akan membantu brand menjangkau lebih banyak target pasar dan meningkatkan brand awareness. Selain itu, cara ini juga ampuh sebagai relationship marketing dan meningkatkan angka retensi (customer retention).

4. Ciptakan Event di Media Sosial

Cara terakhir yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan social proof adalah dengan menciptakan event marketing di media sosial. Misalnya mengadakan Facebook Live atau Instagram Live. Agar lebih maksimal, Anda juga bisa mengundang ahli di bidang industri bisnis Anda untuk memberikan ulasan secara langsung tentang produk Anda.

Misalnya Anda memiliki bisnis yang bergerak di bidang kuliner. Maka Anda bisa mengajak seorang food blogger untuk mereview produk makanan Anda secara langsung. Biasanya, kolaborasi seperti ini akan membuat brand mendapatkan citra yang lebih positif.

Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengadakan contest marketing campaign. Misalnya giveaway berhadiah tertentu. Anda bisa memberikan syarat bagi customer untuk mereview produk Anda yang telah mereka gunakan. Selain mengoptimalkan social proof, strategi seperti ini juga akan membantu Anda untuk meningkatkan engagement rate.

Demikian adalah ulasan mengenai social proof serta cara untuk memaksimalkannya. Di era serba digital sebagaimana saat ini, Anda akan lebih mudah menerapkan strategi tersebut dengan bantuan media sosial. Sehingga, upayakan untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin agar dapat meningkatkan conversion rate.

Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.