5 Tips Membuat CTA Email Marketing yang Ampuh Tingkatkan Klik dan Open Rate

CTA email

Email marketing masih menjadi salah satu saluran pemasaran yang populer hingga kini. Untuk memaksimalkan strategi pemasaran melalui email, maka marketer harus mampu memikat pembaca dengan menggunakan call to action atau CTA email yang efektif dan menarik.

Sebab tak bisa kita pungkiri bahwa terkadang rasio klik dan open rate email marketing memang tergolong rendah. Apalagi jika konten marketing yang Anda kirimkan memang kurang menarik perhatian para lead. Inilah kenapa, Anda membutuhkan call to action untuk membantu meningkatkan angka konversi atau lead conversion.

Apalagi mengingat bahwa saat ini mayoritas bisnis terus menggunakan email sebagai media untuk memasarkan produk atau layanan mereka. Selain sebagai sarana promosi dan penyebaran informasi, penggunaan email juga terbukti dapat meningkatkan brand authority dan brand image yang bisa meningkatkan kredibilitas bisnis.

Melalui artikel inMarketing berikut ini, simak tips membuat call to action pada email yang efektif untuk meningkatkan jumlah klik!

Tips Membuat CTA Email Marketing yang Efektif

Email marketing menjadi salah satu strategi marketing terbaik untuk meningkatkan lead conversion hingga loyalty loop. Tak hanya efektif sebagai sarana promosi, email marketing juga menjadi channel marketing yang murah dan minim biaya pemasaran.

Kelebihan lainnya adalah email marketing juga bisa menjadi sarana untuk menjalin interaksi atau relationship dengan pelanggan, sehingga bisa meningkatkan angka customer retention.

Sayangnya, melansir dari campaign monitor, rata-rata open rate email adalah 21.5%. Di mana email yang bagus memiliki kisaran 17-28%, tergantung niche bisnis masing-masing. Industri dengan tingkat open rate tinggi seperti pendidikan, agrikultur, dan layanan finansial memiliki open rate rate-rata 25-28%.

open rate email average

Rata-rata open rate email marketing di berbagai industri

digital marketing agency

Campaign monitor menjelaskan bahwa tinggi rendahnya open rate ini selain bergantung pada niche bisnis, juga sangat terpengaruh dengan penggunaan call to action dan jenis konten marketing di dalamnya. Semakin menarik call to action dan konten yang Anda kirimkan, maka akan semakin tinggi pula open rate yang Anda dapatkan.

Berikut ini adalah tips membuat CTA yang menarik agar email marketing Anda mendapatkan jumlah klik dan open rate yang tinggi.

Baca Juga :

1. Tentukan Tujuan Email

The Digital Group mengatakan bahwa hal pertama yang harus marketer lakukan sebelum membuat CTA adalah menentukan tujuan terlebih dahulu. Sebab setiap email yang Anda kirimkan tentunya memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan tipe pelanggan. Misalnya email untuk sales lead dan pelanggan tetap yang tentu tidak bisa Anda samakan.

Misalnya, Anda tidak mungkin memberikan penawaran diskon member pada sales lead yang belum pernah melakukan pembelian. Begitu pula sebaliknya. Anda juga tidak mungkin mengirimkan email berisi penjelasan produk pada customer lama, karena mereka sudah mengenal produk Anda.

Maka dari itu, tentukan terlebih dahulu tujuan pengiriman email dan rancang content plan yang sesuai. Apakah Anda ingin melakukan strategi promosi, meningkatkan branding bisnis, memberikan informasi terbaru seputar product launch, press release, atau lain sebagainya.

Contohnya jika Anda ingin memasarkan produk, maka CTA yang cocok adalah “Beli Sekarang!”. Sedangkan jika Anda ingin meningkatkan brand awareness, CTA “Baca Selengkapnya!” lebih tepat untuk digunakan.

2. Singkat, Jelas, dan Mudah Dipahami

Pada dasarnya, konten email marketing memang tidak boleh terlalu panjang. Sebab isi email yang panjang cenderung akan membuat audiens atau target pasar Anda merasa jenuh membacanya. Begitu pula dengan penggunaan call to action.

Maka, usahakan untuk menggunakan frasa singkat yang jelas dan mudah untuk dimengerti. Bahkan Sales Hacker mengatakan bahwa CTA yang baik tidak boleh membuat audiens berpikir terlebih dahulu, melainkan segera melakukan aksi sesuai dengan instruksi.

Contohnya saat mengirimkan voucher gratis belanja produk tertentu sebagai bagian dari customer loyalty program, Anda bisa menggunakan CTA “Klaim Sekarang”. Ini akan membuat customer Anda langsung paham bahwa mereka harus mengklik tombol call to action tersebut untuk mendapatkan voucher.

3. Gunakan Font yang Lebih Besar atau Berbeda Warna

tips membuat CTA email

Hal ini mungkin terkesan simple, namun terbukti ampuh. Menggunakan font yang lebih besar atau berbeda warna dari isi email akan membuat call to action menjadi lebih stand out (menonjol). Sehingga, perhatian penerima email akan langsung tertuju pada call to action tersebut.

Apalagi mengingat bahwa salah satu kebiasaan audiens adalah membaca secara instan, dan hanya melihat beberapa hal yang mereka anggap penting atau menarik perhatian. Maka dari itu, membedakan CTA dari segi font dan warna akan menjadi strategi yang jitu untuk meningkatkan ketertarikan atau interest dari segi visual.

Pasalnya, studi menunjukkan bahwa mata menjadi indra pertama yang mudah tertarik akan suatu hal. Ini juga yang menyebabkan para marketer menggunakan strategi sensory marketing yang menonjolkan tampilan visual sebagai lead magnet untuk menjaring lead potensial.

Baca Juga :

4. Tambahkan Unsur Urgensi

Tips keempat adalah menambahkan unsur urgensi atau kepentingan. Karena melansir dari Indeed, pemberian urgensi akan meningkatkan minat user untuk melakukan klik pada call to action.

Contohnya adalah saat Anda mengirimkan email berisi promosi seasonal marketing. Dalam promosi tersebut, terdapat beberapa jenis produk yang termasuk dalam seasonal product dan memiliki harga di bawah market pricing (harga pasar).

Untuk memengaruhi keputusan pembelian konsumen dan meningkatkan penjualan, Anda bisa menambahkan unsur urgensi. Misalnya adalah “Beli Sekarang Juga!”, atau “Promo Terbatas”, “Hanya untuk 10 Pelanggan Pertama”, dan lain sebagainya.

5. Pastikan CTA Terletak di Posisi yang Tepat

Tips terakhir adalah memastikan bahwa Anda telah meletakkan CTA pada posisi yang tepat pada badan email.

Jika CTA berbentuk tombol, maka Anda bisa menempatkannya di bagian tengah atau bawah. Sedangkan jika berbentuk teks, Anda bisa menempatkannya di bagian awal. Sebab, biasanya audiens cenderung malas untuk membaca email yang berisi full text, sehingga menempatkan call to action di awal akan mencegah mereka dari rasa bosan.

Demikian adalah 5 tips membuat CTA email yang menarik untuk mengoptimalkan conversion rate. Selain CTA, masih ada banyak komponen lain dalam email marketing yang harus Anda pelajari guna memaksimalkan strategi marketing campaign (kampanye pemasaran)

Misalnya, Anda bisa melakukan personalisasi email atau segmentasi email supaya bisa menyasar target yang tepat. Atau mungkin membagikan video email marketing, mengingat video marketing tengah menjadi tren pemasaran saat ini.

Bahkan berdasarkan data dari Wyzowl, 92% marketer menyatakan bahwa video akan menjadi bagian penting dari marketing campaign dalam beberapa tahun kedepan. Video marketing sendiri tercatat dapat menyumbang sekitar 82% dari traffic internet sejak tahun 2021, dan terus mengalami peningkatan hingga sekarang.

Baca Juga :

inMarketing adalah Digital Transformation Consultant dan Digital Marketing Strategy yang fokus pada Leads Conversion, Data-Driven dan Digital Analytics. Kami membantu korporasi untuk tumbuh lebih cepat dengan Marketing Technology Strategy. Konsultasi dengan kami? Contact.