Personalized Marketing : Pengertian, Manfaat, dan Tips Menerapkannya

personalized marketing

Ada berbagai macam strategi pemasaran atau strategi marketing campaign yang bisa perusahaan terapkan. Terutama di era digitalisasi bisnis dan transformasi digital seperti saat ini. Salah satunya adalah personalized marketing, yang menjadi salah satu strategi pemasaran jitu di era modern.

Bahkan, sejumlah perusahaan besar mulai menerapkan strategi ini. Sebab, strategi marketing yang satu ini terbukti dapat meningkatkan return on investment (ROI) hingga 20%. Lantas, bagaimana cara menerapkan strategi ini?

Apa Itu Personalized Marketing?

Melansir dari Instapage, pemasaran terpersonalisasi atau personalized marketing adalah strategi marketing yang marketer lakukan dengan cara menyesuaikan brand message atau marketing communication dengan calon pelanggan atau target pasar berdasarkan data. Sehingga, strategi ini sering pula dikenal dengan istilah marketing personalization atau one-to-one marketing.

Dengan strategi pemasaran terpersonalisasi ini, yang menjadi fokus adalah keterikatan antara strategi promosi dengan brand message. Sehingga akan tercipta customer engagement. Ini karena sales lead atau prospek akan merasa bahwa iklan (advertising campaign) dan promosi yang mereka terima memang sesuai dan dibuat khusus untuk mereka.

Maka dari itu, pemanfaatan customer data menjadi elemen utama yang harus marketer maksimalkan. Dengan adanya data tentang customer, marketer akan lebih mudah dalam menyusun marketing campaign yang sesuai dengan sasaran pasar.

Manfaat Personalized Marketing

Sebagaimana pemaparan di atas, jenis strategi marketing yang satu ini memang sangat efektif bagi perusahaan untuk menarik perhatian lead dan meningkatkan angka konversi (lead conversion). Sebab, calon pelanggan akan merasa bahwa marketer mengistimewakan mereka dengan melakukan strategi promosi yang terpersonalisasi, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mereka.

Selain meningkatkan lead conversion, manfaat lain yang akan perusahaan dapatkan melalui penerapan strategi marketing ini antara lain:

1. Meningkatkan Customer Experience

Manfaat yang pertama adalah meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience. Sebab pemasaran terpersonalisasi adalah cara tepat untuk membuat pelanggan merasa bahwa perusahaan mengerti keinginan dan kebutuhan mereka.

Bahkan, Mail Chimp menyebutkan bahwa strategi ini juga akan membuat customer journey menjadi lebih mudah.

Sebab melalui pesan (brand voice) yang tersampaikan dengan baik dan sesuai, maka pelanggan akan merasa bahwa produk/layanan Anda menjadi solusi atas permasalahan atau kesulitan (pain point) yang mereka hadapi. Bukan hanya itu saja, perusahaan juga bisa membangun brand engagement dan relationship yang kuat dengan konsumen.

Baca Juga :

2. Meningkatkan Customer Loyalty

Dengan keterikatan antara brand dan konsumen, maka peluang untuk meningkatkan customer loyalty juga akan semakin terbuka lebar. Melalui pemasaran terpersonalisasi, Anda akan lebih mudah mendapatkan pelanggan setia yang loyal terhadap brand (brand loyalty).

Dengan adanya pelanggan yang loyal, maka perusahaan pun otomatis akan mendapatkan lebih banyak profit atau keuntungan. Sebab, customer yang loyal tak akan ragu untuk melakukan pembelian berulang alias repurchase (repeat purchase).

Pasalnya, riset menunjukkan bahwa melalui strategi pemasaran terpersonalisasi ini, sebanyak lebih dari 40% konsumen menjadi repeat customer atau pelanggan yang membeli kembali.

Jika produk atau layanan yang Anda tawarkan bisa memberikan manfaat (value) dan memenuhi customer satisfaction. Hal ini juga sekaligus membuka peluang peningkatan customer retention.

3. Lebih Ekonomis dan Efektif

Manfaat yang ketiga berkaitan dengan efisiensi biaya pemasaran. Sebab, personalized marketing menjadi strategi yang jauh lebih ekonomis ketimbang pemasaran tradisional.

Ini karena Anda hanya menargetkan calon pelanggan yang potensial berdasarkan data. Sehingga, orang-orang yang menerima marketing campaign adalah mereka yang sudah cocok dengan produk/layanan yang Anda tawarkan.

Maka dari itu, peluang konversi dan keputusan pembelian pun akan semakin meningkat. Bahkan, setidaknya ada sekitar 85% konsumen yang merasa puas dengan produk/layanan Anda.

Kendati demikian, hal ini juga tergantung dengan bagaimana cara Anda menyampaikan informasi dan promosi, serta melakukan pendekatan (approach) pada konsumen.

Tips Melakukan Personalized Marketing yang Efektif

tips menerapkan personalized marketing

Setelah mengetahui definisi dan manfaat pemasaran terpersonalisasi, lantas bagaimana cara menerapkannya secara efektif untuk membantu kesuksesan strategi pemasaran dan meningkatkan sales growth?

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Lakukan Riset untuk Mengumpulkan Data

Market research alias riset pasar menjadi langkah paling utama di semua strategi pemasaran. Begitu pula dengan personalized marketing. Anda perlu melakukan riset mendalam guna mengumpulkan data pelanggan dan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan informasi yang berguna.

Anda bisa memanfaatkan data-data tersebut untuk melakukan RFM analysis guna mendapatkan segmentasi pelanggan yang tepat. Misalnya terkait perilaku pelanggan (consumer behavior), sentimen pelanggan, pain point, klasifikasi produk yang sesuai dengan preferensi mereka, dan segmentasi lainnya.

Tanpa data, maka Anda pun akan kesulitan untuk menemukan target pasar yang paling tepat maupun menentukan cara pendekatan yang paling cocok. Dengan data-data tersebut, Anda akan lebih mudah dalam membuat buyer persona dan menentukan saluran pemasaran apa yang paling sesuai. Misalnya melalui email (personalisasi email marketing), social media marketing, social messaging, dan lain sebagainya.

Semakin banyak data yang Anda kumpulkan, maka akan semakin baik pula Anda memahami pelanggan.

Baca Juga :

2. Buat Customer Persona

Seperti yang telah disinggung pada poin sebelumnya, data yang terkumpul dari riset pasar bisa Anda gunakan untuk membuat customer persona. Ini merupakan segmentasi target pasar berdasarkan faktor-faktor tertentu. Di mana, nantinya Anda bisa membuat representasi customer yang ideal.

Tentunya ini akan sangat memudahkan Anda untuk menentukan jenis konten marketing yang tepat, serta bagaimana cara pendekatan atau pemasaran yang paling sesuai.

3. Buat Content Plan

Berikutnya adalah menciptakan content plan. Yaitu suatu perencanaan konten marketing yang akan menarik untuk calon pembeli.

Dengan perencanaan konten yang matang, Anda juga dapat meningkatkan engagement rate dan brand awareness (jika Anda baru memulai bisnis). Carilah jenis-jenis konten yang relevan, kemudian lakukan testing untuk melihat manakah jenis konten yang paling menarik perhatian.

Misalnya, Anda memiliki perusahaan dengan niche bisnis kuliner. Maka selain konten promosi, Anda juga bisa membuat konten yang relevan. Contohnya adalah rekomendasi tempat makan enak dari berbagai daerah, sejarah seputar makanan khas, dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui manakah konten yang paling audiens gemari, maka Anda bisa mengukurnya dengan engagement metrics dan customer feedback.

4. Buat Konten yang Terpersonalisasi

Langkah terakhir adalah menciptakan konten yang terpersonalisasi atau personalized content. Usai melakukan riset, membuat customer persona, dan membuat content planning, kini waktunya Anda untuk melakukan strategi marketing menggunakan konten yang tepat.

Biasanya, dalam personalized marketing Anda bisa menggunakan tools yang akan memudahkan pekerjaan dan menghemat waktu. Misalnya mengirim email dengan tool automation. Dengan tool ini, Anda bisa mengirimkan email campaign pada banyak audiens dengan lebih cepat.

Namun, pastikan bahwa Anda mengirimkan jenis konten yang tepat sesuai dengan penerima. Anda bisa membuat beberapa versi untuk menyasar audiens dari berbagai kelompok pelanggan.

Itulah ulasan mengenai personalized marketing sebagai salah satu strategi pemasaran paling efektif untuk menarik pelanggan. Melalui strategi pemasaran ini, pelanggan akan merasa bahwa Anda benar-benar memahami mereka, sekaligus mengerti benar tentang kebutuhan apa yang mereka inginkan.

Sementara itu, selain menerapkan strategi ini, Anda juga bisa menggunakan layanan digital marketing agency untuk membantu mengembangkan bisnis. Beberapa strategi marketing yang bisa diimplementasikan adalah growth hack marketinginbound marketing360 Digital Marketing, serta Data-driven marketing agar perusahaan semakin berkembang pesat.

Baca Juga :